Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Cinta Tulus Ivan


__ADS_3

Lanjut ya Happy Reading 😘


**__**


Ivan pun menyimak pembicaraan wawancara di


papan iklan itu sambil sesekali memperhatikan wajah Kania yang berubah merah di sekitar pipi nya.


Gak Kania ini milikku, aku sudah berhasil mendapatkan nya, tak akan aku lepaskan begitu saja sekalipun hati mu memang ada dia.


"Ehmmm Nia, mumpung kita di luar kalau hanya makan aja kayanya kurang deh. Gimana kalau kita nonton bioskop yuk?!" ajak Ivan membuyarkan lamunan Kania.


"Eh,, apa? gimana? kak Ivan tadi bilang apa?"


"Aku ajak kamu nonton?"


Kamu jadi gak fokus Nia, apakah memang benar kalau hati mu sudah terisi namanya? Aku gak akan membiarkan dirimu mengingat laki-laki itu Nia.


"Gimana Nia mau kan?"


"Iya kak, ayoo."


Berjalan masuk kedalam sebuah Mall, hari terus beranjak sore tanpa terasa berganti malam.


"Gimana tadi film nya kamu suka?"

__ADS_1


Kenapa aku malah semakin ingat kata-kata si gila itu sih. Apakah yang dia maksud itu aku kah? Kenapa aku malah berdebar begini.


Ivan melirik Kania yang tidak menjawab pertanyaan nya, wajah Kania yang tanpa ekspresi dan diam.


"Nia, kamu baik-baik aja kan? Apa kamu sakit?" tanya Ivan lagi sambil mencolek pundak Kania.


"Oh gk kak, aku baik-baik aja ko. Tadi film nya lumayan oke lah." jawab Nia akhirnya.


Kamu harus tenang Kania, jangan terpengaruh dengan ucapan si Gila tadi. Kamu sudah memiliki kak Ivan. Kamu harus sadar Kania sampai kapan pun kamu gak akan bisa bersatu dengan si Gila itu.


Mereka berjalan beriringan keluar gedung Mall, Ivan yang ingin menggenggam tangan Kania mendadak ragu setelah melihat raut wajah Kania yang diam dan acuh.


Malam pun telah datang menemani perjalanan hening dan kaku mereka. Kania yang mulai merasakan kedinginan memegang kedua lengannya.


"Eh,, nanti kak Ivan yang jadi sakit loh?"


"Gak lah, aku kan laki-laki, mana mungkin aku membiarkan pacarku kedinginan."


"Makasih kak."


Aku hanya bisa mengucapkan terimakasih, aku malah bingung selain kata Terimakasih apa lagi yang bisa aku ucapkan pada mu Kak. Kebaikan hati mu sungguh menyiksa ku.


Kania pun berjalan pelan tanpa melihat apakah Ivan mengikuti disebelah nya atau tidak. Sampai Ivan memanggil Kania.


"Nia...!!"

__ADS_1


"Kania..!!"


Kania akhirnya berhenti dan menoleh, Ivan masih diam dibelakang nya. Ivan berjalan menghampiri Kania yang diam. Setelah dekat Ivan memeluk Kania.


"Kania,, maafkan aku. Aku memang bukanlah pria kaya, aku juga bukan pria yang tampan, pekerjaan ku pun hanya karyawan swasta. Tapi aku berjanji aku akan berusaha membuat mu bahagia Nia."


"Berikan lah aku kesempatan untuk membahagiakan dirimu?"


"Ijinkanlah aku membahagiakan dirimu Kania Pratiwi!"


Dalam pelukan Ivan, Kania hanya bisa diam. Ungkapan tulus Ivan semakin membuatnya sedih dan bingung. Rasa cinta kepada pria lain harus di bungkam dan menerima kebaikan pria yang mencintai nya dengan tulus walaupun sangat menyakitkan.


Ketidakmampuan hati Kania untuk memberikan kesempatan pada Ivan, membuatnya bimbang. Hanya diam dan berbuat baik yang bisa dia lakukan.


***__***


to be continued 🤭


Kasian ya...


Kania mencintai pria lain, dan malah terjebak dengan cinta Ivan. Ivan yang memang tulus mencintai Kania harus ikhlas menerima kenyataan bahwa hati Kania bukan untuk nya dan masih berusaha membuat Kania mencintai nya. Kevin yang akhirnya sadar kepada siapa cintanya berlabuh menggunakan berbagai cara agar Kania tau isi hatinya, salah satunya iklan wawancara.


Cinta segilima yang sungguh membagongkan author 😂. Mending munculin pendatang baru aja lah yang tulus mencintai Ivan.🙈 Siapa yang mau sama Ivan..???


Jangan luap eh lupa like ya.

__ADS_1


__ADS_2