
Happy Reading 😘
**__**
Kania tetap berjalan ke luar lobby rumah sakit, tanpa menoleh kebelakang dan tak berharap juga untuk di kejar Ivan.
Huft,,, tak akan ada yang mengejar ku. Kak Ivan pun sudah diberikan tanggung jawab untuk menjaga Asti.
Terus berjalan tak tau akan kemana.
Malam ini begitu dingin, aku harus segera pulang meskipun aku males banget buat pulang, tapi tak ada lagi tempat yang harus aku tuju. Aku merasa kesepian sekarang, Ayu sudah bahagia dengan pasangannya, kak Ivan pun harus menemani Asri di rumah sakit.
Meskipun entah benar atau tidak apa uang di katakan Asti, melihat kak Ivan yang langsung datang begitu ku beri tahu kondisi Asti. Bisa aku pastikan bahwa kak Ivan sangat peduli pada Asti.
Tinggallah aku yang sendirian tanpa seorang pun yang menemani, selalu sendiri seperti ini.
Kania terus berjalan tak tentu arah pandangan nya buram efek air mata sedih yang mengalir di kedua matanya. Sejak dia pergi dari kantor pusat Apple Group hingga bertemu Asti hingga berakhir di rumah sakit se malam ini.
"Kenapa waktu berjalan sangat cepat ya? Udah malam aja, seperti mimpi aneh aku hari ini. Tiba-tiba bertemu Kevin, bertemu Asti, terakhir aku berakhir sendiri."
"Sudahlah, sudah malam juga mau kemana kalau gk pulang ke kost an."
Sedang asik nya bergumam suara dering ponsel dari dalam saku celana nya berbunyi.
"Siapa lagi yang telepon?" Merogoh saku celana dan mengambilnya.
Kevin...
Ya ampun kenapa pria ini lagi yang menghubungi ku. Tak bisa kah aku menghindar dari nya. Kenapa disaat aku sendirian selalu aja pria ini yang muncul, meskipun tidak dengan jelas menghibur ku malah lebih sering berseteru dengan ku tapi kenapa harus dia lagi dia lagi.?
__ADS_1
Menggeser layar ponselnya.
"Kania kamu dimana?"
"Aku gk tau ini dimana ya, kenapa emang nya?"
Kania nangis, suaranya serak apa dia sakit
"Yeeee kamu liat sekeliling baca, kamu ada dimana?"
"Tadi aku habis nganter orang pingsan ke rumah sakit yang gak jauh dari kantor mu. Kenapa sih?"
"Terus sekarang kamu mau kemana?"
"Entahlah..."
"Bawel amat sih, kamu telepon aku mau ngapain?"
"Ya udah gini aja, kamu diam di sana jangan kemana-mana, tetap di depan rumah sakit kalau bisa."
"Aku mau pulang kenapa malah nyuruh balik ke rumah sakit, Aneh..!!"
"Jangan kemana-mana ngerti gak kamu?!"
"Iya iya.. udah nih aku gak kemana-mana. Terus mau ngapain, awas aja kalau gak jelas!"
"Sekitar kamu ada apa?"
"Ada ruko butik baju pengantin Syfana Boutique."
__ADS_1
"Oke oke diam disitu dan jangan pergi. Aku otw kesana."
"Ribet, terserah. Aku tutup telepon nya." kata Kania.
"Eeeeee jangan di matiin telepon nya. Kamu bicara aja, aku denger ko."
"Enak aja nyuruh aku bicara sendiri. Gak mau!"
Hening...
"Halooo Vin,, Kevin,, kamu masih di sana?"
"Iyaa masih, udah ngomong aja."
"Aku kangen mama, hanya mama yang bisa mengerti aku." gumamnya pelan.
Kania akhirnya menemukan kursi tunggu di depan boutique, menghampiri dan duduk disana dengan mata terpejam dan bahu bersandar pada sandaran kursi. Matanya terbuka ketika menyadari ada kedatangan mobil yang berhenti di depan nya.
Seorang pria dengan ponsel yang masih di tempelkan di telinga nya keluar. Kania yang melihat Kevin datang entah dorongan dari mana berdiri dan berjalan menghampiri Kevin yang masih dengan ponselnya di teling begitu juga sebaliknya Kevin yang berjalan menghampiri Kania.
"Akhirnya aku selalu berhasil menemukan mu Kania." ucap Kevin.
Kania menatap tubuh tinggi di depannya, air mata kembali menetes.
**__**
to be continued ðŸ¤
so sweet amat,,,
__ADS_1