Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
PERNIKAHAN


__ADS_3

Waktu yang berlalu begitu cepat, sudah hampir 1 tahun Zie menjalani kehidupan normalnya. Meski tak lagi di rawat oleh Rosya, namun Ester masih mengurus semua kebutuhan Zie, dari makanan yang di konsumsi serta vitamin yang harus teratur di minum.


Rosya harus pulang ke Belanda karena Ia harus menyelesaikan ujian terakhir untuk mendapatkan gelar dokter spesialis. Rosya juga akan kembali ke Indonesia karena Ia sudah terikat kontrak kerja di rumah sakit terbesar di kota kelahirannya.


Hubungannya dengan Zie juga semakin dekat meski belum mengarah pada hubungan percintaan. Namun signal-signal asmara sudah tampak jelas diantara Mereka.


Pekan depan akan di gelar pernikahan Noura dan Brian dan pernikahan Naira dan Smith. Pesta pernikahan akan menjadi perhelatan akbar yang akan di adakan 3 hari 3 malam.


Tentunya akan sangat menguras waktu dan tenaga. Bagi Benny dan Mayasi tak jadi masalah tah para kolega bisnis Mereka sangat banyak, jadi Mereka bisa memilih waktu yang Mereka inginkan.


Nania sangat senang sekali, iya tak lupa mengundang Bella dan Puja untuk hadir di pesta pernikahan Noura dan Naira. Tak ada rasa dendam bahkan permusuhan diantara Mereka.


Ranya pun di undang, namun Ranya memilih tidak hadir karena Ia merasa malu jika nantinya berada di antara Keluarga Zie.


Gaun dengan warna dan motif seragam pun telah di buat, termasuk untuk Rosya, Ester dan Kameo yang sama dengan Keluarga Zie.


.


.


.


" Zie, kapan Rosya datang ke Indonesia? " tanya Nania


" Jumat sore, jika penerbangannya tidak delay, "


" Syukurlah, Gaunnya masih bisa di perbaiki jika kurang pas di ukuran tubuhnya, "

__ADS_1


" Aku rasa Rosya tak begitu memprioritaskan penampilannya, "


" Iya, tapi kalau terlalu kebesaran memakainya juga gak nyaman Zie, "


" Dasar Wanita, penampilan jadi hal yang utama, "


" Apa Zie! "


" Mmm... gak kok, " Zie segera berjalan menuju ruang kamarnya malas berdebat dengan Nania.


Mayasi yang baru saja pulang, melihat Nania menggerutu langsung saja memeluk Nania dengan mesra, wajah Nania jadi merona, tersipu karena kelakuan Suaminya.


" Mandi dulu dong Honey! "


" Baiklah Honey, " keduanya lalu menuju ke kamar.


Rosya langsung pulang ke kediaman Orang Tua nya, Bella tampak terkejut dengan kedatangan Putrinya.


" Hai Ma, Aku merindukan Mu, " ucap Rosya sambil memeluk dan mencium Mamanya.


" Rosya, Kamu datang bagai angin berhembus tanpa kabar! "


" Hehehee... iya Ma, Aku hanya beberapa hari di Indonesia Ma, "


" Lagi ada seminar? "


" Gak Ma, Kakak Teman Ku mau menikah, "

__ADS_1


" Oh ya, Teman apa Teman spesial? sampai bela-belain pulang, "


" Mmmm, Teman masa depan hehehee, bercanda kok Ma, "


" Serius juga gak papah, "


Keduanya pun melanjutkan obrolan hangat yang sudah sangat lama jarang terjadi. Ranya yang baru pulang dari kuliah pun ikut bergabung, Mereka saling berbagi cerita. Hingga obrolan terputus karena ponsel Rosya berdering.


' Aku merindukan Mu, cepatlah datang ke rumah! ' suara Zie membuat jantung Rosya berlarian kesana kemari.


' Iya, Aku mandi dulu badan Ku sangat lengket, ' jawab Rosya sekenanya.


' Tanpa mandi pun Aku masih merindukan Mu, '


' Mmmm... baiklah, '


Telepon terputus " dasar Bayi! " ceplos Rosya


" Siapa yang Bayi? " tanya Ranya


" Owh... Teman Ku Kak, "


" Bayi Tua ya? "


" Yah begitulah Kak, Aku mandi dulu ya, malam ini Aku menginap di rumah Teman Ku ya Ma? "


" Iya hati-hati, jangan lupa kabari Mama! "

__ADS_1


" Siaaap Ma, " Rosya segera menuju kamarnya mandi lalu berpakaian santai, siap on the way menuju ke kediaman Orang Tua Zie.


__ADS_2