
Derai rintik hujan tak menghalangi Zie untuk datang menemui Ranya di apartement nya. Hampir seharian ini Zie mengikuti kemana pun Ranya pergi.
Zie sampai menyewa supir dan beberapa Orang untuk menemani nya mengikuti Ranya. Saat di kampus Ia melihat Ranya duduk berdampingan dengan seorang Pria, namun Sayang nya Pria itu menggunakan masker dan kacamata hitam, sehingga Zie tak dapat mengenalinya.
Dengan cukup sabar Zie menunggu Ranya untuk pulang ke apartement. Zie sempat menelpon Ranya, Ranya mengatakan sedang di dalam kelas, padahal kenyataan nya Ranya sedang duduk di tempat makan yang berada di area kampus.
Hingga akhir nya waktu yang di tunggu tiba, Ranya dan Pria itu pulang bersama, memasuki lift dengan bergandengan tangan.
Saat memasuki lift Zie langsung memanggil Ranya. Ranya tersentak kaget karena tiba-tiba Zie sudah berada di hadapannya.
Yie sontak memeluk Sahabat nya itu " Bro kenapa gak kasih tau kalo mau mampir ke apartement ku? " ucap Yie sambil memutar topi yang di pakai Zie.
" Aku gak tau kalo apartement Mu disini juga! Aku kesini ingin menemui tunangan Ku. " Jawab Zie
Ranya hanya diam terpaku, Ia tak bisa berkata apa-apa. Ia hanya menundukkan kepala nya.
" Owh jadi Dia tunangan Mu, sorry Aku gak tau Bro, Aku bahkan berniat mengecani nya. " Yie merasa kecewa karena Ia sudah di bohongi oleh Ranya.
__ADS_1
" Mmm.... Ku lihat tadi kalian bergandengan tangan? "
" Oh itu karena Aku dan Ranya sudah sangat dekat, Aku pelangan setia olshop nya, Kita sudah berteman sudah hampir 2 tahun, saat ini Ranya juga menyewa salah satu apartement milik Papa. "
" Benar begitu Ranya? ' tanya Zie.
" Be be benar sekali Zie. " Ucap Ranya terbata-bata.
" Jadi mau ke ruang apartement Ku, atau ke ruang apartement Ranya? " tanya Yie.
" Aku ke ruang apartement Ranya saja, banyak hal yang akan Kita bicarakan. " Jawab Zie sambil menepuk bahu Yie.
Ranya dan Zie masuk ke ruang apartement. Wajah Ranya memucat tadi nya Ia ingin marah pada Zie kenapa harus tiba-tiba datang menemui nya. Namun karena Zie memergoki Ia dan Yie sedang bergandengan tangan. Ranya terpaksa menahan emosi nya.
Ratih yang mengetahui Tuan Zie datang segera membuatkan teh hangat. Ia juga segera menyiapkan makan malam. Sementara Ranya langsung pergi mandi.
Selesai mandi Ranya duduk di samping Zie. Lalu Ia menyuruh Zie untuk makan terlebih dahulu baru mandi. Ada kecanggungan, namun Zie berusaha untuk membuat suasana mencair.
__ADS_1
" Aku akan menemani Mu tidur malam ini, boleh kah Sayang? " tangan Zie sambil mengelus pangkal paha Ranya yang di biarkan terbuka.
" Aah....Kamu mulai nakal sekarang! " Mereka pun tertawa bersama.
Selesai makan malam, tak lama Zie mandi. Saat Zie mandi Ranya segera menelpon Yie. Ranya meminta maaf pada Yie, Ia berjanji akan menjelaskan semua nya.
Yie menanggapi nya hanya dengan terkekeh dan mengatakakan " santai aja tah Kita melakukan nya atas dasar kerelaan bukan keterpaksaan, jadi Aku tidak akan menuntut apa -apa! "
Ranya sedikit kesal dengan perkataan Yie, tapi rasa cinta nya tak membuat Ia marah pada kekasih nya itu. ' Aku akan memilih Mu, Aku sudah memantapkan pilihan Ku. ' Ranya berbicara dalam hati.
Setelah mandi Zie bertanya banyak hal pada Ranya, Ia tak melewatkan satu pun yang Ia lihat hari ini. Ranya cukup pandai berkelit, alibi nya sangat sempurna. Hingga Zie akhir nya percaya.
Malam hari nya Ranya menggoda Zie, Zie merasa curiga mengapa Ranya sangat agresif dan seperti sudah terbiasa melakukan hal seperti ini.
Zie benar-benar hanyut dalam buaian asmara, Ia baru tersadar saat pusaka menyentuh sesuatu yang belum sepantas nya Ia sentuh.
Zie mengurungkan kan hasrat nya yang sudah berada di puncak, Ia masuk ke kamar mandi lalu, mengerang puas karena sesuatu telah lepas bebas dari pusakanya.
__ADS_1
Ranya sangat kecewa karena Zie tidak jadi memasuki nya. Akhir nya Ranya pura-pura tidur karena menahan kesal, hasrat nya malam ini tak terpenuhi.