Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Kotak Bekal


__ADS_3

Happy Reading...


**__**


Keesokan harinya.


Rasa dingin yang terasa di tubuhnya membuat Kania mengerjapkan mata, melihat kearah jendela sinar matahari yang mencoba menembus masuk membuat mata Kania enggan beranjak.


"Aduh badanku kenapa pada sakit gini ya? Semalam kayanya aku capek banget deh, abis ngapain ya? Ini kenapa aku telanjang begini sih, pantes aja dingin." duduk di kasur.


Tiba-tiba Kevin keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya dan keharuman maskulin.


"Aaaaaaaa.... kamu ngapain ada di kamar ku?!"


"Ini kamar ku kali, coba kamu lihat? Kayanya kamu amnesia deh, apa perlu aku ulang lagi apa yang kita lakuin semalam, ayo gak pa pa aku mandi lagi ha-ha-ha."


Seketika bayangan semalam muncul diiringi rasa sakit diarea kewanitaan nya, malu membuatnya membuang muka.


"Gak akan ada lagi yang kedua, perjanjian aku menuruti keinginan mesum mu sudah aku lakukan dan aku minta kamu jangan mengusik panti asuhan itu lagi. Aku akan tetap jadi pacarmu selama sebulan.!"


"Oke oke,, gak masalah yang penting kan aku sudah mendapatkan mu semuanya."


"Ya udah sana keluar, aku mau pakai baju!"


"Ini kan kamar ku, kenapa aku yang harus keluar?"


Gggrrrr.. Kania mengeram pelan masih dengan berbalut selimut mencoba berdiri pelan dan turun dari kasur, tak memperhatikan noda merah kecil yang tertinggal di kasur Kevin.


"Aku juga males lama-lama dikamar mu!"


Dengan cepat Kevin menarik tangan Kania hingga jatuh ke pelukannya.


"Cepat lepaskan aku, aku ada kuliah hari ini dan aku tidak ingin terlambat."


"Aku akan mengantarmu."


"Ya udah lepasin, aku mau mandi."


"Berikan aku ciuman selamat pagi dulu dong."


"Gak usah aneh-aneh."

__ADS_1


"Mana ada aneh cuma minta cium aja kok. Apa kamu mau mengulang yang semalam?"


"Gak sudi, cukup karena perjanjian aku bersedia melakukan itu."


"Ya ya ya, apa katamu ajalah. Sekarang cium aku dan aku akan melepaskan mu."


*Aku mana pernah cium cowok dewasa kaya gini. Kalau cium adik kecil di panti sering. Apa sama aja kali ya, sama sama mencium.


Resek banget sih nih si gila ngerjain orang gak ada habisnya dan kenapa juga aku mau aja, apa aku suka sama si gila ini? Harusnya gak mungkin, aku gak boleh menyukai apalagi mencintai nya. Ini terlalu tinggi dan berlebihan*.


"Lama banget mau telat ya?"


"Iya bawel, tutup mata!"


"Ngapain harus tutup mata kan mau cium bibir, nanti kalau salah sosor gimana?"


"Mau apa gak?!"


"Ya udah iya." Kevin memejamkan matanya.


Dengan pelan dan ragu Kania mencium kening Kevin lembut.


"Udah kan, sekarang lepasin aku mau mandi."


Dengan berat hati Kevin melepaskan Kania yang berselimut itu keluar kamarnya. Ujung mata Kevin menangkap warna merah diatas kasurnya yang bersprai putih, berjalan mendekat.


Kania...


Kamu hanya boleh menjadi milikku...


***


Kania membersihkan diri dengan cepat dan kilat. Jam kuliah nya pagi ini membuatnya tak sempat memikirkan sarapan. Dengan cepat keluar kamar setelah menyambar tas nya. Kevin yang menunggu nya di sofa tersenyum melihat Kania yang terburu-buru.


"Hei.. ko gak berangkat kerja?"


"Aku akan mengantarmu dulu, baru aku akan ke kantor."


"Ya udah ayo cepet!" Kania menarik tangan Kevin segera keluar apartemen.


Didalam mobil wajah Kevin masih terus tersenyum aneh.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih? dari tadi aneh banget senyam senyum gitu? kesambet setan penunggu kamar mandi ya?"


"Ha-ha-ha iya setan nya itu kamu. Nih jangan bawel makan dulu roti isi nya, biar otak mu lebih encer dikit." Menyodorkan kotak bekal kecil kearah Kania.


Jadi kotak bekal itu untuk ku, dia sengaja membuatkan aku bekal sarapan. Ini pertama kalinya seseorang setelah mama membuatkan aku sarapan. Perasaan apa lagi ini??? Gak boleh Kania, kamu jangan terlalu ke ge er an.


Kania menerima kotak bekal dan membukanya sepotong sandwich lengkap.


"Makan jangan cuma diliatin doang."


"Iya nanti, makasih ya."


"Makan sekarang, biar aku lihat kamu memakannya. Aku gak percaya kalau nanti bakal kamu makan."


"Bawel." Kania membuka lagi kotak bekal yang baru saja dia tutup mengambil isinya dan memakannya.


"Kamu mana? ko gak makan juga?"


"Aku udah, lagian mana bisa aku nyetir sambil makan." jawab Kevin sambil mengelus kepala Kania.


Ada rasa hangat dari sentuhan Kevin, membuat Kania harus mengunyah pelan dan imut.


"Jangan lama-lama makannya, bentar lagi sampe. Biasanya juga makannya cepet gak ada satu menit."


Astaga nih orang kirain baik beneran tapi masih aja ngeledek.


Kania melahap cepat dalam sekejap, Kevin tersenyum melihat nya. Tak lama mobil berhenti di ujung gang seperti biasa Kevin mengantar jemput Kania jika kuliah.


"Belajar yang rajin ya."


"Iya, udah sana pergi." Kania turun dan berlari.


Kevin memutar mobilnya dan melaju ke kantor Apple Group.


**__**


to be continued...


Semoga cinta tumbuh di hati mereka.


Jangan lupa like nya makasih.

__ADS_1


__ADS_2