Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Resah dan Panik 1


__ADS_3

Happy Reading


***___***


"Kenapa bukan kita aja yang kebawah jemput Liza?" tanya Kania


"Oh gak perlu, masih ada Andri yang selalu bisa diandalkan." Kevin kembali menelepon Andri.


"Ndri,, ke ruangan gua sekarang." pintanya di telepon lalu mati.


Tak lama Andri sudah masuk kedalam ruangan Kevin.


"Gimana?" tanyanya.


Sambil berjalan mendekat Kevin setengah berbisik "Pokoknya gua mau itu anak jangan sampe naik ke atas, Lo bawa deh dia kemana gitu."


"'Dibawa kemana? dia itu pengen ketemu kakak Kevin kesayangan nya tau, bukan gua."


"Udah sana bawa dia pergi dari sini dulu, kalau perlu pulangin lagi dia ke Jerman!"


"Ah..!!! gila lu, kesian tau baru juga nyampe."


"Ya udah Lo bawa pergi dulu deh."


"Bawa kemana?"


"Ajak ke hotel kek, ke vila kek, kemana aja lah terserah Lo. Bujuk aja dia pasti kan capek abis perjalanan jauh."


"Ya udah deh iya."


"Ada apa sih sebenarnya? ko seperti nya kamu tidak ingin Liza bertemu dengan ku? dia adik kamu kan Vin?" tanya Kania.

__ADS_1


Dengan muka bingung Andri memilih keluar dari hawa panas didalam sana "gua ke bawah ya!"


Kevin pun menghela nafas pelan "Kania, jadi sebenarnya Liza itu bukan adik ku. Keluarga Liza dan keluarga ku sudah lama berteman baik sejak kakek kamu dulu, dan mereka sepakat untuk menjodohkan kami."


"Aaaappaaa...!!! Jadi Liza itu tunangan mu?!"


"Bukan pilihan ku, tapi pilihan kakek ku pilihan keluarga ku. Aku sama sekali tidak menginginkan nya! Aku sudah memilih mu Kania dan akan tetap kamu."


Kania tertunduk sedih Apalah aku, hanya anak yatim piatu dengan pendidikan seadanya apakah mereka akan bisa menerima ku, apalagi mereka sudah memiliki wanita yang menjadi pilihan mereka.


"Sayang kenapa muka mu sedih?"


"Oh gak pa pa"


"Sayang, kamu jangan khawatir, berikan aku waktu untuk menyelesaikan urusan Liza ini dulu setelah itu kita akan menikah."


Kania diam.


"Iya" jawabnya dengan suara lemah.


***


Sementara di lobby


"Haisss lama sekali kak Kevin turun!" gumam Liza dengan mulut di bentuk kerucut.


"Lizaaaa...!!" suara dari arah belakang memanggil.


Dengan cepat dan reflex Liza pun berbalik badan dan memeluk tubuh dari suara yang memanggilnya.


"Kak Kevin lama amat sih turun nya, sampe kesemutan nih nunggu nya."

__ADS_1


"Liza please deh, ini kak Andri bukan Kevin."


Dengan muka aneh Liza diam dan menarik tubuhnya menjauh lalu menatap wajah didepannya.


"Aaaaahhhh kenapa malah kak Andri sih yang ke bawah? mana kak Kevin? Ayo kita ke atas!"


"Eeetttt tunggu!!! Kevin baru aja pergi meeting dengan klien jadi dia gak ada di ruangannya."


"Bohong, ko Liza gak liat keluar nya, lagian kata mbak resepsionis kak Kevin ada di atas."


"Yeeeee dibilangin gak percaya. Kak Andri ini kan asisten Kevin, sudah pasti tau lebih dulu dari mbak resepsionis itu infonya."


"Terussss...."


"Sekarang gini aja, kak Andri antar Liza ke villa milik Kevin aja ya, biar Liza bisa istirahat dulu, nanti kalau Kevin udah pulang bisa langsung nemuin kamu."


Liza diam seperti berfikir "Ya udah deh, tapi kak Andri gak usah anter ya, Liza masih inget ko villa nya. Liza tinggal naik taxi nyampe deh."


"Yakin tau villa nya dimana?"


"Iya tau, ya udah ya dahhh" segera kabur keluar lobby


"Huft akhirnya satu masalah lewat." ucap Andri berbalik badan menuju lift yang akan membawanya naik.


"Enak aja mau bawa aku ke villa, emang aku gak tau apa. Oke aku akan tunggu kak Kevin disini sampai pulang meeting." ucap Liza yang berdiri dibalik tiang besar samping lobby.


***___***


to be continued


😂😂😂😂 apa yang akan terjadi selanjutnya...

__ADS_1


jangan lupa like, komen nya.


__ADS_2