
Ikatan janji suci telah terucap, suasana yang begitu khimad, kata-kata sakral yang penuh dengan komitmen dan tanggung jawab.
Air mata Rosya menetes kala Zie menyematkan cincin di jemari nya. Suasana mengharu biru. Mereka berjalan menghampiri kedua Orang Tua secara bergantian memohon doa-doa, mengharap kebahagiaan pada Mereka semoga tak pernah sirna.
Suasana pesta perayaan sangat meriah, para tamu undangan sangat menikmati berbagai suguhan yang tersedia. Ada Artis Ibu Kota yang mengisi acara menyanyikan lagu-lagu dengan suara Mereka yang indah.
Saat ini Ranya duduk sendiri di sudut ruangan jauh dari hiruk pikuk pesta. Andai saja waktu itu Aku bisa sedikit lagi bersabar, maka Akulah yang jadi mempelai Wanitanya, Ranya bermonolog sendiri, menyesali perbuatan yang telah lalu.
Penyesalan selalu datang terlambat, karena jika tidak datang terlambat arti nya datang tepat waktu, bahasa nya Author sedikit garing ya 😁.
Seorang Pria tampan dan gagah baru saja turun dari mobilnya. Ia membuka pintu di samping kemudinya. Wanita cantik dan anggun keluar dari dalam mobil, penampilan Mereka sangat serasi, Mereka berjalan bergandengan menuju tempat kedua mempelai berdiri.
" Hai Tuan Muda Zie selamat atas pernikahannya, " Yie memeluk erat tubuh Zie lalu menyalami Rosya dan memberikan ucapan selamat juga.
__ADS_1
" Terima kasih Tuan Muda Yie yang tampan, sudah mau hadir, " Zie menepuk-nepuk bahu Yie.
Zie kemudian berbincang-bincang dengan Yie, sementara Claudya dan Rosya sudah tampak akrab meski baru pertama kali bertemu. Dari kejauhan tampak Ranya sedang menatap dengan sorot mata penuh kebencian.
Saat Yie dan Claudya sedang menikmati makanannya, Yie menerima telpon dari Carlo, Ia memilih menjauh kesudut ruangan karena sangat bising, ternyata Carlo Teman SMU yang menelponnya. Carlo meminta Yie untuk menunggu karena Teman-teman SMU Mereka sebentar lagi datang ke pesta pernikahan Zie. Akan ada acara reuni dadakan di pesta pernikahan itu.
Saat Yie akan masuk keruang pesta, ada seseorang yang menarik tangan Yie. tubuh Yie tertarik mendekat seseorang yang sudah sangat mendamba sentuhannya. Sebuah ciuman mendarat tepat di bibir Yie, dengan lembut melu**t mengabsen tiap inci barisan mulut di dalamnya.
Suasana lampu yang remang-remang membuat keduanya hanyut dalam buaian. Kini penyatuan Mereka telah di mulai, Ranya mengerang penuh kenikmatan, begitu juga dengan Yie yang begitu bergairah menghujamkan pusakanya secara menggila. Hampir 1 jam Mereka baru menyelesaikan penyatuan. Keduanya berpelukan seraya melepas kerinduan.
Yie segera merapikan tubuhnya saat ponsel nya berdering, Claudya baru saja menelponnya.
" Iya sayang, Aku segera datang, " napas Yie masih tersengal-sengal. Ia segera berjalan menuju ruangan pesta. Tanpa Yie sadari Claudya sudah menyaksikan perbuatan yang baru saja di lakukan oleh Yie.
__ADS_1
Bahkan Claudya sudah merekamnya. Ranya masih menikmati sisa-sisa penyatuan nya dengan Yie. Ranya merasa sangat puas dengan apa yang baru saja dilakukannya.
Ranya bahkan tahu saat Ia sedang melakukan penyatuan seseorang sudah menyaksikan nya. Ia tersenyum puas penuh kemenangan. Meskipun Ia tidak bisa bersama Yie atau pun Zie tapi setidaknya Ia bisa merasakan hangatnya menyatu dengan kedua Pria dambaan hatinya.
Ranya berjalan masuk keruangan pesta. Ia ikut bergabung dengan Teman-temannya di waktu SMU. Sebelum bergabung Ranya telah mengganti tatanan rambut dan gaunnya.
Banyak Teman Pria di waktu SMU terpukau melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Ranya. Yie hanya bisa menelan saliva nya saat Ia memandangi Ranya yang baru saja Ia gempur.
Claudya menyadari Tunangan nya sedang menikmati pandangan matanya pada Gadis yang sedang menjadi pusat perhatian para Pria di pesta ini.
Hari semakin malam, pesta pun telah usai, Yie dan Claudya berpamitan, Mereka akan kembali ke hotel tempat Mereka menginap.
Sesampainya di hotel Claudya, langsung menuju kamar mandi merendam tubuh nya pada air hangat, menyegarkan pikirannya setelah melihat aksi liar Tunangannya menyatu dengan Perempuan lain.
__ADS_1