Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Terpesona


__ADS_3

Happy Reading 😘


***__***


Ivan mengungkapkan keinginannya untuk memiliki dan melindungi Kania seutuhnya dan juga selamanya. Dengan tegang dan gugup Ivan memeluk Kania.


Kak Ivan apakah dia melamar ku..???


"Kak Ivan, apa yang barusan kak Ivan katakan?"


"Aku serius Kania, aku ingin menjaga mu."


"Tapi kak aku,,,"


"Kamu tak perlu menjawab nya sekarang, pikirkan lah baik-baik niat tulus ku. Aku akan menunggunya."


"Hemmm baiklah."


Ivan melepaskan pelukannya. "Sampai kamu benar-benar yakin dengan hati mu, aku tidak akan mengganggu mu."


"Maksudnya..?"


"Iya, aku tidak ingin terkesan memaksa dirimu, aku memberikan mu waktu untuk memantabkan hati mu. Aku akan menunggu nya." jawab Ivan.


"Maaf ya kak, tapi aku akan memikirkan nya."


"Ya sudah, ayo kita pulang."


****


Beberapa hari kemudian...


"Akhirnya selesai juga pekerjaan ku, lelah sekali aku hari ini." gumam Kania


Sambil merapihkan meja kerjanya, mendorong kursi nya kedalam meja lalu berjalan keluar setelah mengambil tas nya.

__ADS_1


Kania keluar lobby berjalan menyusuri jalan menuju halte bus.


Sudah *beberapa hari aku tidak bertemu dengan kak Ivan. Gimana kabarnya ya? Aku seneng sih gak ketemu kak Ivan abis aku bingung harus jawab apa.


Harusnya aku senang ya, kak Ivan melamar ku. Yang kemaren itu ungkapan kak Ivan ingin bersama ku dalam ikatan kan? Tapi kenapa aku sama sekali gak happy*.


"Aaaaaaaa aku harus gimanaaaaa...!!" teriak Kania


"Kania kamu kenapa teriak-teriak..!!" suara dibelakang Kania membuatnya kaget.


Kania yang kaget mendelik kan bahunya dan menoleh ke belakang lalu mundur.


"Eeeee... ngapain kamu disini?" tanya nya gugup.


"Kamu ngapain teriak-teriak?"


"Bukan urusan mu!" jawab Kania sembari berjalan meninggalkan Kevin.


"Kania tunggu!!" seru Kevin


"Aku ingin bicara dengan mu?"


"Pak Kevin, apa bapak lupa apa yang saya katakan waktu itu. Kalau bapak hanya berambisi mendapatkan saya, bukan benar-benar mencintai saya. Hanya karena saya berbeda dari wanita bapak sebelumnya bapak jadi merasa tertantang untuk mendapatkan saya. Jadi tolong jangan ganggu saya.!"


"Kamu salah Kania, mungkin memang awalnya aku merasa tertarik karena kamu beda. Tapi ternyata setelah kamu pergi dan menjalin hubungan dengan pria lain, ada rasa kesal. Sampai aku yakin kalau aku memang mencintai kamu."


Kania agak sedikit terkejut.


"Saya sudah memiliki kekasih pak."


"Emang nya kenapa, kalau kamu sudah punya kekasih. Gak ada yang bisa ngelarang saya mencintai kamu sekalipun kamu sudah memiliki pacar. Saya tetap mencintai mu."


Lagi dan lagi Kania terkejut.


"Kayanya bapak tipe orang yang bebel ya dibilangin, terserah bapak lah. Mau cinta sama saya kek terserah bukan urusan saya. Permisi!!" Kania berjalan.

__ADS_1


Kevin pun tak diam saja, dia memilih mengikuti Kania berjalan dibelakang nya. Kania jalan cepat Kevin pun mengikuti cepat.


Ya ampun nih orang, ngapain lagi malah ngikutin. Gak punya arah dan tujuan kali ya.


"Pak,, berhenti mengikuti saya!" Kania berhenti dan berbalik.


"Saya akan tetap mengikuti kamu, ada hak apa kamu larang saya. Ini kan kaki saya." jawab Kevin santai.


"Bapak tau gak, bapak itu bos tajir yang digandrungi banyak wanita, saya risih kalau harus melihat tatapan orang yang seperti memandang rendah saya. Jadi berhenti mengikuti saya.!"


"Oh karena penampilan saya, okey gampang. Ayo kita ubah penampilan!!" seru Kevin sambil menarik tangan Kania.


"Eeeee....!"


Kania dibawa ke sebuah toko dan bingung.


"Diam disini ya jangan kemana-mana, atau aku akan memakan mu." ancam Kevin.


"hemmm..!" sambil mengerutkan bibinya.


Kevin masuk kedalam dan setengah jam kemudian keluar dengan penampilan kasual nya, memakai celana jeans kaos santai dan jaket serta topi tapi tak menutupi ketampanan nya, malah terlihat semakin cool.


Kevin mecolej pundak Kania yang masih menunggu di luar toko enggan masuk. Kania menoleh dan berkedip mata beberapa kali melihat pemandangan cowok tampan didepannya.


"Heiii malah bengong, kaget ya aku emang tampan ko. Mau pakai apapun ya tetep aja tampan."


"Oiya,,, coba pakai karung goni masih tampan apa gak!" sindir Kania sambil berjalan.


"Kania tunggu..!" teriak Kevin menyusul.


***__***


Sory sayang,, baru sempet Up 🙈🙈 jangan marah ya. Gak baik marah-marah...


Lanjut baca ya sampe mabok

__ADS_1


__ADS_2