Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Mendapatkan Restu


__ADS_3

Happy Reading


***___***


"Jadi,,, bukan kak Kevin ya? Iya benar ternyata dia..!" ucap Liza tak bisa menghentikan air mata nya yang menetes keluar.


"Lho kenapa malah nangis, kamu gak senang setelah mengetahui kenyataan nya?"


"Bukan kak, bukan gak senang. Tapi Liza malu selama ini ternyata Liza salah menyukai orang. Liza pikir itu kak Kevin ternyata bukan, tapi Liza malah ngebet pengen nikah sama kak Kevin."


"Ya udah, karena kamu sekarang udah ingat, jadi...?"


"Jadi kita harus temui kakek dan papi di ruang kerja dan hentikan perjodohan ini segera. Ayo kak."


Kevin mengikuti Liza yang berjalan lebih dulu keluar kamar dan menuju ruang kerja kakek.


"Kakek, papi Liza datang dengan kak Kevin, kami masuk ya!" seru Liza seraya mengetuk pintu tiga kali.


Setelah masuk kedalam.


"Kek, aku minta pertunangan ini dibatalkan." pinta Kevin.

__ADS_1


"Apa kamu bilang!!! Kamu ku didik untuk bersikap sopan bicara pada kakek mu. Tapi kenyataannya lihat..!!" kakek kesal.


"Sudah-sudah jangan marah-marah Kevin kan masih kurang sehat jangan di marahi nanti juga berpengaruh pada kesehatan mu kek." timpal papi Liza menenangkan.


"Kevin, kamu juga tenang ya. Om yakin setelah Liza mengatakan ingin menikah dengan mu, om akan segera menyerahkan Liza padamu."


"Papiiii....!!! Papi apa-apaan sih, kan Liza kemarin sudah bilang. Batalkan pertunangan ini. Liza gak mau menikah sama kak Kevin, bukan kak Kevin pria yang Liza suka."


"Lah,,, kamu bilang kamu mencintai Kevin gimana ini?!"


"Iya papi, Liza salah Liza keliru. Ternyata selama ini Liza keliru menyukai pria. Pokoknya intinya bukan kak Kevin, Liza sudah punya pilihan sendiri untuk menemani Liza sampai tua."


"Intinya Liza mau pertunangan dibatalkan dan berita di infotainment itu di hilangkan. Karena Liza gak mau menikah sama kak Kevin. Liza hanya mau menikah sama laki-laki pilihan Liza. Dan papi juga kakek sudah kenal ko sama pria pilihan Liza."


"Sudah kenalll....????" kedua pria itu saling pandang bingung heran dan berfikir.


"Papi, sekarang kita pulang yuk, nanti di rumah Liza jelasin secara detail siapa pria itu. Ayooo papiiiii. Dan untuk kakek silahkan bicara sama kak Kevin baik-baik ya kek. Kami permisi dulu kakek kak Kevin. Ayoooo Pih kita pulang..!!" Liza pun menarik tangan papi nya dan membawanya keluar membiarkan kakek dan kak Kevin menyelesaikan perselisihan mereka.


Suasana hening.


"Terserah kakek mau setuju atau tidak, tapi pilihan ku tetap Kania. Aku hanya memilih Kania sebagai istriku."

__ADS_1


"Sejak kecil sampai aku sedewasa sekarang aku tak pernah sekali pun membantah ucapan kakek, kakek ingin aku lebih pintar aku menurut dengan home Schooling di rumah, kakek pun membatasi pertemanan ku hingga aku tak memiliki kawan di luar rumah karena tak sekolah di sekolah umum aku pun terima."


"Kakek mendidik ku dengan keras lalu menyerahkan tanggung jawab perusahaan pun aku terima tanpa membantah, aku kembangkan usaha hingga seperti sekarang. Tapi tolong kek untuk siapa istri ku, siapa pendamping hidup ku biarkan aku yang menentukan."


"Sebelum aku bertemu Kania, hidup ku penuh dengan wanita dan minuman, tapi begitu aku mengenal Kania semua berubah, Kania lah yang mengubah pola hidupku menjadi lebih baik Kek. Dan aku hanya mau Dia."


Kakek hanya diam dan memandang Kevin dalam.


"Kevin,,, kakek pikir apa yang sudah kakek lakukan selama ini hanya demi kebaikan kamu. Agar kamu menjadi pria hebat seperti papi mu. Papi my meninggal ketika kamu masih kecil, dan Kakek menerapkan hal yang sama seperti padamu bahkan sampai perjodohan pun kakek yang mengatur nya, kakek pikir kamu akan menurut semua perkataan kakek. Ternyata kakek salah, Kevin bukan Bramantyo. Kevin cucuku yang bisa membantah ucapan ku."


"Kakek tak tau jika kamu sebenarnya terkekang dengan perlakuan kakek. Kakek minta maaf ya. Mulai sekarang kakek gak lagi mencampuri siapa wanita calon istri pilihan my, kakek akan setuju. Sekarang kalau badan mu sudah mendingan silahkan kembali ke Indonesia dan carilah dia. Kakek akan bantu juga mencari disini, kalau ada kabar nanti segera kakek kabari."


"Terimakasih Kek,,,Kevin pun minta maaf jika Kevin gak menerima calon pilihan kakek. Kevin pamit kek."


"Iya hati-hati lah."


****___****


to be continued 😂


cieeee dapet restuuuuu....

__ADS_1


__ADS_2