Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Dua Pria Curhat


__ADS_3

Happy Reading


****___****


Liza kembali ke kantin dengan muka tak ceria. Andri yang melihat kedatangan Liza berbeda sudah mulai curiga.


"Kenapa ko mukamu aneh gitu?" tanya Andri ketika Liza sudah duduk.


"Oh itu tadi, toilet nya bikin kesel kak."


"Ya udah ini makanan mu keburu dingin."


Liza memakan hanya beberapa suap, "Kak Andri bisa tolong antar Liza ke hotel kan?"


"Weh tumben abis makan mau pulang, gak mau ketemu Kevin lagi."


"Gak ah, Liza capek ngantuk mau istirahat." jawabnya lalu berdiri dan berjala meninggalkan meja.


"Eeee tunggu ih," Andri pun mengikuti Liza.


Sepanjang jalan menuju hotel tempat Liza menginap Liza hanya diam, dan memandang ke luar kaca jendela mobil.


"Kenapa nih anak, tumben mendadak aneh." batin Andri.


Sampai di parkiran hotel Liza segera turun dan berjalan mendahului Andri kedalam hotel.


"Tuh kan beneran gak biasanya dia diem, bengong. Ada yang gak beres nih." Andri pun mengikuti Liza.


"Jalan cepet amat neng, mau ambil sembako ya." goda Andri.


"Sembako apaan aku butuh nya sembako cinta."


"Hahahaha kak Andri punya mau gak?"


"Gak mau nya sembako cinta dari kak Kevin." jawabnya lalu ngeloyor pergi.


Andri menyusul dan mengangguk ke resepsionis.


Liza duduk di sofa menyalakan tv dan menatap nya dengan tatapan kosong. Andri pun ikut duduk disebelahnya.


"Model baru ya orang di tonton tv."


Liza diam.

__ADS_1


"Kak Andri, sebenarnya kak Kevin itu suka gak sih sama Liza?"


"Ya jelas suka dong, kenapa?" "Suka sebagai adik tapi"


"Apa kak Kevin udah punya pacar atau orang yang dicintai gitu?" tanya nya lagi.


"Emang kenapa?"


"Liza ngerasa kak Kevin gak menyukai Liza,"


"Siapa bilang, Liza cantik, Liza imut, semua orang suka sama Liza. Kalau kakak jadi Kevin pasti bakal cinta sama Liza,"


"Tapi sayangnya aku bukan dia."


"Liza ini kan tunangan nya kak Kevin, tapi kenapa gak pernah sedikitpun kak Kevin peduli sama Liza sebagai tunangan nya."


"Liza kenapa? apa Liza mau di temenin samakak Kevin? tapi kan Liza tau kak Kevin itu sibuk. Nanti kakak coba bicara sama Kevin ya."


"Gak usah kak, biarin aja. Liza mau tidur ya kak."


"Ya udah kakak pamit ya."


Liza tak menjawab dan malah pergi ke kamar. Andri pun keluar setelah Liza masuk kekamar dan menutup pintu.


****


"Vin,, gua ngerasa ada yang aneh deh sama Liza, coba deh lu tanya dia kenapa!"


"Aneh kenapa?"


"Kemaren pas gua aja makan di kantin dia pamit ke toilet pas balik udah aneh sikap nya."


"Jangan-jangan ketempelan penunggu kamar mandi kali itu anak, makanya lu bilang jadi aneh."


"Ya ela gua serius Vin,"


"Ya terus aneh nya kenapa?"


"Dia tanya apakah lu punya pacar? dia tanya apa lu beneran suka sama dia?"


"Terus lu jawab apa?"


"Ya gua bilang aja, kalau lu dan semua suka sama dia."

__ADS_1


"Ya udah aneh nya dimana?"


"Lu beneran gak perduli ya Vin sama Liza? Dia jadi kaya gak seceria biasanya."


"Gua peduli sama dia kalau dia sadar bahwa gua cuma anggap dia adek, dan lagi Yang aneh itu Lo deh, perhatian amat sama Liza, jangan-jangan Lo naksir ya sama Liza?"


"Apaan sih kenapa jadi gua?!"


"Ya udah sih Ndri,, gak pa pa juga kalau Lo suka m Liza. Orang tua Liza juga udah kenal sama Lo pasti juga setuju lah."


"Vin masalahnya Liza itu suka nya sama Lo, dan dia itu tunangan Lo."


"Ya kan Lo tau, gua gak cinta sama Liza gua cuma anggap dia adek. Sampai kapan juga gua gak akan bisa sama dia."


"Huft.."


"Udah mending kata gua, lu pepet aja tuh anak, buat dia nyaman sama Lo. gua yakin lama-lama juga dia akan bisa melupakan gua, Lagian juga kan orang tua Lo udah ngebet banget pengen punya mantu."


"Malah ngeledek, Mana bisa segampang itu Ferguso."


"Sialan Lo.. dikasih saran malah ngatain, minta di lempar ke Pluto x ya." omel Kevin.


"He-he-he sory. Terus masalah Lo sama Kania gimana? kemaren itu yang datang temen nya Kania kan? Gimana jadinya."


"Beres donggg,,,dan gua sudah memutuskan jadi sekarang tugas Lo pesenin tiket pesawat dengan kabin eksekutif untuk penerbangan ke Jerman Lusa."


"Hahhh...!!! Lusa Lo mau ke Jerman."


"Yoiiii,,, gua mau ngajak Kania ketemu sama keluarga gua."


"Bukan maksudnya gua, emang masih ada tiket dadakan."


"Gua mah bodo amat, itu tugas Lo. Gua mau meeting dulu byeee." Kevin pergi meninggalkan ruang kerja nya menuju ruang meeting.


"Hadehhhh....!!!"


"Aku sudah memutuskan, kali ini dan selamanya aku gak akan lagi melepaskan tangan mu Kania. Apapun yang terjadi nanti aku akan tetap mempertahankan mu." ucap nya dalam hati.


****____****


To be continued 😂


Makasih yang masih setia sama aku, Kania, dan Kevin.

__ADS_1


Makasih juga support nya.


Kalian emang yang terbaik.


__ADS_2