
Happy Reading π
**__**
Keesokan paginya...
Sebuah mobil sedan sudah parkir didepan gerbang kost Kania. Diluar pintu mobil bersandar seorang pria dengan setelan jas nya dengan sabar menunggu wanitanya datang. Kania yang sudah melihat kak Ivan menjemput nya pun segera keluar.
"Udah siap?" tanya Ivan ketika Kania telah berdiri di depannya.
"Sudah yuk."
Mobil berjalan keluar menuju jalan raya yang mana hari itu sangat padat, dan lumayan agar macet.
"Wah macet ya kak"
"Biasalah pagi seperti ini apa lagi ini hari Senin juga kan, jam sibuk."
"Ehmm kak Ivan sebenarnya gak usah repot-repot jemput dan nganter aku kerja, kantor kakak dan aku kan beda arah, yang ada malah kak Ivan jadi telat karena mengantar ku."
"Kenapa, aku sebagai pacar mu sudah tugas mu mengantar kamu ke mana pun kamu mau dan menjamin kamu selamat."
"Makasih ya kak. Oiya kak Ivan sudah sarapan apa blum?"
"Sudah tadi di kost, roti dan susu aja. Nia mau mampir beli sarapan dulu?"
"Gak usah, nanti bisa beli di dekat kantor ko."
"Oke baiklah,,"
__ADS_1
Nia, kenapa kamu masih tidak bisa merubah panggilan mu kepadaku sih. Kita sudah menjadi pacar tapi panggilan mu masih saja membuat ku merasa seperti kakak beradik.
"Oiya Nia, sebenarnya..."
"Eh udah sampe ya kak? Aku turun ya kak Terimakasih sudah mengantar ku."
"Eh Nia tunggu!!" panggil Ivan
"Iya kak ada apa?"
Ivan dengan cepat memutari mobil dan memegang tangan Kania.
"Ada apa kak?"
"Itu ehmmm apa sih namanya, itu kamu jangan lupa makan siang ya?"
"He-he-he iya takut kamu lupa"
"Ya gak mungkin lupa lah kak, mana ada orang lupa makan."
Aduh kenapa aku jadi grogi gini sih, Ivan kamu harus tenang kamu harus yakin Kania ini sudah jadi pacar mu loh.
"Nia..!"
"Apa lagi kak..?"
Ivan berdiri didepan Kania hingga mata mereka saling menatap, Kania menunggu Ivan yang sepertinya ingin mengucapkan sesuatu dengan kening bingung. Pelan-pelan tangan Ivan memegang pipi Kania menatap mata nya lembut, mendekat kan kepalanya ke kepala Kania, semakin dekat semakin dekat hingga ingin menciumnya.
Kania yang menyadari apa yang akan terjadi secara refleks menjauhkan kepalanya dan melengos menolak.
__ADS_1
"Eh maaf kak Ivan, aku harus segera masuk kedalam untuk absen kak. Kak Ivan juga kan harus cepat ke kantor, nanti terlambat."
"okey,"
Kania berbalik dan berjalan masuk.
Maaf kak Ivan, entah kenapa rasanya agak aneh tadi.
Ivan pun masuk kedalam mobilnya,
Apakah ada yang salah dengan tindakan ku tadi? ku hanya ingin mencium pacarku saja apakah itu tidak boleh? Kenapa Kania sampai harus menolak dan menghindari?
Ivan melajukan mobilnya meninggalkan kantor Kania. Sementara Kania yang sudah absen malah duduk dengan kepala tertunduk galau. Bayangan tangan Ivan yang memegang pipinya, kepala Ivan yang mendekat kembali mengisi kepalanya.
Kania tenang jangan di pikirkan, kamu harus fokus kerja.
"Huuuftttt,,," Menghembuskan nafas panjang.
**__**
to be continued π€
Kania kenapa gak mau di cium Ivan ya???ππIvan kan cakep, baik, udah jadi pacar pula, kenapa menolak ya?? Otor jadi bingung deh Nia sama kamu.ππ
Dipasangkan sama Kevin ribut terus, di pasangin sama Ivan eh malah nolak. Terus kamu mau nya sama siapa Kaniaaaaaa??
Oiya Pembaca ku sayang, Author mohon maaf jika update nya agak melehoi. Maklum author besok mau jalan-jalan πππ
Mau liburan πππ
__ADS_1