Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Khawatir


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Kania duduk di belakang Cynthia yang berada di dalam ruang peragaan busana, tapi sejak Cynthia membahas soal tunangan Kevin tak sedikit pun Kania menjadi fokus memperhatikan pameran.


Kevin.. apakah semua yang di katakan mbak Cynthia itu benar adanya kah?


Tapi kenapa kamu gak pernah cerita sama aku, Vin?


Jadi kamu udah punya tunangan?


Lalu bagaimana dengan hubungan kita, selanjutnya. Apakah kamu akan mengatakan iya.


"Ehmmm Kania setelah acara peragaan busana ini selesai, kamu catat ya apa yang tadi kamu lihat plus minus nya, karena saya akan melakukan perbaikan?!" kata Cynthia.


Tak ada jawaban dari Kania.


"Kaniaaaa...!" Cynthia menoleh kebelakang.


"Eeeh iya mbak, kenapa tadi?" jawab Kania kikuk.


"Astaga Kania, jadi kamu tadi gak denger saya ngomong apa?"


"Maaf mbak, tadi saya sedang gak fokus. Mbak bilang apa tadi?"


"Ya ampun, kamu itu sedang dalam suasana kerja, mau bagaimana suasana hati mu kalau kamu masih kerja kamu harus fokus. Jangan mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan."


"Iya mbak maaf."


Cynthia menatap Kania "sepertinya kata-kata ku bisa buat dia down."

__ADS_1


"Ya udah, tadi kamu sempet nyimak kan pameran nya, jadi kamu bisa menilai plus minus nya ya. Nanti laporannya berikan pada saya."


"Iya mbak."


"Ya udah kita pulang, oiya coba tolong kamu telepon Andy bilang ke dia suruh beli beberapa kain lagi untuk di buat pakaian tren terbaru."


"Baik mbak." Kania merogoh tas nya mengeluarkan ponselnya yang gelap di tekan tombol power masih tetap gelap.


"Mbak maaf sepertinya hape saya habis batre,"


"Haduh,, ya udah biar saya aja yang telepon."


Kania mengikuti Cynthia berjalan di belakang untuk kembali ke butik.


**


Sementara di kantor pusat Apple Group


"Belum bisa,"


"Gak bisa dibiarin ini harus ke butik deh." gumam yang Kevin gemas sambil memukul ponselnya ke meja.


"Vin, santai kali masih ada investor tuh."


"Wah..wah.. pak Kevin saya pikir anda CEO yang dingin, tapi ternyata saya melihat pak Kevin yang lucu ya."


"Hah lucu..! wah wah anda terlalu memuji ha-ha-ha. Saya itu sedang gelisah dari pagi pacar saya itu gak bisa saya hubungi. Wajar kan sebagai pacar saya khawatir."


"Ya wajar aja sih, tapi baru kali ini pak Kevin begitu peduli dengan wanita bahkan sampai disebut pacar. Bagaimana kalau saya mengundang pak Kevin dan pacarnya untuk makan malam di restoran sebagai bentuk kerjasama kita kedepannya."


"Ya boleh juga, baiklah nanti saya akan datang. Tapi mohon maaf saya mau ke tempat temen saya dulu ya.'

__ADS_1


"Oke baiklah saya juga mau kembali ke kantor."


Kedua pria itu pun berpisah di lobby kantor dan menaiki mobil masing-masing.


"Aku penasaran siapa sih perempuan itu? Aku ikutin aja ah."


Mobil Kevin melaju membelah lalu lintas tanpa menyadari mobil di belakang mengikuti.


**


Mobil pun tiba di butik Cynthia dan Kania pun turun dari sana begitu mobil berhenti. Tak selang berapa menit bersamaan dengan munculnya dua mobil yang beriringan memasuki area parkir butik.


"Kaniaaaa!!" panggil Kevin.


Kania menoleh "Astaga kamu ngapain kesini?"


"Kamu kenapa gak bisa dihubungi dari pagi?" langsung memeluk Kania.


"Aku kan kerja, lagian juga hape ku habis batre aku lupa cash semalam. Kenapa?"


"Aku khawatir tau, kangen. Emang kamu gak kangen ya sama aku"


Seorang pria turun dari mobil dan memanggil.


"Kaniaa?!" panggil nya.


"Ya ampun kak Brian," jawab Kania menoleh


Cynthia pun ikut menoleh, diikuti oleh Kevin.


***__***

__ADS_1


to be continued


__ADS_2