
Happy Reading 😘
**__**
Di dalam ruangan private hotel Kevin yang membopong Kania masuk kedalam lalu mendudukannya di atas sofa.
"Bagaimana kaki mu, apakah ada yang terkilir?"
"Berhentilah memperhatikan aku, kamu boleh ko memarahi ku!"
"Memarahi mu untuk apa?"
"Ya gara-gara aku acara penting mu jadi berantakan. Karena kecerobohan ku, kamu jadi malu. Seperti nya aku harus berfikir ulang!"
"Kamu ini ngomong apa sih? setelah itu kan sudah di serahkan kepada Andri dan aku yakin semua akan berjalan lancar, Jadi kamu jangan terlalu menyalahi dirimu sendiri itu juga kan bukan kesengajaan."
"Ya mau sengaja atau gak intinya aku udah buat kamu malu Vin. Coba deh kamu bayangin sekali lagi, kamu itu direktur hebat tampan. sementara aku siapa? Hanya gadis yatim piatu dan berasal dari kasta yang sangat jauh dengan mu. Aku hanya butiran debu Vin, apa kamu gak malu?!"
"Malu untuk apa? Aku memilih mu karena aku cinta sama kamu. Siapa bilang kamu orang biasa, justru karena kamu beda dan hebat kamu bisa membuat aku direktur hebat dan tampan ini terpikat oleh mu. Apa itu bukan hebat namanya?"
"Kamu ngeledek aku ya..." jawab Kania cemberut.
"Ha-ha-ha dasar aneh dipuji salah, gak di puji salah juga hadeh."
"Kita pulang aja yuk, aku gak nyaman disini!" ajak Kania.
"Ya udah ayo kita pulang. Mau ku gendong lagi sampai parkiran?"
"Gak usah aku bisa jalan ko."
"Bener nih,!"
"Iya, ayok."
__ADS_1
"Okey, bentar aku kabarin Andri dulu." Kevin mengeluarkan ponselnya menghubungi Andri berbicara singkat.
**
Sampai di apartemen
"Aku langsung tidur ya, lelah banget. Kamu juga harus istirahat jangan begadang besok kan harus kerja."
"Jangan lupa besok itu hari pertama kamu jadi asisten aku loh, jadi besok kita berangkat kerja bareng ya."
"Hemmm.." Kania berbalik badan tapi dengan cepat Kevin menahan tangannya.
"Eittt kamu gak mau ngasih aku kiss night nih?" tanya Kevin dengan alis yang sengaja di gerak gerakan.
"Huft.." Biar cepet beres dah urusan.
Mau gak mau Kania berbalik badan dan mencium pipi kanan kiri, dan kening.
"Udah kan"
"Ribet amat sih!"
"Begini yang bener tuh, diinget ya." Kevin menarik kepala Kania dan mengecup bibirnya dalam dan memaksa Kania untuk membuka mulutnya.
"Udah h..h..h.. mau bikin aku mati berdiri apa!" sambil mendorong badan Kevin.
"Gak enak ya berdiri, ayo kita tiduran aja he-he-he"
"Malessss.." berbalik meninggalkan Kevin menuju kamar.
***
Kantor Apple Group
__ADS_1
Kevin berjalan memasuki lobby bersama Kania yang mengikuti disampingnya. Sapaan salam karyawan ketika Kevin melintas diikuti lirikan heran karyawan dengan adanya wanita disamping Kevin.
"Eh siapa tuh cewek ko ngikut pak direktur?" julid satu
"Emang kamu gak tau, dia itu pacar nya pak Kevin yang waktu itu pernah datang ke sini yang katanya jadi asisten pak Kevin." julid dua.
"Oooh iya aku baru inget, ko biasa aja sih pacarnya bos. Kaya orang kampung gitu"
Kevin menoleh kearah perempuan yang sedang bergosip dan melotot tajam.
"Sepertinya sudah saatnya kita adakan pendisiplinan karyawan ya.!" ucap nya lalu memanggil Andri dan berbisik.
"Waduh gawat pak bos marah tuh, kamu sih ngomong nya tadi keras banget suaranya."
"Aduh kita bakal kena SP gak ya, bisa gak naik gaji dong."
"Kalian bertiga saya tunggu di ruangan saya,!" kata Andri.
Didalam ruang kerja Kevin.
"Vin... setelah aku pikir-pikir lebih baik aku berhenti jadi asisten pribadi kamu aja yah."
"Kenapa? Kamu mau pergi dari ku?"
"Bukan, kamu begitu hebat akan lebih nyaman jika aku bisa berdiri sejajar dengan mu dengan kaki ku sendiri."
"Apa karena gosip dari karyawan tadi?"
"Justru karena mereka yang membuat aku sadar dan berfikir. Aku yakin aku akan bisa berdiri disampingmu dengan usaha ku sendiri, jadi tolong ijinkan aku berhenti jadi asisten pribadi mu."
Kevin masih diam.
**__**
__ADS_1
to be continued ðŸ¤
Kevin bakal menyetujui nya gak ya,, lanjut baca aja lah.