Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Curhat


__ADS_3

Happy Reading 😘


**___**


Di dalam Kantor.


Kania menelungkup kan kepalanya yang bingung dengan yang baru saja terjadi.


Aduhhhh... aku kenapa ya? Aku kan jelas-jelas sudah jadian sama kak Ivan, cowok yang dari dulu aku sukai! Tapi kenapa kak Ivan mau mencium ku dan aku malah menghindar?


"Aduh ini aneh banget. aku gak paham deh mending aku tanya Ayu ja deh, dia pasti lebih ngerti."


Kania mengambil ponsel dari dalam tas nya dan menelepon sahabat nya Ayu. Menunggu sesaat dan Ayu menjawab.


"Haloooo Niaaaa, kamu apa kabar idih sudah jarang menghubungi aku ya!"


"He-he-he maaf ya, aku sibuk belakangan ini. Oiya kamu lagi sibuk gak? Sedang apa?"


"Iya nih, aku lagi liburan sama Glenn. Ada apa?"


"Widih asik tuh, jalan-jalan sama pacar bikin aku iri aja!" Ledek Kania


"Udah deh gak usah aneh, cepet mau ngomong apa gak? Aku tutup ya?!" goda Ayu


"Eeeeee jangan dong, main tutup aja. Aku mau tanya sama kamu soal perasaan."


"Soal perasaan... Oke oke kenapa perasaan kamu?!"


"Jadi gini aku kan baru aja jadian sama kak Ivan, tau kan cowok yang aku sukai dari dulu itu."


"Iya tahu, ya bagus dong akhirnya kamu berhasil dapetin dia. Terus kenapa...?"

__ADS_1


"Nah, itu dia cuma aneh nya barusan dia mengantar ku ke kantor. Saat dia ingin mencium ku aku reflek menolak. Aku malah memalingkan wajah ku. Itu kenapa ya???"


"Oooohh itu masalah nya. Jawaban simple ko, itu reaksi alami dari manusia. Badan mu lebih jujur daripada hati mu."


"Hah gimana-gimana, coba lebih detail jelasin nya?!"


"Ah kamu nih masih pagi juga otak belum on. Nih jadi perasaan suka itu ada banyak macam nya. Suka terhadap pasangan,suka sama saudara,suka sama teman, macem-macem nama dan cara mengekspresikan nya juga. Nah kamu sama Ivan ini suka yang seperti apa??!"


"Suka yang seperti apa ya?"


"Nih,,, pernah gak kamu saat bersama Ivan jantung mu berdetak atau berdebar?"


"Ya kalau itu mah kan emang berdetak, jantung ku kalau gak berdetak tanda nya aku udah mati. Gimana sih kamu?"


"Yeeeeee,,,, bukan detak jantung biasa seperti itu. Maksud aku berdetak lebih cepat, berdebar lain dari biasanya seperti kesetrum. Bahkan bisa sampai membuat mu lupa dan gak bisa mengontrol diri."


"Seperti kesetrum.??" Kania mengingat apakah dia pernah kesetrum.


"Ehemmm..."


"Eh, iya mbak." Kania menoleh.


"Kamu teleponan di jam kerja, emang gak ada kerjaaan?"


"Iya mbak maaf, ini juga sudah mau selesai ko. Ada apa ya?"


"Dipanggil pak Sugih tuh!"


"Iya mbak baik saya akan segera kesana."


Wanita itu pun pergi dan Kania melanjutkan telepon nya.

__ADS_1


"Ayu,,, udah dulu ya. Aku di panggil sama pak Sugih, manajer aku nih, nanti kita sambung lagi. Oke makasih ya byeee" Kania langsung menutup teleponnya dan menaruh kembali di tasnya, kemudian dengan segera berjalan menuju ruang manajer.


Sementara di tempat Ayu.


"Hadeh si Kania, langsung udahan aja, kebiasaan dia mah. Udah ganggu eh malah dia yang kabur." omel Ayu didepan ponselnya yang tiba-tiba ponselnya berubah menjadi wajah Kania.


"Jadi bagaimana sudah terasa apa belum debaran nya?" tanya seorang pria disebelah Ayu.


"Debaran apa?"


"Debaran yang seperti kamu ucapkan ke temen kamu itu barusan?"


"Oh, debaran itu sudah lama hilang."


"Tapi aku bisa mengembalikan debaran itu lagi."


"Oiya coba saja, mungkin aku akan kembali berdebar dengan mu tapi entah kapan." jawab Ayu.


"Oke, aku akan berusaha."


"Udah yuk kita cari sarapan aja."


***__***


to be continued 🤭


Kania di panggil pak Direktur lagi,, uuuuuuuhhhhh bakal ada kejadian apa ya di ruangan pak Kevin.


Aaaaiiiissshhhh,,,, pada kepo deh Author mau jelong-jelong kemana 🤭🤭 Ya ada lah berhubungan sama kerjaan real. Tapi masih lama jalan-jalan nya.


Udah mending Kita lanjut yuk baca nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like dulu ya.


__ADS_2