Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Bab 7


__ADS_3

Alin yang terbangun lebih dulu dari Mexco pun langsung membersihkan diri.Hancur sudah yang ia jaga selama ini.Hatinya terasa teriris dan matanya terus berair.


Sungguh malang nasib gadis itu,gadis?kini sebutan itu pun tak terikat lagi pada dirinya.Hatinya yang hancur pun ia hapus dengan air yang membasuh tubuhnya.Kini ia tersadar bahwa nasi sudah menjadi bubur dan masih ada hal penting yang harus ia lakukan.


"hik...sudah cukup aku menangis dan meratapinya,ayah..masih ada ayah yang harus ku utamakan dari pada perasaan ku saat ini."ucap Alin yang mencoba untuk manatap kedepan dan tak ingin membuat perasaannya saat ini menghilangkan kekhawatirannya untuk sang ayah.


Bangkit dari keterpurukannya,ia mulai mengenakan pakaian yang semalam ia gunakan.karena hanya ada pakaian semalam di kamar itu.


Alin pun keluar dari kamar dan menuju ruangan madam Elly yang dari semalam tak bisa tidur.Ya,nyatanya bukan hanya Alin yang sedih tapi ada pula madam yang sedari semalam khawatir takut Alin tak dapat memuaskan Tuannya itu.


Bagaimana tidak khawatir nyatanya ancaman Mexco semalam mampu membuat wanita paruhbaya itu takut.


"Sudah jam 5 subuh.Sepertinya Alin berhasil menyenangkan tuan"gumam madam.Ia mencoba menepis kekhawatirannya tersebut karena sudah subuh dan tuannya masih belum menemuinya.


Semalam Mexco berkata pada madam Elly jika wanita yang ditunjuk madam tak bisa memuaskannya maka ia akan menemui madam langsung pukul 5 dini hari.Tapi,jika kebalikannya wanita itu yang menemui madam maka madam boleh memberikan cek sebesar 200 jt kepada wanita itu karena berhasil memuaskannya.Serta Mexco berpesan kepada madam agar wanita it meminum pil kb dan menutup mulutnya jangan sampai kejadian itu tersebar diluar jika tidak nyawa wanita itulah taruhannya.


"tok..tok..tok"terdengar suara ketukan pintu ruangan madam Elly.Tentunya itu berasal dari wanita yang ia tunggu dari tadi kehadirannya.


"masuk!"ucap madam Elly.


Alin pun masuk keruangan madam. Sebenarnya, semalam Alin sudah diberitahu juga oleh madam jika pukul 5 tuannya masih tidur maka,Alin harus keluar dan menemui madam untuk menerima bayarannya tsbt.

__ADS_1


Melihat wajah Alin yang masuk pun membuat madam yang awalnya gugup seketika hilang dan berganti dengan senyum yang lebar dan mata yang berbinar.


"Alin kemarilah.."ucap madam yang tak bisa menyembunyikan rasa senang dihatinya.


"Bagaimana?apa tuan mengatakan sesuatu padamu didalam?"tanya madam takut kalau"ada komen dari tuannya tersebut.Namun dibalas gelengan dari Alin serta jawaban bahwa tuannya tersebut masih tertidur.


"Tuan..,dia masih tertidur sekarang dan ia berpesan agar tidak diganggu."jawab Alin.


Memang semalam Mexco sempat berpesan kepada Alin ditengah" permainannya.Kalau ia tak ingin di ganggu ketika tertidur.


Madam yang mendengar jawaban Alin itupun merasa lega akan kekhawatirannya.Ia pun menuntun Alin untuk duduk disofa dan mulai membicarakan kesepakatan yang di katakan Mexco semalam.


"Kemarilah Alin!duduklah..ada yang ingin ku sampaikan dan juga aku ingin memberikan cek yang tuan titipkan untuk bayaranmu atas layanan semalam."perintah madam sambil menarik tangan Alin untuk membawa gadis itu duduk disofa.


"Alin ini adalah bayaranmu.Tuan Mexco memberi lebih katanya ini sebagai bayaran tambahan agar kau mau tutup mulut dan juga meminum pil kb ini.Serta kata tuan jika kejadian malam ini sampai tersebar dan terdengar ditelinganya maka jangan harap nyawamu akan selamat."Kata madam yang menyampaikan pesan Mexco semalam.Sambil menggenggam tangan Alin kuat agar gadis itu dapat mengerti jika perkataannya tersebut bukanlah main".


Alin yang mendengarnya pun tertunduk awalnya ia mencoba tegar untuk menemui madam Elly.Namun,setelah mendengar perkataan madam Elly tersebut justru membuat kejadian semalam mulai terlintas kembali dibenaknya.Dan tentunya hal itu membuat Alin tak dapat membendung air matanya,yang akhirnya pun tumpah.


Kejadian dimana Mexco yang memaksa Alin untuk melakukannya berronde-ronde meski wanita itu sudah menyuruhnya untuk berhenti bahkan ia menjerit kesakitan dan menangis dihadapan pria itu.Namun Mexco tidak bergeming ia menulikan telinganya dan hanya mengikuti na**unya saja tanpa memikirkan perasaan Alin.


Kenyataan itu sungguh sudah membuat Alin ketakutan dan mulai menagis dihadapan madam Elly.Madam yang tak bisa membantu pun hanya bisa berucap agar Alin tidak menyesalinya.Karena apa yang sudah terjadi biarlah dan lupakan saja kejadian semalam.Bagaimana pun Alin juga sudah mendapatkan apa yang ia mau lagipula hidup tetap harus berjalan.

__ADS_1


"Sudahlah Alin dan minumlah pil ini..meski kau menangisinya nyatanya kejadian semalam sudah terjadi..Biarkan saja nak lagi pula kau bisa mendapatkan apa yang kau mau, bukankah hidup tetap harus berjalan..Terutama kehidupan Ayahmu,kau juga melakukan ini untuk ayahmu bukan.."ucap madam sambil mengelus pundak Alin.Bagaimana pun ia mengerti perasaan Alin karena madam juga pernah berada diposisi Alin.Tapi masalahnya yang berbeda.Dulu madam mengorbankan mahkotanya agar bisa hidup enak dan tidak tinggal dijalanan.


"hik..hiks..baiklah madam..a..alin akan meminumnya.."dengan perasaan yang campur aduk dan mata yang tak hentinya menangis Alin pun meminum pil tersebut.


Setelah meminum pil kb Alin yang sedih itupun langsung menerima cek trsbt.Dia pamit pada madam dan pergi kerumah sakit tempat ayahnya dirawat.


Masih dengan perasaan yang sedih Alin mendatangi rumah sakit tempat Ayahnya dirawat.Tanpa pikir panjang Alin langsung pergi menemui dokter Arya diruangannya.


Ketika itu dokter Arya yang sedang memeriksa laporan pasiennya.Tiba-tiba kegiatannya terhenti setelah mendengar suara pintu yang dibuka.


"kreet..hahh..hah..permisi dok maaf mengganggu anda sepagi ini..tapi ada hal penting yang ingin saya sampaikan..saya sudah mendapatkan uang untuk operasi ayah saya dok."Alin yang membuka pintu itu langsung berlari menghadap dokter Arya dan ia pun mengatakan jika uang untuk operasi ayahnya sudah ia dapatkan.


Dokter Arya pun dibuat syok olehnya.Bukan karena perkataan Alin tapi lebih tepatnya penampilan Alin yang masih menggunakan pakaian seksi semalam.Pakaian yang menampakkan bahu serta bagian tubuh Alin yang lain.Yang biasanya tertutup oleh pakaian lengan panjang dan celana jins panjang.


"Te..Tenanglah dulu Alin..Pakailah ini untuk menutupi tubuhmu itu."ucap dokter Arya yang masih sedikit tercengang dengan penampilan Alin trsbt.Dia pun memakaikan jas putih dokternya itu kepada Alin.


Alin yang menerima perlakuan seperti itu pun sontak mengamati penampilannya.Dia pun menepuk jidatnya sendiri ia baru sadar, bahwa masih mengenakan pakaian laknat tersebut dan tidak menggantinya tadi di bar karena, terburu-buru ingin memberikan uang operasi Ayahnya.


"Sepertinya kau harus menjelaskan dulu apa yang sudah terjadi padamu Alin!Sebelum kita membahas tentang keadaan Ayahmu."Ucap dokter Arya.


Bersambung...

__ADS_1


Sorry baru Up 😭😭😭 setelah sekian lamanya penantian 😅😢 dikarenakan Author kemarin-kemarin bolak-balik ngurus pindahan dan lagi masih banyak kerjaan jadi gak bisa lanjut 😢 mohon doanya ya para reader sekalian semoga gak ada lagi masalah yang buat Author gak bisa lanjutin Novel ini 🤲🙏🙏🙏 dan satu lagi mohon dukungannya buat Novel Author 🙏🙏🙏


__ADS_2