Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Bonus 4 : Nama si Kembar


__ADS_3

Happy Reading


***___***


"Bang, kira-kira siapa namanya ya?"


"Sambil jalan yuk bahasnya, kita ke kamar perawatan Kania."


Kedua pria itu berjalan beriringan diam dengan pikiran nya masing-masing.


"Aaaahhh karena anak pertama itu perempuan dan harus memakai nama belakang Seto jadi gimana namanya Lu aja yang cari dan gua nyumbang nama Seto aja."


"Dih, enak banget gak mikir dong itu."


"Bukannya gak mikir, gua kan bukan bapak itu anak. Nanti kalau gua pilih nama nya juga, keberatan."


Kevin membuka pintu kamar, dan melihat Kania yang sudah berbaring di kasur dengan posisi bersandar dengan bantal.


"Sayang, kamu udah disini aja." seru Kevin berjalan cepat dan memeluk istrinya.


"Lho ada kakak, kapan datang kak?" tanya Kania mengabaikan suaminya.


"Selamat ya dek, kamu sekarang sudah jadi seorang ibu dengan bayi kembar."


"He-he-he makasih kak."


"Sayang, soal nama kamu ada ide gak? Bang Jimmy minta anak pertama kita harus pakai nama keluarga kamu,"


"Biar adil karena yang pertama ini perempuan aku mau namanya Nia Pratama Seto."


"Ya udah deh, kakak selalu nurut apa kata adik nya?"


"Okelah kalau begitu, terus yang cowok siapa namanya?" tanya Kevin


"Kalau cowok, hemmm siapa ya? Ivan Pratama Seto, gimana?"


"Yah boleh juga. Terus mana bayi nya?"


"Bayi nya ada di ruang bayi dulu sebentar, ini aku disuruh makan biar ada isi dan tenang buat nyusu in si kembar."


"Ya udah kamu makan, aku mau lihat si kembar dulu ya. Lo ikut gak bang?!"


"Ikutlah, kakak nengok ponakan dulu ya."


"Iya,,, gih sana."


Kevin mencium kepala Kania lalu berjalan keluar diikuti Jimmy.


"Eh Ayu, kebetulan kamu disini dulu ya temenin Kania."


"Lah emang mau kesini kali. Kalian mau kemana?"


"Lihat bayi bentar."

__ADS_1


"Haiii Kaniaaaa!!" sapa Ayu masuk kedalam.


"Hai sayang,,, sini-sini masuk seneng nya kamu datang"


"Gimana rasanya jadi seorang ibu kembar ya?


"Iya kembar, rasanya gurih-gurih enyoy lah ha-ha-ha. Buruan nikah nanti kamu juga ngerasain kaya aku."


"Wowww,,, ya nanti lah beberapa bulan lagi juga aku bakal nyusul kamu. Tenang aja."


"Aamiin."


"Kamu beneran gak tau kalau anak mu kembar?"


"Ya tau, cuma jenis kelamin nya aja aku gak tau. Lagian kalau gak di rahasiakan, itu si Kevin pasti heboh."


"Iya juga ya. Siapa nama ponakan aku?"


"Nia Pratama Seto dan Ivan Pratama Seto."


"Bagus. Sekali lagi selamat ya Nia, kamu sehat anak mu juga sehat, dan aku bahagia perjuangan cinta dan hidup mu berakhir bahagia."


"Makasih, semua berkat kamu yang selalu setia dan mau jadi sahabat aku yang anak yatim piatu ini. Berkat doa mu aku akhirnya bahagia."


Berpelukan.


****


Sementara di depan ruang bayi, dua pria menatap dari balik kaca.


"Lah iya,, itu di kasur nya ada nama emak nya tuh. Wah lucu amat ya. Gemes banget."


"Wah iya, gua sampe gak merhatiin. Gak sangka akhirnya gua jadi om beneran juga, bukan sekedar om karena umur."


"Dih,, udah tua mah ngaku aja."


"Yaaahhhh tapi kan kalau ada keponakan setidaknya masih bisa tipu-tipu soal umur."


"Hadeh,,, mau nipu gimana? Tampang Lu iti emang keliatan tua, Bang."


"Sialan lu, malah ngeledek. Ya abis mau giman lagi, sejak bokap meninggal kan, tanggung jawab semua urusan ke gua, wajarlah kalau gua keliatan tua dari usia gua sebenarnya."


"Ya udah gak usah sedih gitu dong, sekarang banyak temen nya Bang, tua Lu gak sendirian."


"Iya,, gua beneran seneng deh, nanti rumah bakalan rame sama suara dua bocah itu."


"Maksudnya?"


"Ya, kan Lu sama Kania tinggal di Italy kan."


"Sembarang Lu kalau ngomong kaya buang sampah aja. Siapa yang mau tinggal di Italy, gua ini tinggal di Indonesia, kerjaan gua di Indonesia, ngapain gua malah hijrah ke Italy."


"Yaaaa,,, tapi Kania bilang dia bakal tinggal sama gua."

__ADS_1


"Maksudnya itu kalau liburan kali, Bang maen ke sana."


"Hemmm,,,, ooohhh,,, ya udah lah gak pa pa. Yang penting kalian nginep meski gak menetap."


"Gampang bisa diatur."


"Eh,,, itu bayi mau dibawa kemana Vin."


"Wah, iya apa mau dibawa ke tempat Kania kali ya. Kita tunggu di kamar Kania aja yuk, Bang."


"Ayooo dah." Dengan gerak cepat kedua pria itu berjalan kembali ke kamar Kania.


****


"Eh, ko bayi nya belum sampe sini?"


"Kenapa sayang?"


"Tadi bayi nya dibawa suster kirain mau dibawa kesini, ko belum ya."


"Ya udah tunggu aja."


"Awas aja kalau gak dibawa kesini, Bang kita harus kerahin pasukan ya."


"Siap, Lo tenang aja."


"Kalian berdua apaan sih! Gak usah berlebihan, tunggu aja nanti juga di bawa kesini sama susternya. Tadi suster bilang kalau bayi nya mau di bawa ke sini buat *****."


Tak lama pintu terbuka, seorang suster membawa dorongan bayi dengan dua bayi didalam nya.


"Tuh kan, si kembar datang. Tenang aja gak akan ada yang berani macam-macam sama si kembar. Secar papa nya Bos perusahaan ternama, Om nya mafia kelas kakap di Italy, jadi aman lah." ucap Kania.


"Permisi,,, ini si kembar boleh di coba untuk di susui Bu Kania." ucap suster seraya mengambil bayi laki-laki.


"Kebetulan juga sus, tapi agak hangat payudara saya, kenapa ya Sus?"


"Bagus itu Bu, berati payudara ibu sedang dipersiapkan untuk proses pengadaan Asi. Nanti Asi pertama itu disebut kolostrum itu sangat baik untuk bayi, jadi berikan kanan itu yg bayi laki-laki, nanti kolostrum kiri untuk bayi perempuan. Biar adil ya Bu."


"Oh iya sus, terimakasih."


"Terus, kalau mulai hangat gitu, ibiu sambil di pijat lembut dan di putar sekitar area payudara agar tidak ada nya pengerasan Asi, karena payudara ibu ini dengan ****** yang menonjol bagus semoga memudahkan bayi menghisap, dan ibu juga harus rajin makan sayur, dan makan yang banyak."


"Oke Sus, tapi nanti kalau makan banyak gemuk dong."


"Ya itu mah tergantung dari ibu nya sendiri, mau bikin badan jadi gemuk, gembrot, atau tetap standar aja, semua ibu yang atur. Gimana caranya? banyak bisa dengan rajin olahraga, yang jelas dengan bayi kembar ibu harus makan sehat, rajin ngemil, yang jelas ibu jangan sampe kekurangan makan dan lemas."


"Tenang aja, sus. Kania ini doyan banget makan ko, jadi aman lah kalau soal Asi pasti bakal sampe tumpe-tumpe." gurau Ayu.


"Ya sudah, bayi ini saya tinggal disini ya. satu jam lagi akan saya ambil. Oiya Bu, kalau ada bayi usahakan AC agak di kecilin ya. Saya permisi, tolong istrinya dibantu ya pak."


"Iya sus."


****____****

__ADS_1


to be continued 😂


__ADS_2