Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Di Pijat dan Di Gigit


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


"Bagaimana mbak Kania? apa mbak sudah yakin ingin resaign? Apa perlu saya ingatkan lagi, mbak sudah menandatangani kontrak kerja selama enak bulan penuh, kalau mbak resaign apakah mbak bisa membayar tiga bulan gaji sebagai sanksinya?"


Mana bisa...


"Tapi pak Sugih, saya ini baru seminggu bekerja dan juga belum ada kontribusi apapun pada perusahaan bapak, bukankah tidak ada ruginya bagi bapak jika saya mengundurkan diri."


Gak ada ruginya gimana, justru saya sangat rugi kalau kamu mengundurkan diri secara kamu kan rekomendasi langsung dari pak Kevin. Apalagi pak Kevin mau membeli saham karena kamu, kalau kamu keluar bagaimana nasib perusahaan? Mana mau pak Kevin membantu dalam hal pendanaan lagi. pikir pak Sugih.


"Kalau begitu apakah saya boleh bertemu dengan pak direktur? Saya ingin langsung mengatakan pengunduran diri saya padanya" tanya Kania akhirnya.


"Oh boleh tentu boleh, pak direktur ada diruangan nya. Lorong pertama sebelah kiri."


"Oke terimakasih, permisi pak." Kania berbalik keluar menuju lorong dimana ruangan Kevin berada.


Ya Tuhan, kuatkan aku.


Tok.. Tok.. Tok..


"Hei mbak Kania, apa kabar? Lama ya kita gak jumpa!" sapa Andri ketika membukakan pintu.


"Alhamdulillah baik pak Andri, maaf pak saya ingin bertemu dengan pak direktur apa beliau ada didalam?"


"Iya ada, udah di tungguin dari tadi loh."


Kania mengerutkan kening. Andri mendorong Kania masuk lalu menutup pintu nya.


"Permisi pak direktur, ada yang ingin saya katakan!" dengan hati yang berdetak tak beraturan, Kania mencoba menata mental.


Kevin yang duduk fokus ke laptop nya hanya memiringkan kepalanya sedikit.


"Hai sayang,,, apa kabar?" berdiri menghampiri Kania.


"Maaf pak, saya datang kesini karena saya ingin mengajukan pengunduran diri, dan saya harap pak direktur menyetujuinya.!"


"Tidak bisa!!"

__ADS_1


"Kamu sudah terikat kontrak dengan perusahaan ini, jadi kamu harus mematuhinya."


"Oke, kalau memang seperti itu saya harap pak direktur bisa menahan diri untuk tidak terlalu bersikap baik kepada saya. Saya disini hanya karyawan kecil dan bawahan bapak, saya tidak mau bekerja dalam tekanan. Apalagi bekerja dengan gosip para fans pak direktur."


"Ha-ha-ha kamu cemburu ya?"


"Pak bisa bedain kan yang mana cemburu sama yang mana kesel? Udah pokoknya saya mau bapak pura-pura gak kenal sama saya. Bisa kan pak direktur Kevin?!"


"Hemmm pura-pura gak kenal kamu gimana? saya bahkan tau kamu luar dalam loh," jawabnya dengan senyum nakal.


"Seperti nya sudah gak ada lagi yang ingin saya katakan saya permisi!" Kania mengabaikan ocehan Kevin yang justru mengingatkan kembali tentang malam itu.


Tapi siapa sangka ketika Kania hendak berbalik badan dengan cepat Kevin menarik tangan Kania dan memeluknya.


"Pak..lepasin saya atau saya akan teriak!!" ancam Kania


Kevin cuek dan malah mengangkat Kania dan mendudukkan nya diatas meja.


"Hei..hei.. mau ngapain kamu?! Dasar cowok mesum, lepaskan aku, aku beneran bakal teriak. Bapak jangan macam-macam ya ini kantor, bukan rumah bapak jadi jangan bikin bapak malu."


"Hei,, bawel amat sih! Kalau kamu masih teriak teriak juga saya bakal lakuin hal itu lagi disini mau?!" balas Kevin


"Nah, gitu jadi perempuan itu jangan apa-apa teriak berisik tau."


Kania masih diam.


Kevin berjongkok dibawah kaki Kania, memegang pergelangan kakinya yang terkilir.


Mau ngapain dia...??


"Aku sempat lihat tadi kamu jalan kesakitan, apa sekarang masih sakit?" tanya Kevin.


Apa yang barusan dia bilang? dia tanya apakah kaki ku masih sakit, apa dia peduli padaku?


Kevin memutar-mutar dan memijit lembut kaki Kania yang agak sedikit bengkak, sambil sesekali di tiupi.


"Aaaawwww..."


"Maaf,,, sakit ya, Oke aku pelan-pelan pijit nya."

__ADS_1


Ngapain pake di tiup segala sih, kenapa gak sekalian aja bacain mantra. Jangan seperti ini,,,


Kania kamu harus yakinkan diri tidak akan berhubungan lagi dengan cowok gila ini.


"Kania aku merindukan mu."


"Maaf tapi aku gak tuh."


"Kamu kenapa seperti nya kesal sekali padaku? Apa karena aku meninggalkan mu lama?"


"Sama sekali gak, bagus aku tidak bertemu lagu dengan mu!"


Kevin berdiri.


"Lebih baik kamu pulang istirahat aja, dengan kaki mu yang bengkak gini, kalau kamu pakai mondar-mandir bakalan sakit banget?" ucap Kevin.


"Oiya kenapa seperti nya kamu lebih ringan ya saat aku angkat barusan, tidak seperti dulu waktu aku menggendong mu. Apa kamu selalu makan mie instan yang tidak sehat itu ya?" omel Kevin.


Ko bisa tau sih,,,


"Kamu lupa ya, aku kan sudah bilang biasa aja, aku hanya karyawan dan bawahan kamu. Jadi stop mengusikku lagi. Permisi!"


"Apa kamu bilang, stop mengusik mu?" Tanpa basa-basi Kevin pun langsung mencium bibir Kania. Kania yang kaget langsung menggigit nya.


"Kamu berani menggigit ku?!"


"Ya kenapa gak? jangan mengganggu ku lagi. Sudah tak ada lagi yang perlu dikatakan." Kania melompat turun dari meja setelah mendorong Kevin menjauh dan berjalan ke pintu.


*Oke Kania kali ini kamu aku lepaskan, tapi tidak suatu hari nanti.


Aku disini, dan perjalanan cinta kita baru saja dimulai*.


**___**


to be continued 🤭


Yah kasar sih, di gigit deh 🤣, sini bang Kevin kalo mau nyosor sama bebek aja 🤣🤣🤣😝😝


Kevin beneran cinta gak ya sama Kania? apa cuma penasaran aja? Yang kepo lanjut baca ya.

__ADS_1


jangan lupa like muuaaaacccc


__ADS_2