Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Ketulusan Cinta


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Bu Alfi dan Kania masuk kedalam ruang tengah melewati meja makan mungil sampai tiba di pintu belakang yang sedang terbuka. Nampak tak jauh dari sana di sebuah balai bambu seorang pria dengan pakaian jas lengkap duduk di kelilingi beberapa anak kecil. Terlihat akrab dan seru disela percakapan mereka diisi dengan tawa.


Hah... Kevin


Sedang apa dia disini...


Kania berjalan mendekat, kedatangan nya membuat perhatian beberapa anak kecil disekitar Kevin teralihkan.


"Itu kak Kania,, kak Kania sudah kembali." ucap seorang anak yang memakai kaos biru.


"Kakak jangan pergi lagi ya kak" timpal anak dengan kacamata bulat.


"Iya sayang kakak disini. Kalian apa kabar? Dan kamu sedang apa disini?" kata Kania


"Loh, kak Kania kenal dengan Om Kevin?" tanya anak berbaju biru dengan polos nya.


Apa-apaan ini anak, dia manggil Kania dengan sebutan kak, kenapa mereka dari tadi memanggil ku dengan sebutan Om. Apakah aku setua itu huft...


"Hei,, jangan panggil aku Om. Panggil aku KK Kevin juga dong, gimana sih!"


"Kenapa om Kevin, minta di panggil kakak. Tadi waktu kami manggil Om, Om gak kenapa-kenapa?!"

__ADS_1


Kania merasa geli dan menahan tawa nya dengan menutup mulutnya, Kevin sempat melihat sekilas dan Kania membuang muka.


"Ya sudah terserah kalian aja, sekarang kalian main disana dulu ya, kak Kevin mau bicara dengan kak Kania dulu."


"Om Kevin bukan kak..."


"Iya iya Om Om,,, udah sana!"


"Adek-adek kakak mau bicara dengan Om ini sebentar ya. Boleh kan?"


"Okey kak, kami mau kedepan, dah. Ayo gaesss kita maen ayunan di depan." ucap anak itu seraya mengajak temannya keluar.


Kania berjalan dan berdiri di pagar belakang, diikuti Kevin.


"Ya ampun, segitu nya aku dimatamu. Memangnya aku terlihat sejahat itu apa?"


"Memang, dulu kan niat mu memang seperti itu.!"


"Itu kan dulu, sekarang aku sama sekali tidak memiliki niat sedikitpun untuk menjual panti ini."


"Baguslah, tapi kenapa?"


"Setelah aku melihat begitu banyak anak yang bermain dengan ceria, ada kerinduan disini. Kerinduan akan kebahagiaan kecil yang tidak pernah aku dapatkan."


Kania diam menanti kelanjutan cerita Kevin.

__ADS_1


"Aku lahir di keluarga kaya, mami dan papi ku yang sibuk membuatku di asuh oleh kakek ku. Kakekku orang yang sangat tegas dan keras. Apapun keinginan nya harus terpenuhi termasuk menjadikan aku cucu hebat nya. Hingga akhirnya aku harus kehilangan masa kanak-kanak."


"Setelah aku dewasa, aku mendapatkan kebebasan memilih dan aku memilih hidup bergonta-ganti wanita cantik yang memberikan mereka fasilitas mewah. Tapi itu semua tak menghasilkan kebahagiaan didalam diriku. Sampai aku bertemu dengan wanita bernama Kania."


Hah Akuuuu....


"Dia perempuan polos, pekerja keras dan juga keras kepala. Tak ada wanitaku yang berani menentang ku hanya dia yang berani. Aku pikir aku memang sudah tertarik dengan nya sejak awal hanya saja caraku mengekspresikan nya selalu salah dan malah menyakiti hati nya. Hingga akhirnya perempuan itu memilih menutup diri dan menghindari ku."


"Saat ini aku datang kesini, ke panti asuhan tempat dimana dia dibesarkan karena aku ingin merasakan apa yang pernah dia rasakan meskipun beda. Aku berharap dengan kedatangan ku, aku bisa menemukan kunci untuk membuka hatinya yang sudah mengeras akibat kebodohan ku."


Kania tak bisa berkata-kata mendengar seorang Kevin benar-benar bisa berkata perasaan yang begitu dalam. Ada getaran hebat didalam hatinya, selalu bergetar dan kali ini lebih terasa.


Apakah aku harus menolak nya lagi.


"Apakah kamu benar-benar serius dengan yang kamu ucapkan?"


"Kalau aku tidak serius buat apa aku membuang waktu ku sampai kesini dan masih mempertahankan panti ini tetap disini."


"Kania, aku memang orang yang sering bermain dengan banyak wanita, tapi baru kali ini aku jujur dengan perasaan ku terhadap wanita."


Dengan tiba-tiba Kania memeluk Kevin.


**__**


to be continued 🤭

__ADS_1


__ADS_2