Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Berpisah bersama Hujan


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Keesokan harinya...


Di Hari Minggu pagi Kania yang bangun pagi-pagi sekali dengan segera mencari ponselnya. Kemarin setelah dari taman tanpa mengganti pakaian kerja nya sudah langsung tidur dengan lelah nya.


"Kemana hape ku?" gumamnya meraba sekitar kasur.


Mencari no Ivan dan mendial nya. Menunggu sesaat nada dering Tut Tut berganti dengan nada sambung lagu.


"Assalamualaikum pagi kak Ivan. Maaf ganggu aku mau bertemu kak Ivan hari ini apa bisa?"


"Ada apa Kania?"


"Ada sesuatu kak, boleh ya kita ketemu di taman dekat kost Nia."


"Baiklah aku akan kesana sekarang ya, nanti kalau sudah di taman kakak telpon kamu."


"Okey kak, Terima kasih dan hati-hati ya kak." sambungan telepon dimatikan.


Bangun dari kasur mencari handuk dan berlari ke kamar mandi. Jarak rumah Ivan dan kost Kania tidak terlalu jauh, jadi Kania harus dengan segera bersiap diri sambil menunggu telepon dari Ivan.


15 menit kemudian..


Kania meminum teh hangat yang ia buat lumayan bisa menghangatkan hati dan tubuhnya yang dingin. Berpakaian santai di hari Minggu, dan duduk di depan pintu kamar kost dengan hape di tangan nya. Tak selang berapa lama ponselnya berdering panggilan masuk dari Ivan.

__ADS_1


"Halooo iya kak,?"


"Aku sudah sampai taman."


"Oh oke, Nia kesana sekarang kak." memutus sambungan telepon dan mencari kunci kamar lalu keluar. Berjalan ke taman dengan jarak sepuluh menit berjalan kaki. Dalam area taman Kania celingukan mencari Ivan yang tak nampak di sisi manapun dari taman itu.


"Hei..!" sapa Ivan dari belakang


"Eh kak Ivan, ya ampun bikin kaget aja. Kirain kelamaan nunggu kak Ivan pulang he-he-he" jawab Kania tersenyum.


Nia, jangan tunjukan senyum itu lagi, aku mungkin akan goyah.


"Duduk disana aja yuk" ajak Kania


"Boleh."


"Mungkin lusa, kenapa?"


"Aku antar sampai bandara ya, biar gimanapun juga aku kan kenal dengan Asti dan aku ikhlas kak Ivan bahagia dengan Asti."


"Gak perlu Nia, terimakasih. Tapi kamu gak perlu repot-repot mengantar kami."


Aku harap ini pertemuan kita yang terakhir Nia, aku tak akan sanggup jika harus melihat dan melepaskan diriku pergi ke tempat jauh dengan wanita lain di bandara.


"Oh begitu baiklah, Aku doakan semoga kalian selamat sampai tujuan dan selalu diberikan kebahagiaan." jawab Kania


Aku paham kak, terimakasih melarang ku mengantar ke bandara. Karena mungkin aku juga tidak akan kuat melihatnya. Bagaimana kak Ivan satu-satunya pria yang paling mengerti diriku.

__ADS_1


Tanpa disadari cuaca langit yang tadinya cerah dengan cepat berubah menjadi mendung dan terdengar bunyi petir kecil di kejauhan. Mungkin daerah sana sudah lebih dulu turun hujan.


"Wah ko mendadak mendung sih?" tanya Ivan.


"Iya yah ko mendung, gak pa pa mendung tidak berarti hujan kak."


"Nia, sepertinya ini adalah pertemuan kita yang terakhir. Jaga dirimu baik-baik, jaga kesehatan dan jangan terlalu sering makan mie instan." pesan Ivan.


"Kenapa pertemuan terakhir kak Ivan kan masih Minggu depan pergi nya?"


"Aku mungkin akan sangat sibuk setelah ini."


"Ya sudahlah kalau begitu. Oiya ini kak aku kembalikan cincin yang pernah kak Ivan kasih, karena masih ada Asti yang layak memakainya." Kania mencopot cincin dari jari nya.


Cincin itu masih dipakai rupanya, maafkan aku Nia, harus dengan cara seperti ini aku meninggalkan mu, kamu tak perlu tau apa sebab sebenarnya aku memilih menyerah. Aku harap kamu bisa menemukan kebahagiaan mu.


"Baiklah aku ambil ya, aku pamit kamu juga pulang mendung nya semakin gelap, bye Kania" jawab Ivan lalu berbalik badan dan pergi.


Kania masih berdiri terpaku melihat punggung Ivan yang berjalan jauh dan semakin menjauh, hingga hujan pun akhirnya turun dengan derasnya tanpa aba-aba.


*Maaf kan Nia kak, karena sebenarnya Nia lah yang sudah mengkhianati cinta tulus kak Ivan. Nia sudah menerima cinta Kevin.


Maafkan aku Nia, tidak bisa menjagamu lagi. Semoga pria itu bisa menggantikan posisiku untuk menjagamu dan kamu bahagia dengan nya*.


**__**


to be continued 🤭

__ADS_1


__ADS_2