
Happy Reading 😘
**__**
"Hemmm apa kita bisa bicara sebentar?!" tanya Kevin canggung.
"Iya."
Kania berjalan menuju salah satu coffe shop yang ada disana diikuti Kevin. Coffe shop itu termasuk spot yang paling indah, kenapa indah? karena ada satu spot didalam cafe itu yang bisa melihat pesawat yang terbang dari balik kaca cafe.
Kania duduk di meja agak sudut diikuti Kevin yang juga duduk di depannya. Seorang pelayan datang menghampiri dan memberikan buku menu. Kania hanya memesan air mineral botol. Menatap keluar kaca nampak pesawat hilir mudik bergantian.
"Ehmmm Kania, sebelumnya aku minta maaf padamu karena telah egois dan selalu membuatmu sakit hati." ucap Kevin.
Kania menoleh.
"Aku akhirnya setelah beberapa hari ini merenung dan menyadari apa yang membuat kita menjauh dan seperti menjaga jarak?!"
"Dulu sebelum aku kenal dengan mu, aku banyak memiliki kekasih dan mereka semua mungkin memang mencintai ku entah itu tulus atau karena uang dan kekuasaan ku. Dan aku hanya tau cara menyenangkan mereka dengan cara memberikan mereka uang dan segala kemudahan. Sampai akhirnya hal itu menjadi kebiasaan ku. Begitu aku bertemu dengan mu aku hanya tau itu, maafkan aku karena aku tidak pernah memikirkan hati dan perasaan mu yang selalu ingin mandiri."
"Sejujurnya aku hanya ingin kamu senang makanya aku selalu berusaha membuatnya mudah. Aku gak tau kalau yang ku lakukan justru membuat mu kecewa dan marah. Aku salah Kania, aku mohon maafkan aku?"
Kania menatap mata Kevin dalam mencari kebenaran dalam matanya dan dia tidak menemukan sedikit kebohongan disana.
__ADS_1
"Iya aku memaafkan mu." ucap Kania akhirnya.
"Kamu beneran maafin aku?"
"Iya aku maafin asalkan jangan lagi seperti itu, biarkan aku melakukan urusan ku seperti sewajarnya."
"Iya, tapi kalau kamu butuh bantuan ku jangan sungkan untuk bilang ya."
"Iya, kalau aku udah mentok nanti aku ngomong."
Akhirnya mereka pun berbaikan dan berpelukan bersamaan dengan sebuah pesawat yang kembali melintas.
"Ngomong-ngomong setelah Cynthia pergi apa yang akan kamu lakukan?"
"Lalu setelah itu?"
"Aku belum memikirkan nya, kepergian mbak Cynthia ke Inggris sangat mendadak."
"Gimana kalau kamu kembali kerja di kantor ku lagi?!" kata Kevin dengan ragu.
"Hah,!! balik ke Apple Group lagi?!"
"Iya kenapa emangnya?"
__ADS_1
"Apa kata dunia? tapi kalau gajiku di naikkan hemmm boleh juga deh ha-ha-ha"
"Dasar yang ada di kepalamu itu selalu uang uang dan uang, tapi kalau di kasih uang cuma-cuma gak pernah mau, Aneh!"
"Aku hanya mau uang menikmati uang dari hasil kerja ku, karena aku masih sanggup untuk mencari uang bukan meminta uang."
"Ehmmm Kania gimana kalau kita menikah aja?!" ucap Kevin pelan.
Kania bengong.
"Jangan bercanda Vin!"
"Aku gak bercanda, untuk hal semacam ini aku selalu serius. Aku akan mengatur waktu untuk kita pergi ke Jerman bertemu dengan mama dan kakek ku. Bagaimana pun juga mereka harus tau dan mengenal mu!"
"Tapi apa kamu yakin?"
"Kania aku mencintaimu kenapa aku harus tidak yakin dengan perasaan ku! Maaf aku melamar mu kali ini dengan tangan kosong, tanpa persiapan cincin berlian dan bunga."
"Vin, aku gak butuh materi seperti itu. Sewajarnya saja sudah membuat ku bahagia terlebih lagi ketulusan hati dan perasaan mu untuk ku itu yang aku inginkan lebih dari apapun."
"Kamu memang berbeda Kania." Kevin kembali memeluk dan mencium Kania lembut.
***__***
__ADS_1
to be continued ðŸ¤