Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Bimbang dan Romantis


__ADS_3

Happy Reading 😘


***__***


Tiba di basement Apartemen Kevin langsung melesat dengan plastik di tangan kanan dan kiri nya meninggalkan Kania yang baru saja akan turun dari mobil.


"Ko ninggalin sih Vinnnn..!" teriak Kania.


"Aku duluan gak betah mau mandi ya,"


Kania pasrah melihat tingkah Kevin. Sampai di dalam Kania melihat barang belanjaan sudah ada diatas meja dapur, setelah ikut meletakan disana Kania berjalan ke kamarnya.


Welcome again...


Setengah jam kemudian...


Dengan celemek Kania sudah sibuk mengupas bahan masakan. Sambil celingak celinguk merasa aman Kevin masih di kamar nya.


"Apa aku kasih sekarang aja ya cincinnya" pikir Kevin didalam kamar duduk di kasur memandang kotak kecil.


Sementara Kania mulai sibuk dengan peralatan masak nya, sampai tak menyadari seseorang berjalan mendekati dan memeluknya dari belakang.


"Huaaaaa... astaga Kevin jangan suka bikin kaget dong!"


"Gantian tadi di kantor kamu bikin aku kaget kan!"


"Kan katanya kamu gak kaget."


"Lagi masak apa sih serius amat?!"


"Aku mau bikin makan malam yang simple aja, kenapa?"


"Coba aku pinjam tangan mu." ucap Kevin sambil menarik lengan Kania dan memintanya untuk berbalik badan.


"Pinjam tangan?"

__ADS_1


"Udah jangan bawel." Kevin menyematkan cincin mungil yang dia bawa di saku celananya ke jari manis Kania.


"Apa ini?"


"Cincin lah pake nanya!"


"Ya maksudnya cincin tanda apa?"


"Ya sebagai tanda aku melamar mu sebagai pengikat cinta kita lah, mulai sekarang tidak boleh ada cincin lain yang melingkar di jari mu, hanya boleh cincin ku. Paham!"


"Maksa,,,"


"Iya maksa, kenapa gak suka!"


"Iya deh iya. Terus mau sampai kapan kamu disini, gak beres-beres nih masakan aku."


"Ya kamu mah masak aja, ngapain juga ribet ngurusin aku."


"Bukan ribet, ya kan jadi ribet karena kamunya meluk gini."


"Gak usah ngaco apalagi ngayal bin lebai, nikah dulu yang bener baru kamu mau apa juga aku kasih." jawab Kania.


"Oiya kamu siap kan kalau aku ajak ke Jerman?"


"Itu dia Vin, apa kamu yakin mau mengenalkan aku sama keluarga mu?"


"Emang kenapa? Mereka harus bisa menerima kamu."


"Tapi kita gak bisa maksa mereka buat suka sama aku, Vin. Apa lagi aku kan hanya..."


"Sssssttttt aku mencintaimu dan mereka pun harus bisa menerima mu apa adanya."


"Kalau sampai mereka gak bisa nerima aku gimana?"


"Jangan buruk sangka, kita harus berusaha agar mereka menerima keberadaan mu."

__ADS_1


"Nanti aja lah Vin ke Jerman nya, kalau aku sudah siap."


Maafkan aku Kania sejujurnya akupun belum siap membawamu ke sana.


"Ya sudah aku menunggu sampai kamu siap mental untuk bertemu keluarga ku."


"Ya udah gimana kalau sekarang kamu duduk manis di ruang tamu, nonton tv atau apa kek jangan disini."


"Aku kan disini nemenin kamu?"


"Bukan nemenin tapi ngerecokin."


"Ya udah, aku tunggu sambil nonton TV tapi ada syaratnya."


"Pake syarat segala?"


"Makanya jangan suka main syarat-syarat an sama aku ha-ha-ha"


"Ya udah syarat nya apaan?"


"Gampang cuma kiss 5 aja ko."


"Kiss 5 apa tuh?"


"Kiss pipi kiri, kanan, kening, hidung, terakhir bibir deh ha-ha-ha"


"Ya ampun ya udah tutup matanya."


Kevin pun menutup mata, dan dengan cepat Kania mencium seperti yang diminta Kevin. Tapi begitu hendak mencium bibir, niat hati Kania ingin cepat tapi begitu bibirnya menempel ke bibir Kevin dengan cepat Kevin menekan kepala Kania agar mau membuka mulutnya dan menciumnya semakin dalam.


"Hah..hah..hah.. kamu mau bikin aku mati ya!"


"Maaf sayang tapi suka kan." jawab Kevin lalu mencium kening Kania dan berlalu pergi.


***__***

__ADS_1


to be continued 🤭


__ADS_2