
Alin mencoba berpikir,kalau-kalau ada setitik harapan untuknya agar tidak jadi menyerahkan mahkotanya namun,iya sudah terlanjur menyetujuinya dan lagi hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan Ayahnya.
"Wi,itu kau coba tolong suruh Ayu buat dandanin Alin sekalian juga pinjamkan pakaiannya?pokoknya sebisa mungkin jangan sampai ada kesalahan.Aku tidak ingin Tuan Mexco kecewa.Dia adalah pelanggan paling baik dan sering menyuntikkan dana buat bar kita,sehingga dapat maju dan banyak pengunjung seperti sekarang."Ucap Madam Elly yang tak ingin ada kesalahan sedikitpun.
"Baik Madam, saya akan membawa Alin ke kamar Ayu,memintanya untuk mendandani & meminjamkan pakaiannya untuk Alin."Jawab mbak Tiwi cepat, sambil mengajak Alin masuk kedalam Bar & menuju kamar Ayu.
...............
Disuatu ruangan tampak dua orang pria sedang berbicara.Tak lama datang seorang wanita parubaya mendekati.
"Maaf sebelumnya mengganggu Tuan ! Saya hanya ingin menyampaikan kalau,pesanan anda waktu itu sudah ada.Dan sedang bersiap-siap saat ini tuan!"Ucap Madam Elly kepada Mexco yang sedang berdiri didekat meja bar diruangan khusus VIP.
"Apakali ini benar-benar sesuai dengan pesananku madam?Kau tahukan, aku tidak suka mengulangi perkataan ku?Jadi jangan sampai kau mengecewakan ku lagi seperti kemarin!Ini peringatan terakhirku, Jika kau tidak ingin aku MEMUTUSKAN suntikan DANA di bar ini lagi ?!"Jawab Mexco dengan senyum smirk sambil menekankan kata memutuskan dan dana pada madam Elly.
"Ten-ten-tentu saja Tuan, saya selalu menepati janji saya..Dan terimakasih anda masih memberikan saya kesempatan Tuan.Saya minta maaf untuk masalah kemarin dan Untuk menebus kesalahan saya, kali ini saya tidak akan mengecewakan anda dengan pilihan saya Tuan."Ucap Madam gugup bercampur takut melihat tatapan Mexco yang tajam dan mematikan itu.
"Oh ****! Berhentilah kak,aku sudah bosan menasihatimu jangan bermain lagi dengan *******2 itu.Tidak kah kau merasa jijik,aku bahkan tak percaya kau bisa betah berlama dengan mereka,dan beganti-ganti pula.Apa kau tidak takut terkena penyakit kelamin?"Ucap Adam yang sudah kesekian kalinya.Tak bosan ia menyebutkan kata penyakit kelamin di dalamnya.
"Oh come on Adam,di jaman sekarang ini sudah biasa untuk berhubungan ONS,lagi pula aku selalu memilih tidak sembarang wanita bisa bermain dengan ku dan selalu menggunakan pengaman sebelum melakukannya."Ucap Mexco santai seperti dipantai dengan ombak n***u yang bergejolak dibawah sana.
"Hah..terserahlah kak,aku cuma ingin mengingatkan jika sudah puas bermainnya,jangan lupa nikahilah Caramel.Dia selalu menunggumu dan dia juga butuh kepastian darimu."Jawab Adam Kesal dengan kebiasaan kakaknya itu yang sulit sekali diubah.
__ADS_1
"Heh,jangan bermimpi aku akan menikahi wanita murahan itu bahkan seujung kuku pun dia tidak pantas menjadi istri ku.Kau tau kan aku mengencaninya terpaksa untuk meningkatkan popularitasku yang masih awam dulu.Sekarang aku sudah terkenal aku tidak butuh wanita seperti itu lagi."Jawab Mexco tak kalah kesal disuruh menikahi wanita ular, yang mana dia tau wanita itu sudah tidak gadis lagi, dan bahkan sering bergonta-ganti pasangan sebelum dengannya.
"Yang benar saja kak,apa karena sebelum denganmu dia sering gonta-ganti pasangan dan masalah dia sudah tidak perawan lagi,bukankah kau dengan dia sama kak?lalu kenapa kau tidak bisa menerimanya apa adanya, sedangkan dia bisa menerimamu apa adanya."Jawaban Adam yang menohok cukup membuat Mexco terkesiap,tak percaya adiknya yang penurut itu bisa berkata seperti itu dan bahkan menyamakannya dengan wanita ular itu.
Oh tidak,dia tidak sama dengan wanita ular itu jauh bahkan.
"Jaga ucapanmu Adam,aku tidak sama dengan wanita itu!Bahkan dia yang kau puji bisa menerimaku apa adanya itu nyatanya hanya ingin harta ku dan dia masih bermain liar diluar sana dengan pria-pria sembarang.menunggu?menunggu dari mananya,kalau ku tinggal seminggu untuk pemotretan diluar kota saja, dia sudah membawa pria lain keapartemennya itu bahkan dua,apalagi kalau kami menikah bisa-bisa rumah ku jadi apartemen kedua untuknya!"Jawab Mexco tak mau kalah.Sungguh jijik jika harus mengingat masa itu,dimana ia keluar kota untuk pemotretan eh,kekasih ularnya malah asik bermain diranjang dengan dua pria sekaligus.
"Tuan..em..itu,maaf sebelumnya..saya hanya ingin menyampaikan permintaan wanita itu!Dia ingin dibayar sebesar 150jt katanya dia sangat membutuhkan uang tersebut untuk ayahnya yang sedang sakit."Ucap Madam Elly memecahkan keheningan yang timbul diantara dua bersaudara itu.
"Hem,menarik! Berani juga wanita itu,bahkan aku belum melihatnya tapi sudah menentukan harga sebesar itu.Dan meski nanti aku sudah melihatnya, belum tentu juga aku tertarik & bern***u menyentuhnya."Gumam Mexco dalam hati.Walau tak seberapa baginya namun,uang itu cukup besar untuk seorang P*l*c*r yang bahkan belum berpengalaman sebelumnya.
Ya,belum tahu juga sih sudah berpengalaman belum **t*u wanita,dia bahkan belum mencicipinya.Bisa saja seperti kejadian kemarin, dimana dikiranya segelan eh,pas mau belah duren,Plong kayak gak ada yang nahan di daerah intim si wanita.Hingga dilihatnya kasur tak ada noda yang mana membuat moodnya hilang bahkan langsung meninggalkan wanita itu sendiria*n .
"Baik Tuan,Saya permisi!"Jawab madam kemudian pergi menuju kamar Ayu untuk melihat apakah Alin sudah siap.
................
Di kamar yang kecil itu tampak wanita yang hanya menggunakan dandanan tipis, tak mengurangi aura kecantikannya yang memikat.Dia juga menggunakan dress merah se** tanpa lengan, dengan hanya ada tali di bagian lehenya,hingga menampakkan lengan dan punggung belakangnya yang putih mulus.Bahkan, panjangnya diatas lutut hingga menampakkan pahanya yang putih tak bernoda.
Dengan rambut panjang yang dikuncir satu kebelakang, menampakkan leher jenjangnya yang mulus tanpa cela bahkan menambah kesan s*** pada dirinya.
__ADS_1
"Alin,apa kau sudah siap?"tanya mbak Tiwi sambil tangan kanannya memegangi punggung Alin dan tangan kirinya berada di pundak Alin,menghadap cermin lemari yang besarnya cukup untuk dua orang.
Alin hanya diam terpaku pada pikirannya yang sudah kemana-mana.Ingin rasanya cepat-cepat melakukannya,agar dapat pergi kerumah sakit untuk menjenguk ayahnya.
"Bahkan gue berbakat juga dalam mendandani orang lain ya Wi!"Puji mbak Ayu untuk dirinya.
"Bukan kau yang berbakat tapi,memang Alin sudah cantik dari sananya.Didandani dikit aja sudah seperti peri cantiknya."Jawab mbak Tiwi yang sangat memuji kecantikan Alin,bahkan sempat membuatnya pangling dengan kecantikan Alin tersebut.
"Iya..iya deh gue akuin emang adek lo satu ini tuh cantiknya kebangetan..hehe.."jawab mbak Ayu sambil sedikit cengengesan.
Tak lama bunyi pintu dibuka pun mengalihkan perhatian mereka.Terlihat Madam sedikit pucat karena takut tadi berhadapan dengan Tuan Mexco.
"Bagaimana sudah siap Alin?Tuan menyuruh kita langsung membawa Alin kekamarnya.Dia hanya memberi kita waktu 10 mnt."ucap madam terburu-buru.Takut waktu yang diberikan habis,bisa gawat nanti menghadapi amarah Tuan Mexco.
''Alin sudah siap madam..saya sudah mendandani & mengganti pakaiannya"ucap mbak Ayu cepat.
''Baiklah kalau begitu Wi cepat kau antarkan Alin kekamar Tuan Mexco.Jangan sampai dia yang menunggu duluan mengerti!"Ucap madam
"Iya madam kalau begitu saya dan Alin permisi ke kamar Tuan."jawab mbak Tiwi sambil mengajak Alin untuk mengikutinya keluarkamar, dan menuju Kamar yang akan menjadi saksi,hilangnnya harta yang di jaga oleh Alin selama ini.
Bersambung...
__ADS_1
Sorry baru Up lagi ada gangguan tempat Author 🙇 Disini Author juga masih bingung mau buat adegan pertemuan Mexco & Alin.Jadi nanti Bab selanjutnya aja ya reader, butuh proses mayan lama 😆 takut gak dapet nuansa"ber-Ah riahnya 💕🙈😂
Dan buat cerita Alunanya, nanti ya reader 😊 soalnya disini Author mau fokus sama cerita orang tuanya dulu biar mudah nanti masuk kecerita Utamanya 😉