
Happy Reading 😘
**__**
Kevin pun berdiri setelah beberapa kali memaksa mulutnya untuk terbuka dan memakan sarapan yang di masak Kania dengan berat. Berjalan ke kamarnya dan akhirnya sejam kemudian keluar dengan berpakaian rapi.
"Bagaimana pun aku harus tetap pergi bekerja, meski hati dan pikiran ku sangat tidak fokus." gumam nya.
***
Apple Group
Kevin memasukin ruangan kerja nya dengan wajah yang masih murung dan malas untuk berhadapan dengan pekerjaan.
"Vin, eh ya ampun muka Lo kenapa? suram amat ha-ha-ha, berantem sama si landak ya?!" tanya Andri yang masuk tanpa mengetuk pintu dan kepo.
"Gak usah kepo, karena kepo akan memperpendek umur tau!" jawab Kevin dengan sorot mata kesal.
Waduh tumben tatapan matanya ngeri banget ya. batin Andri.
"Iya deh iya,gue gak kepo. Tapi gue punya informasi yang pasti bikin Lo makin kesel ha-ha-ha tapi penasaran."
"Informasi apa, awas aja kalau gak penting."
"Gue tau siapa orang yang udah ngirim surat itu ke apartemen Lo!"
"Hah serius siapa, panggil dia kesini!"
__ADS_1
"Ya sabar lah, kemaren gue udh telepon tempat dia kerja dan hari ini dia bersedia untuk datang ke sini. Kita tunggu aja."
"Ko dia bisa mau datang kesini?"
"Ya gak tau juga deh, mungkin dia mikirnya bakal di tawarin kerjaan kali sama kita. Sambil nunggu dia datang, mending Lo cek lagi deh laporan keuangan bulan lalu yang udah gue save di folder Lo."
Satu jam kemudian...
Suara sambungan telepon di ruangan Kevin berdering.
"Iya, oh sudah datang oke suruh ke ruangan saya!" ucap Kevin lalu menutup teleponnya.
Tak lama suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk!" seru Andri.
Pintu terbuka dan seorang wanita muda masuk kedalam dengan wajah bingung.
"Mbak silakan duduk." kata Andri.
Wanita itu gugup tapi dia masih mengikuti permintaan Andri untuk duduk di sofa sebelah kanan dari pintu masuk. Kevin berdiri menghampirinya.
"Jadi kamu yang mengirimkan surat ini ke apartemen saya?!" tanya Kevin.
"Surat apa ya pak?"
Kevin melempar amplop hingga isi nya berhamburan diatas meja.
__ADS_1
"Apa maksudmu mengirim itu?" tanya Kevin lagi.
"Saya gak ngirim surat ke bapak."
"Masih gak mau ngaku ya?!" ucap Andri "Coba lihat ini rekaman ini diambil dari cctv yang ada di depan ruko yang dimana box kotak surat ada dan terlihat jelas kalau kamu mengirim surat kan?!" ucap Andri lagi sambil memperlihatkan rekaman cctv melalui ponselnya.
"Oooohhh iya maksud saya saya gak tau pak kalau isi amplop itu adalah foto."
"Masih berkelit kamu!"
"Saya berani sumpah pak, saya hanya mengirim saja saya gak tau isi didalam amplop surat itu? Dan lagi atasan saya yang biasa menyuruh saya mengirimkan surat, karena itu salah satu tugas saya."
"Atasan mu? Siapa atasan kamu?" tanya Kevin.
"Mbak Cynthia."
"Cynthia pemilik butik, jadi kamu salah satu karyawan nya."
"Iya pak benar, saya bekerja di butik mbak Cynthia dengan Kania juga dan salah satu tugas saya ya mengirim surat dan menerima surat juga tapi saya tidak pernah tau apa isi nya. Begitu saya lihat diatas meja kerja mbak Cynthia ada surat yang harus dikirim ya saya kirim."
Andri diam.
Kenapa dengan Cynthia, kenapa dia sampai harus melakukan ini? Apa maksudnya?
"Ya sudah kamu boleh kembali ke butik, terimakasih sudah bersedia datang."
Wanita itupun berdiri dan segera keluar dari sana. Di perjalanan menuju butik dia menelepon Cynthia dan menceritakan semuanya.
__ADS_1
***__***
to be continued ðŸ¤