
Happy Reading 😘
**__**
Pertengkaran beda pendapat itu tak bisa dihindarkan, Kania yang kesal.bercampur sedih memilih berlari pergi meninggalkan Kevin.
Sorenya di apartemen Kevin...
Kania duduk di sofa depan tv menatap layar tv dengan tatapan kosong, suara pintu terbuka pun tak dihiraukan.
"Kania maafkan aku." ucap Kevin begitu masuk.
"Aku benar-benar gak ngerti maksud dan tujuan mu menjadi sponsor acara itu?"
"Aku sebagai pacarmu merasa wajib membuat mu bahagia, karena aku tau kamu sangat menginginkan menang dalam lomba itu ya aku pikir kenapa bukan aku yang jadi sponsor nya."
"Kamu mikir gak, dengan tindakan mu ini bikin semua orang merasa kecewa termasuk aku?"
"Kamu kecewa kenapa, kamu kan memang juara 1!"
"Justru karena aku juara 1, semua desainer yang ikut lomba kecewa dan menganggap acara itu ada hubungannya dengan mu sebagai pacar ku. Itu sama aja aku menang bukan karena kerja keras ku,!!" seru Kania.
"Jadi begitu, aku minta maaf aku tidak tau. Tapi aku hanya ingin kamu ada disisi ku, selama berbulan-bulan kamu jauh dariku, aku ini pacarmu tapi kamu sama sekali tidak ada waktu untuk ku."
__ADS_1
"Kamu gak ngerti aku ya Vin, aku berjuang bekerja seperti ini supaya aku merasa aku layak."
"Kamu perempuan, kamu pacarku sekalipun kamu gak kerja aku bisa menjamin hidup mu, cukup dengan kamu berada disisi ku."
"Maaf aku bukan tipe wanita yang mengandalkan harta laki-laki, aku masih mampu untuk menghasilkan uang dengan tangan dan kaki ku sendiri. Lagi pula apa kata mereka yang bilang aku menumpang hidup dengan mu."
"Kamu akan menjadi istri ku nanti Kania, apa salah nya kalau aku menjamin hidup mu?"
"Tidak untuk sekarang Vin, aku masih harus berjuang untuk bisa berdiri di sampingmu dengan bangga. Jadi tolong support aku dengan wajar, jangan seperti ini." Kania pun berdiri dan masuk kedalam kamarnya.
Kevin diam termangu memikirkan ucapan Kania yang sama sekali tidak senang dengan caranya menolong.
Didalam kamar Kania duduk dan menulis selembar surat, lalu merapihkan beberapa pakaian nya dan memasukkan ke dalam koper, antara ragu dan tak ingin pergi.
***
Kevin keluar kamar melihat kearah dapur yang sudah tersedia sarapan nasi goreng buatan Kania.
"Sepi,, apa Kania udah berangkat kerja ya?" gumamnya berjalan menuju dapur dan melihat selembar kertas tulisan tangan Kania yang terselip dibawah piring nasi goreng.
Selamat pagi Kevin.
Maafkan aku pergi tanpa pamit dari sini, Aku sudah buatkan sarapan untuk mu jangan lupa dimakan. Aku akan tinggal di butik. Aku rasa kamu belum sepenuhnya mengerti dan memahami aku. Semoga dengan keputusan ku yang pindah dari apartemen mu bisa membuat dirimu sadar bahwa aku Kania ingin berusaha dengan kemampuan ku sendiri, tidak mengandalkan uang dan kekuasaan mu.
__ADS_1
Aku mencintaimu, semoga kamu masih tetap mencintai ku.
Kevin membaca tulisan tangan Kania, reflex terduduk di kursi meja makan lemas, seketika dirinya tak lagi semangat sekalipun untuk menyuap sesendok nasi.
Kania kenapa harus pergi dariku.
Apa yang harus aku lakukan supaya aku bisa bersamamu selalu, apa yang harus aku lakukan agar kamu mengerti bahwa aku mampu memenuhi semua kebutuhan mu.
***
Sementara di butik Kania sudah sibuk dengan berbagai pekerjaan, kedatangan nya pagi itu benar-benar keputusan yang sulit dia ambil, tapi itulah dirinya.
Maaf Vin, aku gak mau jadi hewan peliharaan mu yang diam dan menunggu kamu memberiku makan. Aku bukan wanita lumpuh aku masih sanggup mencukupi kebutuhan ku sendiri. Aku harap kamu bisa memahami aku.
***__***
to be continued 🤭
Maaf ya udah lama gak Update, lagi males banget apa lagi di tambah MT delay bin eror, susah banget mau masuk jadi makin males aja.
Semoga 5 Bab x ini bisa mengurangi kerinduan kalian sama Kevin n Kania.
Jangan lupa Like n komen nya ya,makasih kalau punya vote boleh bagi 1 vote kalian ke Kevin supaya Kevin eling 🤣🤣
__ADS_1
love you 🍅😘