
Tubuh Ranya semakin hari semakin kurus, penyakit HIV telah menggrogoti tubuh nya. Setiap pulang kerumah mengunjungi kedua Orang Tua nya Ranya selalu beralibi sedang terikat kontrak kerja dengan perusahaan obat pelangsing. Sehingga Ia harus menjaga berat badannya.
Dalam satu waktu Ranya terpaksa berkumpul dengan dengan Keluarga termasuk dengan Zie dan Adiknya. Api cemburu masih bergejolak apalagi Ia melihat perut Adiknya yang semakin membesar, tak lama lagi Rosya akan melahirkan Anak kembar.
Zie dan Rosya bahkan terlihat sangat mesra, saling perhatian satu sama lain, semua tampak natural tidak ada yang di buat-buat dan itu juga di rasakan oleh Ranya.
"Kak kenapa tidak tinggal di Kota ini saja", tanya Rosya
"Pekerjaan Ku yang mengharuskan Aku tinggal di sana"
"Cari pekerjaan disini saja Kak, Winar Teman Ku sedang mencari BM untuk perusahaanya"
__ADS_1
"Aku belum tertarik untuk pekerjaan lain, mungkin nantilah"
"Kabari Aku jika Kakak tertarik"
Sudah hampir 2 Minggu Ranya berada di Kota kelahirannya, hari ini Ia kembali ke Kota tempat pelariannya. Hari-hari terasa begitu sepi, Ranya melewati hari-hari nya dengan perasaan hampa, Ia butuh pendamping, Ia butuh kasih sayang dan belaian seorang Pria, namun apa daya penyakit nya yang membuatnya harus sendiri.
Ranya masih memiliki sedikit hati nurani, Ia tak mau menularkan penyakit nya pada Orang lain, meski terkadang dorongan hasrat nya sedang membumbung tinggi.
Ranya tak pernah melewati rangkaian demi rangkaian pengobatan nya. Ia memang sudah tahu bahwa hidup nya tergantung dengan obat-obatan tapi Ia tetap bersemangat untuk mempertahankan hidupnya lebih lama.
Tabungan nya pun semakin lama semakin menipis, beberapa endrose mulai mencari bintang lain untuk mempromosikan product nya. Kini bisnis on line shop nya lah yang menopang kehidupan sehari-hari nya.
__ADS_1
Ranya benar-benar menjalani kehidupannya dengan segala kemampuannya sendiri. Sebenar nya tanpa harus bekerja Ranya bisa meminta pada Orang Tua nya, namun Ranya tidak melalukan nya karena Ia tidak ingin Kedua Orang Tua tahu kalau Ia sedang sakit.
Derita hidup yang Ia tanggung sendiri, semua karena perbuatan Ia sendiri. Masa lalu yang tidak baik akan menghasilkan masa depan yang suram.
Sementara di tempat lain. Yie sedang menikmati secangkir kopi hitam, kebulan asap rok** memenuhi ruangan kerja nya. Yie tampak begitu lelah, setelah Ia di daulat untuk mengganti kan posisi Papa nya, semua hal yang berkaitan dengan perusahaan Yie lah yang bertanggung jawab.
Semakin Dewasa semakin besar tanggung jawab nya, kini Yie tak sebebas merpati, waktu nya banyak di habiskan di ruang kerja, tidak ada lagi dunia gemerlap untuk nya.
Bahkan untuk pendamping hidup pun sampai saat ini Ia belum menemukannya, kedua Orang Tua nya bahkan berulang kali sudah menjodohkan nya dengan beberapa Kolega Bisnis nya.
"Aku belum siap menikah" itulah kata-kata yang sering di ucapkan oleh Yie, hingga pada akhirnya Kedua Orang Tua nya menyerah, membiarkan Yie berusaha sendiri untuk mendapatkan pasangan hidup nya.
__ADS_1
Daniel asisten pribadi Yie pun terkadang di buat bingung karena Tuan Muda nya seperti tidak tertarik dengan Perempuan. Ia pernah berpikir kalau Tuan Muda menyukai sesama jenis.