
Happy Reading 😘 Setelah Libur Up di hari Minggu kita jumpa lagi.ðŸ¤
**__**
Dua Minggu kemudian, sebulan sudah berlalu Kania melewati hari-hari terakhir tanpa Kevin.
"Hoaaammmm" dengan rasa malas dan ngantuk Kania mencoba bangun setelah semalam dia merapikan barang-barang nya dan hari ini dia harus keluar dari apartemen Kevin.
"Mandi dulu, sarapan sebentar baru telpon pak Andri." gumamnya mengambil handuk lalu ke kamar mandi.
Rasa segar yang dirasakan Kania berbanding terbalik dengan rasa kosong di hatinya yang masih belum dia sadari. Berjalan ke dapur memasak mie instan terakhir yang dia bawa masuk kedalam apartemen sebulan yang lalu.
Mencuci peralatan makan dan masak yang telah ia gunakan dan segera mengeluarkan koper dari dalam kamar lalu duduk sebentar di sofa.
"Halo pak Andri, ini saya Kania. Maaf mengganggu waktu bapak, saya hanya ingin pamit keluar dari apartemen Kevin. Seperti perjanjian saya dengan Kevin sebulan yang lalu, kami berhubungan hanya sebulan. Saya sudah menepati dan menuruti apa mau pak Kevin, jadi saya harap pak Kevin pun tetap memegang janjinya untuk tidak lagi mengusik panti asuhan."
"Mbak Kania, tolong jangan pergi dari sana, sampai Kevin kembali."
"Maaf pak saya gak bisa. Saya tetap akan pergi dari apartemen ini."
"Begini mbak Kania, Kevin itu kan sedang di Jerman saya takutnya kalau Kevin kembali dan mbak Kania pergi saya takutnya Kevin bakal marah."
"Pak Andri tenang aja, saya sudah mengirimkan pesan ke pak Kevin, jadi keputusan saya sudah bulat. Saya permisi terimakasih." Kania menutup ponselnya.
Kania pun segera menarik kopernya dan melangkah ke pintu.
Selamat tinggal Kevin, aku akhirnya bebas dari genggaman si gila mesum itu. Yaaaa aku pasti akan semangat melanjutkan hidupku dan menata kembali dengan lebih baik lagi. Mulai sejak aku keluar dari apartemen ini aku akan bersemangat bekerja.
Semangat Kania....
Kania melangkah turun dan keluar lobby apartemen, menuju halte bus dan kembali ke kost nya. Duduk sebentar sesaat sebelum menaiki bus yang kebetulan berhenti di depan. Segera naik tanpa menunggu lama dan bus pergi meninggalkan halte.
****
5 Bulan Kemudian...
Suara dering ponsel mengagetkan Kania yang sedang asik dan sibuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan. Beberapa bulan berlalu Kania menjalani hidup dengan happy dan lebih semangat, setiap ada waktu senggang dia mencoba mencari lowongan dan mengirim CV melalui email.
Kehidupan nya berjalan normal, perasaan dan beban yang menghimpit nya masalah panti dan Kevin bisa terselesaikan dengan baik meskipun dia harus berkorban dengan tubuhnya. Tak perlu ada yang tau apa yang dia lakukan demi kebahagiaan panti.
Seperti hari ini di jam tanggung, Kania masih saja asik dengan laptop bekas yang dia beli dengan mencicil milik ka Wati teman kerja nya di minimarket. Mengirimkan CV dan mencari lowongan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.
Suara dering lagu dari ponselnya membuatnya teralihkan, melirik sekilas dan meraihnya.
"Halooo Ayu, apa kabar kamu?"
__ADS_1
"Idih somse nya sahabat ku ini, lagi apa Nia?"
"Idih mana ada aku somse, aku lagi biasalah cari kerjaan di internet. Kamu sendiri gimana jadi tunangan kapan? Widih sebentar lagi bakal ada yang jadi nyonya Ali nih ha-ha-ha"
"Ha-ha-ha bisa aja kamu, iya doain ya semoga semua berjalan lancar."
"Aamiin."
Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar ya.
"Yu.. bentar ya ada yang ngetok pintu deh kayanya,?"
"Ya udah sana liat siapa yang datang, tapi gak usah di matiin telpon ku."
"Iya iya.."
Kania berdiri menuju pintu masih dengan ponselnya yang dia bawa.
"Loh kak Ivan, ada apa kak?"
"Hai Nia, kamu apa kabar? Sudah lama banget ya aku gak kesini, kamu baik-baik aja kan?"
"Iya baik, ada apa ya kak?"
"Ehmmm gini apa kamu ada waktu hari ini? Ada yang mau aku bicarakan sama kamu?!"
"Yuuu... maaf ya aku..."
"Iya iya udah denger, ya udah sana semoga sukses ya sama siapa tadi kak Ivan"
"Sukses apaan sih, aku sama kak Ivan tuh cuma temen aja."
"Iya dari temen jadi demen"
"Gak lah, udah ya byeeeee."
"Byeeeee"
Kania meletakkan ponselnya dan dengan cepat berganti pakaian lalu mengambil tas dan berlari keluar.
"Maaf ya kak lama"
"Gak ko, kunci pintunya."
"Kak Ivan mau ngomong apa?"
__ADS_1
"Maaf ya beberapa bulan belakangan ini aku gak ada kabar ke kamu, aku di dapat tugas dari kantor untuk menghandle perusahaan cabang di luar kota dan Minggu kemarin aku baru kembali."
"Oh iya gak pa pa kak. Aku juga pas kebenaran lagi sibuk juga sama tugas kuliah dan kerja aja sih."
"Iya, dan Alhamdulillah setelah perusahaan memberikan kepercayaan dengan menaikkan jabatan aku, dari staf menjadi kepala divisi."
"Alhamdulillah selamat ya kak. Wah kalau gitu gimana kalau Nia traktir makan sebagai ucapan syukur kakak naik jabatan."
"Ha-ha-ha gak usah lah Nia, itu bisa nanti. Sebenarnya..."
"Kenapa kak?"
"Sebenarnya ada yang mau kakak omongin sama kamu?"
"Apa itu, ngomong aja kak jangan di tahan."
"Sebenarnya sudah lama aku suka sama kamu Nia, apakah kamu bersedia jadi pacar ku?"
Kania berkali-kali mengerjakan matanya kaget dan tak percaya kalau kak Ivan menyatakan perasaannya, selain diam tak ada lagi yang bisa Kania lakukan.
"Hei Kania,, ko malah bengong?"
"Eh iya he-he-he kaget aja kak."
"Kaget kenapa? kamu gak suka ya?"
"Ehmmm itu bukan gak suka sih kak, tapi ehmm apa ya, gimana bilang nya ya?"
"Kenapa, ada apa Nia?"
"Nia gak pantes buat laki-laki sebaik kak Ivan. kak Ivan sukses, baik, perhatian, penyayang, gak adil rasanya kalau kakak suka sama aku."
"Maksud kamu gimana?"
"Eh.. gak pa pa kak, maaf nanti Nia pikir-pikir dulu ya kak. Sekarang kita cari makan aja yuk Nia laper."
"Ya udh kalau mau dipikirkan dulu gak pa pa, tapi aku akan selalu menunggu kamu Nia."
Kania hanya tersenyum dan berjalan.
**__**
To be continued ðŸ¤
Kasian amat ya kak Ivan n Kania harus terjebak di situasi sulit. Ivan dengan cintanya, sementara Kania dengan kesedihan yang selalu menganggap dirinya tak layak untuk laki-laki sebaik Ivan.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir memberikan Like nya. Masih jangan lupa Like, vote dan Gift.