
Happy Reading 😘
**__**
Keesokan harinya...
Cynthia yang datang sangat pagi sekali sudah memasuki butik melalui pintu belakang, karena kunci rolling door hanya di pegang oleh karyawan nya Andy. Masuk keruang kerja nya, membuka laci meja mengambil amplop coklat mengeluarkan isi nya lagi menatap sebentar foto sebelum dipindahkan ke amplop putih.
Mencari amplop putih berukuran sedang dan memasukkan foto kedalamnya lalu menutup kemudian menuliskan alamat apartemen Kevin.
Aku melakukan ini supaya kamu sadar dan melihat bahwa Kania itu tidak pantas bersanding dengan mu.
Cynthia tersenyum simpul menatap amplop putih yang siap untuk dikirim melalui pos.
Aku yakin tidak akan ada yang tau jika aku yang mengirim ini. Sebuah surat kaleng tanpa alamat pengirim.
Namun tiba-tiba...
Astaga apa yang sedang aku lakukan? Kenapa aku bisa berfikir cara rendahan seperti ini? Kevin itu teman ku, meski aku gak rela dia dimiliki oleh wanita biasa seperti Kania tapi apakah aku harus melakukan cara licik begini?
Seketika kesadaran menghampiri nya. Ingatan akan pertemanan nya dengan Kevin, serta rasa sakit tidak bisa memiliki kembali muncul dan membuat nya pusing. Di masukkan nya amplop putih itu ke bawah tumpukan kertas yang da diatas meja, lalu memijit kening nya.
Tak berapa lama suara pintu terbuka masuklah seorang karyawan.
"Loh mbak Cynthia udah ada disini, datang jam berapa mbak?"
"Iya belum lama sih, tapi ini juga udah mau pulang ko, tiba-tiba kepala saya pusing."
"Mbak Cynthia sakit? tumben mbak gak bawa mobil?"
"Iya, lagi gak kepingin bawa mobil. Oiya Kania sudah datang?"
"Kayanya belum deh mbak?"
__ADS_1
"Dia jadi nanti malam mau tidur di kantor menyelesaikan karya nya?"
"Kayanya iya deh mbak, bareng si Amy."
Sejak Kania dan Amy mendapatkan formulir pendaftaran calon desainer amatir waktu itu, mereka sangat sibuk melukis karya mereka diatas kertas membawanya ke panitia hingga akhirnya Kania lolos untuk membuat gaun hasil karya nya itu menjadi bentuk nyata.
**
Sementara di apartemen Kevin..
"Tumben udah rapih mau ke butik pagi-pagi gini?" tanya Kevin.
"Iya karya ku kan lolos jadi harus di bentuk jadi rancangan nyata dan kayanya aku bakal nginep di butik deh sempai gaun rancangan ku selesai." jawab Kania.
"Hah!!! nginep di butik gak salah?!"
"Ya gak lah, sama si Amy ko berdua, kamu tau kan ini impian ku."
"Ya udah tapi sering-sering ngabarin ya!"
***
Butik...
"Oh ya sudah, kalau gitu saya pamit."
"Ati-ati ya mbak."
Cyntia keluar dari ruang kerja nya, sementara karyawan yang memang biasa membersihkan ruang kerja Cynthia pun mulai menatap sekeliling.
"Berantakan amat ya, waktunya beberes ini mah." gumamnya.
Karyawan perempuan itu mulai merapihkan meja kerja Cynthia dan melihat amplop yang menonjol keluar, sepertinya Cynthia menaruhnya tidak cukup dalam. Menarik keluar dan membaca.
__ADS_1
"Alamat apartemen? tapi ko gak ada nama penerima dan pengirim nya? ini sih pasti punya mbak Cynthia cuman ko hari gini masih aja pake surat-suratan sih emang masih jaman ya?" gumamnya.
"Terus kenapa ini malah disimpan dibawah tumpukan kertas, gak jadi dikirim apa belum selesai ya?"
***
Kania sampai di butik menyapa yang lain langsung membuka buku catatan untuk karya perdana nya.
Hari demi hari Kania dan Amy sibuk dan fokus dengan rancangan mereka yang akan mereka tampilkan mewakili butik Cynthia. Bahkan saking fokus dan seriusnya sampai hanya sesekali mengabari Kevin.
Lima hari kemudian.
"Sedikit lagi gaun ini selesai!" gumam Kania menatap gaun yang dipakai ke sebuah manekin.
"Karya pertama ku, gaun rancangan pertama ku yang akan tampil dan dilihat banyak orang, tak berharap untuk menang cukup disukai orang aku pun sudah senang."
Sedang asik memandang karya nya ponselnya berdering.
"Pasti Kevin deh, kirain udah tidur dia udah malem kan ini!" ucap Kania sambil mengambil hapenya dari saku celana.
Begitu menggeser tombol hijau dan menempelkan ketelinga dengan cepat pula Kania menjauhkan nya dari telinganya.
"Kaniaaaaaa.... Astagaaaa.... mau sampai kapan kamu gak pulang Hahhhhh!!!! sudah jarang menelepon, telepon ku juga jarang diangkat. Kamu itu sibuk nya kebangetan amat sih!!!" omel Kevin
"Ko kamu kenceng banget sih suaranya, kamu lagi marah ya?" tanya Kania
"Cepat pulang atau aku akan menyusul mu ke butik dan menarik mu keluar dari sana!"
"Ya ampun iya iya, sabar dong."
Kevin pun mematikan panggilannya.
Huft, desah napas panjang Kania dimalam yang dingin mengakhiri obrolannya dengan Kevin.
__ADS_1
**__**
to be continued ðŸ¤