
Happy Reading 😘
**_**
"Kania tunggu, malah ninggalin. Kamu gak takut ya kalau aku di culik?!" teriak Kevin berjalan cepat mengejar Kania.
"Hei,, ayo makan dulu." ajak Kevin setelah berhasil menangkap tangan Kania.
"Aku udah makan ko. Aku kenyang dan aku mau pulang!"
"Ya sudah kalau begitu ayo aku antar kamu pulang."
"Gak usah, aku bisa pulang sendiri."
"Pokoknya aku mau anterin kamu pulang, aku bakal ikutin kamu sampai kost an." Kevin berjalan di belakang Kania.
Kania semakin mempercepat langkahnya berusaha meninggalkan Kevin, semakin dia melangkah cepat Kevin pun sama mempercepat langkahnya dengan mudah mengimbangi Kania. Saking berusaha menghindar Kevin, Kania tak melihat bahwa dibawah kakinya ada penutup selokan dengan besi pegangan berdiri.
"Kania awas kaki muuuuu...!!" seru Kevin.
"Aaaaduh aaawwwww....!!" Kania tersandung dan dengan cepat Kevin menarik tangan nya yang hampir terjatuh ke pelukannya.
Dalam beberapa menit jantung mereka saling berdetak cepat, pelukan dari belakang Kevin membuat Kania dengan mudah mendengar suara detak jantung Kevin yang menderu cepat. Beberapa pejalan kaki yang melihat kejadian itu mulai berbisik dan kasak kusuk.
"Maafkan aku sayang,, aku benar-benar minta maaf." ucap Kevin lembut di dekat telinga Kania.
Kania yang bergidik spontan dengan cepat menatap sekeliling.
"Maafin aja mbak, pacar nya kasian tuh?" ucap salah seorang wanita.
__ADS_1
"Iya pacarnya cakep gitu, kalau gak di maafin nanti auto cari pacar lagi loh he-he-he" kata wanita lainnya.
"Tapi mbak nya juga cantik ya, baikkan aja lah" seorang pria ikut menimpali.
Kania berusaha melepaskan tangan Kevin yang memeluknya "Udah udah,,, singkirkan tangan mu. Kenapa jadi tontonan orang gini sih.!"
"Aku gak akan melepaskan mu, sampai kamu memaafkan kejadian di cafe waktu itu."
Kania diam.
"Aku benar-benar merasa bersalah banget sudah menyinggung perasaan mu. Aku benar-benar minta maaf. Aku sampai detik ini masih memikirkan kejadian di cafe itu."
Astaga cowok gila ini, apa benar dia sampai memikirkan kejadian waktu itu?
"Lepaskan aku dulu." pinta Kania
"Tapi maafkan aku ya?"
"Iya iya,, jangan marah lagi. Aku mengakui kesalahan ku. Mulut ku betul-betul tak bisa di kontrol saat itu."
"Lepasin!"
"Iya iya..!" Kevin melepaskan pelukannya.
"Lagian ngapain di inget lagi sih soal itu. Aku gak peduli apapun yang udah kamu bilang waktu itu. Karena aku gak ingin lagi berhubungan dengan mu." ucap Kania setelah berbalik menatap Kevin.
"Jangan seperti itu Kania. Aku minta maaf padamu tulus." Kevin berlutut meminta maaf.
Astaga mana ada CEO berlutut kepada bawahan nya. Apakah dia memang menyesali perbuatannya kah? Tapi sebenarnya aku sama sekali gak mikirin hal itu sih. Hanya saja aku memikirkan hati ku yang selalu berdegup tak karuan saat bersama si gila ini.
__ADS_1
"Maafin lah mbak,,, pacar nya udah mohon gitu." kata salah seorang penonton.
"Maafin..!"
"Maafin..!"
"Maafin..!"
Kenapa malah jadi gini sih, aduh padahal dengan gak bertemu dia lagi aku lebih mudah untuk melupakan nya. Kalah seperti ini aku malah sulit untuk mengabaikan mu.
"Kania,, aku minta maaf padamu." ucap Kevin sekali lagi.
"Bangun..Bangun..Ngapain sih pake berlutut gitu. Bangun cepet!!"
"Aku akan bangun kalau kamu memaafkan aku!"
"Aku gak akan maafin kamu kalau kamu masih berlutut disini. Cepet bangun.!"
Kevin pelan berdiri karena lututnya terasa agak sedikit sakit. Menatap Kania lembut.
"Baiklah aku memaafkan mu." ucap Kania sambil tersenyum manis.
Kevin yang mendengar dan melihat raut senyum diwajah Kania pun ikut tersenyum simpul.
Kania berjalan santai meninggal kan Kevin.
**__**
💃💃💃💃 Udah Baek an...
__ADS_1
Mereka aja udah baikkan, kenapa aku belum 🙈🙈🙈 mulai deh curhat 😂.
Happy Reading lah pokoknya.