
"Ck,Apa ku bilang,dia bahkan berani menggoda ku terang-terangan sekarang!kita lihat saja nanti wanita ja**** akan ku pastikan kau tidak mendapatkan uang ku dan malah kau yang memberiku layanan dengan cuma-cuma." Gumam Mexco dalam hati sambil menampakkan Senyum jahatnya itu.
............................
"Kenapa anda berkata seperti itu tuan,kita bahkan baru bertemu sekarang..dari mana anda bisa menyimpulkan diri saya seperti itu,"ucap Alin masih dengan kepalanya yang menunduk dan bibir bergetar.Dia tak terima perkataan Mexco yang sudah sangat keterlaluan itu.
Mexco yang mendengarnya sedikit terkejut,tak menyangka gadis didepannya itu berani menjawab perkataannya.Apa benar gadis itu masih per****? pikirnya namun,sepersekian detik kemudian ia langsung menggubrisnya.Dia yakin itu cuma akal-akal gadis itu untuk menarik simpatinya saja.
"Apa kau pikir dengan perkataanmu itu aku akan percaya?Tidak bodoh, siapa yang akan percaya pada wanita yang bahkan menjual dirinya untuk uang,kau bilang uang ini untuk ayahmu berobat bukan?heh,aku tak yakin akan ucapanmu itu, bisa saja kan kau menjual nama ayahmu serta penyakitnya itu dan nyatanya uang itu untuk dirimu sendiri bukan,"Tuding Mexco tak kalah pedas daripada cabe"Tak masalah lagian aku juga tak peduli,yang pasti kau tak boleh membantah perkataanku lagi,apa kau dengar itu?! Aku paling benci wanita sepertimu yang memanfaatkan wajah polosmu itu untuk mendapatkan uang."dengan nada bicaranya yang sedikit tinggi,Mexco kembali menyadarkan Alin akan posisinya itu yang tidak bisa membantah apapun ucapannya.
Alin semakin sedih bercampur sakit mendengar semua tuduhan Mexco yang tak berdasar tersebut.Dia bahkan tak bisa melawan karena takut hal itu nantinya malah menambah emosi Mexco,yang ujungnya berakhir dia tak bisa menolong ayahnya.
Dengan suasana hening itu,Alin mencoba memberanikan diri menatap mata Mexco.Dia tak ingin gagal,demi sang ayah dia akan melakukan apapun itu.Kini wajahnya pun bertemu dengan wajah Mexco yang memang sedari tadi masih setia menatapnya.
"Baiklah aku akan memulainya,bukalah semua pakaianmu itu.Aku tak ingin berlama jadi manfaatkan lah kesempatanmu ini sebaik mungkin em."Ucap Mexco sambil tangannya menautkan rambut Alin yang menutupi wajah cantiknya itu, ke samping daun telinga Alin.
"Ba,Baik tuan" ucap Alin tegas dan mulai membuka semua pakaian yang menutupi tubuh indahnya itu.Meski gugup dan sedikit gemetaran Alin tetap memberanikan dirinya.
__ADS_1
Kini tak ada satu helai pun yang menutupi tubuhnya.
"Jangan ditutupi,biarkan aku melihatnya.Itu sangat indah."puji Mexco tanpa sadar ketika menatap tubuh Alin yang begitu menggoda.Tanpa disadari Alin pula Mexco sudah membuka semua pakaiannya yang mana hanya menyisahkan B****nya saja.
Mexco yang sudah terbakar gairahnya itu pun mendorong Alin hingga terguling di kasur.Kemudian tangannya mengukung tubuh kecil Alin tersebut.
Dan malam yang tak di inginkan Alin itu pun terjadi.Meski hatinya menjerit sakit,tapi dia tahan untuk kesembuhan sang Ayah.sungguh besar pengorbanannya.
Mexco mulai melancarkan aksinya.menautkan bibir mereka dengan sedikit memaksa karena, Alin yang tidak meresponnya.kegiatan itu berselang cukup lama.hingga ia puas me****** tubuh Alin.
Alin yang sedari tadi menangis pun mulai melemah.Tubuhnya hanya bisa mengikuti permainan Mexco tanpa membalasnya.Sakit hatinya pun kian menjadi.
.................
Ditempat yang sama tepatnya dilantai kedua, Adam yang setia menemani sang kakak nyatanya sudah tertidur sedari tadi ditinggal sang kakak.
"Heran gue wi,tiap Tuan datang kesini pasti tu orang selalu saja tertidur dan tidak ingin diganggu."Ucap Ayu sambil mengintip Adam dari balik pintu utama ruangan tersebut.
__ADS_1
"Ya gitudeh Yu..mungkin tu orang emang sukanya tu ngintilin kakaknya doang dan mungkin juga....gak suka lawan jen** kali...hahaha."Balas Tiwi ngelantur sambil tertawa.Tapi tawanya tidak kencang dan masih bisa ia tahan.
"Gila ya lo Wi...awas lo nanti ke denger sama tuan atau tu orang bisa habis lo,"Heran Ayu tak habis pikir, Tiwi masih tetap saja bilang kalau laki-laki didepan sana yang tertidur itu penyuka sesama j*nis.
"Yee..gak papa kali Yu..emg benerkan omongan gue, tu orang sampai sekarang pun gak mau dan gak kegoda sama cewek-cewek disini..apa lagi coba kalau bukan g**"balas Tiwi diakhir kata dia mulai sedikit berbisik.Bagaimana pun bisa gawat kalau didenger Tuannya sama adik tuannya itu.
"Hus dah ah..gue mau ngelayani Pak Zen dulu..lo sana gih Pak Samsul nungguin lo tau Wi..ya biar tua tu orang serius maunya sama lo doang setia bukan."sindir Ayu pada Tiwi temannya itu,yang masih saja jual mahal sama Pak Samsul yang justru terang-terangan suka sama dia.
"diem lo Yu"ketus Tiwi tak terima perkataan Ayu
"Lah emang benerkan,kasihan tau tu orang setia banget ma lo Wi,bahkan gak kegoda sama yang lain dan masih melajang lagi biar umurnya tua 43 tahun tapikan masih ori belum ke sentuh ma yang lain Wi."balas Ayu tak kalah menyadarkan Tiwi.
"Serah deh,gue pergi dulu,"malas Tiwi ngeladenin temannya itu.
"Lah mau kemana lo Wi?Jangan bilang mau kabur lo ya, awas"Ucap Ayu sambil menunjuk wajah Tiwi.
"Lah emang mau kemana lagi lo pikir,kan lo bilang tu orang setia mana masih ori pula..''Jawab Tiwi sambil berlalu menuju ruangan Pak Samsul.
__ADS_1
"Nah gitu dong Wi!" ucap Ayu yang sedikit berteriak.Senang akhirnya temannya itu mau juga dibujuk pikirnya.
Bersambung...