
Happy Reading 😘
**__**
Kevin segera menuju mobilnya meninggalkan hotel.
Kamu boleh bilang aku bingung dengan perasaanku, tapi kali ini aku sangat yakin bahwa kamu lah yang aku inginkan. Kamu lah yang aku mau dan ingin aku nikahi.
Kamu Kania...
Aku yakin dengan perasaan ku, aku tak akan ragu lagi. Aku tak perduli jika sekarang kamu sudah memilikinya pacar atau siapapun, aku tidak akan melepaskan mu lagi. Aku akan memperjuangkan dirimu Kania.
**
Keesokan harinya
"Hai kak Ivan,,, lama ya nunggu nya?" sapa Kania begitu melihat Ivan duduk di salah satu kursi di sebuah taman.
"Eh Kania, belum ko baru juga datang." jawab nya bohong.
"Maaf ya kak, tadi perut ku tiba-tiba sakit jadi aku harus semedi dulu deh ha-ha-ha"
"Terus sekarang masih sakit gak perut nya?"
"Gak udah lebih baik, kita mau kemana kak?"
"Malam ini kamu cantik banget deh pakai dress hijau itu."
"Ah kak Ivan bisa aja, bilang aja kalau aku mirip sama daun kan?" ledek Kania
"Ha-ha-ha ya gak lah kamu daun yang cantik."
__ADS_1
"Udah jangan memuji terus, nanti hidung ku kembang kempis kak he-he-he"
"Kamu laper gak?"
"Aku belum makan sih. Kakak mau makan apa?"
"Aku ikut kamu aja, mau makan apa!"
"Ya udah kita jalan aja dulu nanti begitu ketemu yang di mau tinggal mampir deh." jawab Kania.
"Okey." Ivan pun melangkah jalan dan Kania mengikutinya.
Kenapa rasanya aneh ya, aku dan Kania sudah jadi pacar tapi kenapa seperti ada jarak yang memisahkan ya. pikir Ivan.
Kania menatap punggung Ivan canggung.
*Kania,,, ingat kak Ivan itu sekarang sudah menjadi pacarmu. Berhentilah memikirkan pria lain, bersikaplah selayaknya pasangan.
"Kak Ivan tunggu dong,, jangan cepet-cepet jalan nya!" seru Kania berlari mengejar Ivan.
"Oh iya ketinggalan." Ivan menoleh.
"Jangan di tinggal nanti kalau aku di ambil orang gimana?"
"Jangan dong, jangan sampai kamu di ambil orang nanti aku yang pusing."
"Ha-ha-ha makanya jalan nya pelan-pelan, seperti ini seharusnya!" Kania mengaitkan jarinya ke jari Ivan sambil tersenyum.
Ivan yang tak ada persiapan sedikit terkejut, dengan perbuatan Kania yang menggandengnya.
"Kenapa kak? ko ngeliat nya gitu sih, gak mau aku gandeng ya?"
__ADS_1
"Bukan bukan,, cuma agak sedikit kaget aja. Aku suka ko."
"Hemmm" senyum manis diberikan Kania.
"Kania, apakah bisa jangan lagi memanggil ku dengan sebutan kakak?"
"Nanti ya kak, pelan-pelan."
"Iya,, aku mencintaimu Kania."
"He-he-he makasih kak,, ayo jalan katanya laper." Kania mengalihkan pembicaraan karena dia masih ragu dengan perasaan nya.
Kamu gak menjawab Kania.
"Oke yok."
Biarlah seperti ini dulu, sampai kamu yakin dengan hati mu. Aku janji tak akan pernah meninggalkan kamu Nia. Aku mencintaimu.
Pasangan itu berjalan ditengah keramaian ruko yang berderet dengan masih dengan jari mereka yang saling mengait, jari yang pandai berbohong tapi jangan salah kan hati jika suatu saat akhirnya harus memilih kebenaran nya.
**__**
to be continued lagi ðŸ¤
Kania yang selalu galau dengan perasaan nya, menutupi hati dengan kepura-puraan demi membuat Ivan bahagia padahal sesungguhnya Ivan tau.
Cinta emang sulit dijelaskan,, sulit dipahami tapi saling mengenali. Cinta yang selalu menutupi isi hati entah kapan bisa terbuka dengan perasaan.
🙈🙈🙈🙈 sotoyy 🤣🤣🤣
jangan lupa like jempolnya.
__ADS_1