
Happy Reading 😘
**__**
"Yah sepertinya ide tunangan gak buruk ya, aku memang ingin serius dengan Kania. Tapi kalau saat ini aku masih harus bekerja keras untuk menjadi lelaki mapan, karena aku gak mau Kania akan merasa susah hidup bersama ku!" jawab Ivan.
Kania menoleh menatap Ivan dengan hati yang sakit dan bimbang.
"Wah..wah.. Kania kamu gak cerita sama aku ya soal ini?" kata Ayu.
"Ha-ha-ha gimana mau cerita aku aja baru tau sekarang."
"Iya aku baru bilang setelah dapat ide dari kalian. Seperti nya dengan ikatan pertunangan itu bisa membuat aku tak akan kehilangan Kania." ucap Ivan.
Kak Ivan benar-benar pria yang baik dan tulus. Aku yakin akan bahagia dengan kak Ivan, sepertinya mulai sekarang aku harus memantabkan hati dengan kak Ivan. Kalau memang tunangan itu keinginan kak Ivan, baiklah aku akan mengikuti nya.
"Ooohhh seperti itu, Kania gimana tuh?" tanya Ayu.
"Tapi sepertinya Kania masih ragu dan enggan." balas Ivan.
"Ah,, gak ko siapa yang ragu. Aku bersedia." jawab Kania akhirnya.
"Yeeeee,,, jangan lupa undang aku ya. Atau kita barengan aja tunangan nya?" kata Ayu.
Kedua pasangan pun asik ngobrol satu sama lain sambil menikmati hidangan yang sudah mereka pesan dengan lahap n nikmat. Setelah bersantai sejenak setelah makan mereka berpamitan.
"Alhamdulillah makasih ya Ayu, Baim untuk traktir an nya. Semoga kalian berdua langgeng." dia Ivan.
"Aamiin kalian juga ya semoga awet dan bisa sampai ke pernikahan." balas Baim.
__ADS_1
"Karena sudah malam, kita pamit pulang ya besok masih harus kerja, sekali lagi terimakasih." ucap Kania
"Iya Kan, sama-sama jangan lupa undang kita ya saat kalian tunangan."
Mereka berpisah di restoran, Kania dan Ivan melangkah keluar untuk pulang.
Keesokan paginya...
Ivan sudah menjemput Kania untuk diantar kerja, Ivan menunggu Kania didalam mobil. Begitu Kania muncul dan masuk kedalam.
"Nia,, ini ada sarapan untuk mu, dimakan ya." kata Ivan menyodorkan sebungkus besar berisi bermacam aneka kue.
"Wah bungkusnya besarnya, ini banyak sekali kak, kita bagi dua aja sama kakak aku gak akan habis sebanyak ini?"
"Gak pa pa kamu makan yang kamu suka, yang gak kamu suka kamu bagikan sama teman kerja mu aja. Soalnya aku tadi bingung kamu suka kue apa aja..."
"Ya ampun kak Ivan, sampai repot gitu. Oiya karena kita sudah merencanakan akan bertunangan sudah seharusnya tidak ada lagi sesuatu yang dipendam sendiri."
"Jadi gini kak, kemarin aku baru dapat kabar kalau aku mulai hari ini di pindahkan ke kantor pusat Apple Group."
"Hah,,, kok bisa? jadi kantor kamu anak cabang si Kevin?"
"Iya kak kantor ku itu sudah di beli oleh Apple Group, dan aku hari ini sudah harus ada di kantor yang baru. Sebenarnya aku males banget kak tapi karena kontra kerja yang tidak boleh karyawan nya berhenti kerja selama enam bulan kalau tidak aku harus membayar uang kompensasi."
"Hemmm lalu..."
"Ya mau gak mau aku ikutin keputusan atasan kak, daripada harus bayar. Tapi kak Ivan jangan khawatir ya. Aku memang berencana hari ini mau bicara dengan Kevin, aku mau memberikan dia peringatan keras untuk tidak lagi mengganggu ku. Karena aku tunangan kakak."
"Iya, iya, aku percaya sama kamu Nia. Kalau ada apa-apa kamu harus seperti ini ya cerita padaku."
__ADS_1
"Iya kak, aku akan coba terbuka dengan kakak."
"Ya sudah ini berati kita langsung ke kantor pusat Apple Group ya?" saat lampu lalu lintas akan berubah warna jadi hijau.
"Iya kak."
Mobil pun berbelok menuju ke arah yang lain dari biasanya. Hingga akhirnya Kania meminta untuk berhenti di jalan sebelum kantor.
"Berhenti di ruko yang itu aja kak, jangan masuk ke dalam kantor."
"Kenapa..?"
"Gak pa pa kak, aku males kalau harus jadi omongan karyawan yang diantar dengan mobil he-he-he."
"Ya sudah." Mobil berhenti sesuai yang Kania mau.
"Aku kerja dulu ya kak, kak Ivan juga hati-hati di jalan."
"Oiya Kania sebentar" Ivan merogoh saku jas nya.
"Apa kak?"
"Aku ingin memberikan sesuatu, emang bukan berlian tapi ini benda warisan turun temurun keluarga ku, dan ini terakhir dipakai mama ku." ucap Ivan sambil menyodorkan kotak kecil berwarna navy lembut ke Kania.
Kania menerima nya dengan agak kaget, dibuka nya pelan kotak lembut itu dan nampak sebuah cincin biasa dengan sebuah batu Swarovski kecil yang menghiasi diatasnya cincin simple yang manis.
"Aku harap kamu mau menerima dan memakainya." ucap Ivan lagi.
__ADS_1
to be continued ðŸ¤
Jangan lupa like jempolnya ya 😘😘😘