
Happy Reading 😘
**__**
Beberapa hari kemudian...
"Kenapa sih aku selalu aja gak bisa menggambar dengan baik, gak pernah mirip?" gumam Asti yang sedang duduk santai di beranda belakang dengan sebuah buku dan pensil.
Asti memang suka menggambar, hobi nya menggambar akan muncul ketika dia sedang merindukan seseorang.
"Kak Ivan tumben beberapa hari ini gak pernah datang? Kemana ya?!"
Tok..Tok..Tok..
"Biiii... tolong buka pintunya!" teriak Asti.
"Iya non!" jawab bibi
Pintu dibuka dari dalam "Eh pak Ivan, nona ada dibelakang dari kemarin nanya pak Ivan terus?!" cerita bibi.
"Iya saya sibuk mengurus pengalihan perusahaan sementara ke pemegang saham." jawab Ivan.
"Saya ketemu Asti ya bi."
"Silahkan pak."
Ivan berjalan ke halaman belakang dan melihat Asti sedang fokus dengan gambar nya sambil sesekali mulutnya diruncingkan dan kening berkerut.
"Masih aja gak mirip sih?"
"Apa nya yang gak mirip?!"
Asti yang terkejut spontan menyembunyikan gambar nya di belakang punggung nya.
"Eh kak Ivan, kirain siapa? Kakak kemana aja?"
__ADS_1
"Maaf ya kakak baru bisa menengok mu, Kakak harus mengurus perusahaan papa mu. Kamu sedang apa?"
"Asti lagi gambar kak?"
"Sejak kapan kamu hobi gambar?"
"Sebenarnya Asti suka gambar dari dulu, Almarhum mama yang ajarin Asti gambar, tapi makin kesini Asti jarang gambar lagi. Pas kemaren Asti gak ketemu kak Ivan hobi Asti muncul lagi, mungkin karena Asti kangen kakak kali."
"Karena kamu suka gambar gimana kalau kita pergi ke Paris? Supaya kamu bisa mendapatkan pendidikan seni lukis yang bagus. Supaya bakat dan hobi mu bisa lebih terasah. Gimana mau gak?" ajak Ivan.
"Hah Paris...!! Wah mau kak mau banget!"
"Oke setelah kakak selesai menentukan pemegang saham perusahaan kamu untuk menjalankan nya, nanti kita bahas soal Paris lagi."
"Tapi kak Asti gak mau ngurus perusahaan kak?"
"Asti, kamu gk boleh seperti itu biar gimanapun juga perusahaan itu kenangan kerja keras papa mu, kamu sebagai anaknya harus bisa memegang kendali bahkan membuat nya semakin maju dan sukses."
"Kan ada kak Ivan, aku gak ngerti perusahaan kak?"
"Ya udah kak Ivan aja yang mimpin perusahaan papa, Asti percaya ko sama kakak."
"Asti, kak Ivan gak mau berjanji apa-apa, yang jelas kak Ivan akan bantu Asti sampai Asti benar-benar mengerti dan siap di lepas sendiri!"
"Kak Ivan emang mau kemana? Ko mau ngelepas Asti sendiri?"
"Gak kemana-mana, emang mu kemana?!"
"Kirain kak Ivan mau pergi dari sisi Asti? Oiya kak kalau kita ke Paris apa mbak Kania juga akan ikut kita?"
"Gak,, kita sudah putus."
"Hah... kak Ivan putus sama mbak Kania? Kenapa? Apa karena Asti ya? Pasti karena kehadiran Asti kan, Asti bener-bener gak enak kak jadi nya sama mbak Kania?!"
"Bukan ko bukan karena Asti, emang kak Ivan rasa sudah waktunya Kania menentukan pilihan hatinya."
__ADS_1
"Pokoknya kak Ivan jangan tinggalin Asti ya!" seraya memeluk Ivan.
Asti maafkan kakak, mungkin kakak pun akan meninggalkan mu.
"Asti inget ya sampai kapanpun kak Ivan akan tetap menganggap Asti adik buat kak Ivan,"
"Kak Ivan gak bisa mencintai Asti kah?"
"Gak bisa sayang, tapi insyaallah kakak akan menjaga Asti semampu kakak. Seperti janji kakak sama almarhum papa Asti."
Gak pa pa asalkan kak Ivan ada di dekat kakak Asti udah seneng.
Sore nya...
"Untung aku sudah sampai kostn, mendung nya gelap amat bentar lagi pasti hujan nih!" gumam Kania begitu sampai di depan pintu.
"Loh kak Ivan? Ada apa kak? Lama ya nunggu nya?" ucap Kania begitu melihat Ivan berdiri di depan pintu kost nya.
Ivan yang mendengar suara Kania menengok kebelakang.
"Gak ko baru aja sampai. Oiya begini besok apa kamu ada waktu, ada hal yang ingin aku katakan."
"Oh begitu baiklah. Aku usahakan besok kak."
"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat lah jangan terlalu capek, Aku pamit ya." tanpa menunggu salam dari Kania, Ivan segera berjalan meninggalkan kost Kania.
Kania masih diam melihat Ivan masuk kedalam mobilnya dan pergi.
Kak Ivan, dia semakin dingin dan cuek padaku. Mungkin dia sudah sadar jika aku tidak mencintai nya. Biarlah semoga kamu bahagia kak.
Kania berbalik badan dan masuk kedalam.
**__**
to be continued ðŸ¤
__ADS_1