
Happy Reading 😘
**__**
Keesokan harinya...
Rumah Sakit
Ivan sudah ada disana sejak kemarin malam dan hanya pergi untuk mandi ganti pakaian beli sarapan lalu kembali ke rumah sakit sebelum Asti terbangun.
"Kayanya Asti masih nyenyak tidur,, aku coba hubungi Kania dulu deh." gumam Ivan mengeluarkan ponselnya dari saku jas kerja nya menekan tombol.
Ko gak aktif
Mencoba sekali lagi...
*Masih gak aktif, Kania gk pernah mematikan ponsel. Apa dia marah soal semalam aku tidak segera memberikan penjelasan padanya. Bahkan aku pun tidak mengejar dan mengantarnya pulang.
Pasti saat ini Kania sedang berfikir atau mungkin sedang sedih dan menangis*?
"Kak Ivann..." panggil seseorang dari dalam kamar rawat.
"Eh iya Asti,,!" jawab Ivan melangkah kedalam.
"Kak Ivan habis menelepon mbak Kania ya?" tanya Asti ketika melihat Ivan memegang ponsel di tangan.
"Oh iya aku coba menghubungi Kania, tapi telepon gak aktif. Mungkin habis baterai. Kamu gimana apa sudah lebih baik?"
"Iya kak lumayan lebih baik. Kak Ivan apakah kakak akan meninggalkan aku sendiri?"
"Aku gak akan meninggalkan kamu Asti, aku sudah berjanji dengan Almarhum Ayah mu agar menjaga mu dengan baik. Jadi kamu gak usah mikir berat dan aneh-aneh ya, aku gak akan meninggalkan mu."
__ADS_1
"Tapi gimana dengan mbak Kania, kak?"
"Iya aku tau, nanti aku akan beri dia penjelasan. Sudah jangan dipikirin kamu harus sembuh ya."
"Aku ingin ketemu dengan mbak Kania, gara-gara aku mbak Kania jadi marah. Aku akan minta maaf padanya." seru Asti beranjak turun.
"Eeeehhh mau kemana? Udah biar kakak aja yang ngomong ke Kania, kamu diam dan istirahat sampai pulih." kata Ivan lalu duduk dan memegang kepalanya.
Astaga kepala ku kenapa sakit lagi.
"Kak Ivan kenapa?"
"Gak pa pa ko, diam dulu ya!" jawab Ivan cepat sambil memegang kepala dengan kedua tangannya.
Astaghfirullah kepala ku sakit banget ini, gak seperti sebelumnya. Biasanya gak sampai sesakit ini. Kenapa akhir-akhir ini semakin terasa sakitnya.
Ivan terus meringis dan memegangi kepalanya, hingga akhirnya terjatuh dari kursi.
"Tolongggg susterrr, dokterrr!!!!" teriak nya pada sebuah interkom panggilan yang ada diatas kasurnya.
"Ada apa mbak Asti?!" jawaban dari interkom.
"Suster cepat kesini kak Ivan pingsan!!"
Asti beralih ke Ivan yang tergeletak diam "Kak Ivan bangun kak... kak Ivan kenapa???" mulai menangis takut.
Suster datang dengan brankar dan segera membawa Ivan ke UGD.
Sementara di Kost
"Jam berapa ini?" Kania membuka mata mencari ponselnya yang gelap, mencoba di hidupkan dan menunggu beberapa panggilan masuk dari Ivan.
__ADS_1
"Kak Ivan menelepon sampai banyak gini! Harusnya aku semalam gak langsung pergi, harusnya aku mendengarkan kak Ivan kasih penjelasan." gumamnya.
"Baiklah aku mandi aja lalu ke rumah sakit sekalian melihat keadaan Asti apakah dia sudah lebih baik."
Rumah Sakit.
Kania sampai di halaman parkir rumah sakit dia membawa buket bunga yang tadi sempat dia beli dari toko bunga tak jauh dari rumah sakit. Berjalan memasuki lobby aroma rumah sakit yang khas langsung menusuk hidungnya. Rasa trauma akan rumah sakit tak bisa dengan mudah hilang dari ingatan nya.
Didepan pintu kamar Asti, Kania mendengar suster sedang menenangkan Asti yang menangis tersedu.
"Suster gimana kak Ivan? Aku mau lihat dia sus!"
"Tenang mbak Asti harus tenang, mbak juga kan disini oasien, jadi juga harus istirahat jangan banyak pikiran."
Tok..Tok..Tok..
"Permisi..!" salam Kania lalu masuk.
"Mbak Kania...!" Asti langsung memeluk Kania begitu Kania selesai meletakkan bunga diatas meja samping kasur.
"Eeeh ada apa?"
"Kak Ivan, tadi dia pingsan dan sekarang dibawa ke UGD dan belum juga keluar?!"
"Hah..!!! UGD...!!" jawab Kania kaget.
**__**
to be continued ðŸ¤
Ivan sakit apa ya???
__ADS_1
Semoga baik-baik aja deh. Jangan lupa like jempolnya ya 😘 makasih