
Happy Reading
****____****
Kevin yang lelah dan juga tak bisa menemui Kania pun akhirnya ambruk pingsan.
"Tuan muda,,!!" seru asisten
"Astaga Kevin!!" ucap kakek.
"Cepat bawa Kevin ke kamar nya, dan segera panggil dokter." ucap kakek lagi.
Beberapa pelayan pria menggotong Kevin ke kamar.
Tak berapa lama kemudian dokter datang, dan langsung memeriksa Kevin dengan teliti dan memberikan obat.
"Gak pa pa tuan Kevin hanya kelelahan, setelah dia sadar berikan obat dan biarkan dia istirahat." ucap dokter.
****
Keesokan harinya, matahari masuk kedalam kamar melalui celah ventilasi. Sinarnya yang menyilaukan mata membuat Kevin mengerjap dan membuka mata.
"Akhirnya kamu bangun juga, dari pingsan, di periksa dokter kamu masih aja tidur." ucap mami Kevin.
"Mami, Liza?? ko ada kalian emang aku dimana?" tanya Kevin lemah.
"Kak Kevin ada di Jerman, kakak pingsan." jawab Liza
__ADS_1
"Kamu itu kelelahan jadi badan mu lemah, jadi kamu harus istirahat sehari lah biar pulih." kata mami
"Jerman, astaga Kania? mana Kania, aku harus mencari Kania?" seru Kevin seperti ingat sesuatu lalu beranjak bangun.
"Kevinnn,,, kamu gak dengar apa kata mami ya? Kenapa di kepalamu hanya ada nama wanita itu? Memang dia sebaik apa sih?"
"Mam,,, aku mencintai Kania, dan hanya Kania yang ingin aku bawa untuk menemaniku menjalani hidup sampai aku tua. Mami kan tau, dari dulu aku hanya menganggap Liza itu sebagai adik gak lebih."
Liza diam menunduk.
"Huft.. terserah kamu lah Vin, kalau memang itu sudah menjadi pilihan kamu yang gak bisa di ubah lagi mami bisa apa. Yang perlu kamu tau memilih pacar itu beda dengan memilih teman hidup, kamu harus teliti."
"Justru itu mam, Kania ini beda dari pacarku sebelumnya. Aku hanya mau Kania mam."
"Ya sudahlah." mami pun keluar kamar.
"Ehmmm kak Kevin tenang aja, Liza bakal bantu kak Kevin untuk menemukan kak Kania." ucap Liza .
"Iya kak,, Liza ngerti ko cinta n perasaan gak bisa di paksa."
"Untung kamu ngerti."
"Ya udah kita ketemu sama kakek dan papi yuk kak?"
"Ngapain males banget, kakak lagi gak pengen ketemu kakek. Kakak mau mencari Kania."
"Tapi kak kalau kita gak ngomong sama dua pria keras kepala itu bagaimana mereka paham isi hati kita kak. Dan lagi pula kita juga harus membatalkan pertunangan kita kan."
__ADS_1
"Iya juga sih, dari dulu aku selalu mengikuti apa kemauan kakek. Dari aku kecil hidup ku di atur oleh kakek harus begini harus begitu jangan begini jangan begitu. Semua karena aku sayang sama kakek dan berharap sikap keras kepala dan pemaksa kakek bakal berubah kalau aku menurut, tapi malah makin menjadi."
"Ya udah sabar aja kak, sekarang kita jelaskan sama kakek n papi kalau kita gak mau tunangan apa lagi nikah."
"Sudah cukup aku mengalah dan mengikuti semua mau kakek, tapi gak untuk hidup pribadi ku."
"Liza doakan semoga kak Kevin dan kak Kania bisa bersatu."
"Aamiin, kakak juga berdoa semoga Liza adik kakak yang imut ini mendapatkan pria baik yang tulus mencintai Liza."
"aamiin. Oiya kak, aku ada 1 pertanyaan yang sebenarnya dari dulu pengen banget Liza tanyain."
"Pertanyaan apa? tanya aja."
"Dulu waktu Liza datang kesini pertama kali, waktu itu hujan deras terus mati lampu juga sampai Liza kaget dan menangis. Kalah gak salah waktu itu kak Kevin sambil peluk Liza bahkan cium kepala Liza dan bilang kalau kakak gak akan pergi meninggalkan Liza selamanya, iya kan kak?!"
Kevin diam menatap langit-langit kamarnya mencoba mengingat.
"Dih perasaan kakak gak pernah ada ngomong gitu deh, waktu itu kan kakak langsung pergi cari senter dan lilin."
"Masa sih, terus yang ngomong dan peluk nenangin Liza siapa?"
"Lah kamu lupa,, coba ingat-ingat lagi selain kamu, aku ada siapa lagi di kamar waktu itu?"
Kali ini Liza yang berfikir mengingat, memori flashback kenangan Liza yang meringkuk ketakutan dalam gelap dipeluk oleh seorang pria berjaket, Liza yang sesekali teriak ketika petir menyambar.
Astagaaa....
__ADS_1
****___****
to be continued 😂