Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Bertemu Cynthia


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Keluar dari kamar mandi Kania nampak lebih segar setelah wajah nya dibasuh air.


"Kamu kenapa sudah ada di kamar ku lagi?" tanya Kania ketika melihat Kevin sudah duduk bersandar diatas kasur.


"Ini kamar ku tau, wah ngaco ha-ha-ha"


"Oiya lupa he-he-he, ya tapi kan bisa tunggu di luar dulu."


"Gak mau aku mau tunggu disini, oiya sini bentar deh." pinta Kevin menyuruh Kania mendekat.


"Ngapain gak ah, pasti mau modus kan."


"Modus apaan, sini buruan sebentar aja ko."


"Kenapa..?" Kania berjalan mendekat dan duduk di kasur.


Dengan cepat Kevin mendorong bahu Kania pelan hingga dia tertidur. "Heiii mau ngapain..?!"


"Menurut mu aku mau apa?"


"Jangan aneh-aneh dasar mesum."


Pletak


Sebuah sentilan mendarat di kening Kania, reflex Kania mengaduh dan mengusap keningnya.


"Jangan panggil aku mesum lagi bisa gak? panggil aku dengan kata sayang. Oke!"


"Hah sayang, jelas-jelas kamu mesum. Siapa suruh gak ijin dulu menggantikan baju ku."


"Emang kenapa, kan kamu sendiri gak sadar!"


"Ya tapi kan bisa bangunkan aku." balas dengan cemberut.


"Sebenarnya bukan aku yang mengganti pakaian mu, tapi Cynthia dia teman ku. Kamu bersikeras tidak mau di bawa kerumah sakit, jadi ya aku menghubungi Cynthia supaya membantu merawat mu."


Cynthia.. namanya ko gak asing ya.


"Oh gitu,, tapi kamu gak bohong kan?"

__ADS_1


"Ya gak lah, ngapain bohong."


"Ehmm boleh gak aku ketemu sama dia?"


"Mau apa?"


"Ya aku harus mengucapkan terimakasih lah, dia kan udah membantu ku."


"Okey kita kesana sekarang, tapi sebelum itu kita makan dulu ya, karena kamu harus minum obat lagi."


"Okey, aku udah siap ko. Berangkat sekarang aja."


"Ya udah yuk!"


"Ya awas kali, mau sampai kapan ada diatas tubuhku Hah!"


"Oiya,, ha-ha-ha!" Kevin beringsut dan berdiri dari sana.


***


Cafe Manis


"Tempat nya lucu ya manis sesuai namanya."


"Iya lumayan imut, aku baru tau ada tempat se lucu ini."


"Ayo masuk"


Cafe dengan ukuran tidak terlalu besar sudah mereka masuki, nampak dari luar bangunan memang sangat manis perpaduan antara warna pink dan salem ditambah dengan hiasan bunga warna-warni yang menggantung membuat Cafe ini harus nya bernama cantik bukan manis.


Mereka memilih meja dekat jendela, seorang waiters mengikuti di belakang.


"Selamat siang dan selamat datang kakak yang cantik dan tampan, mau pesan apa? silahkan di lihat menu nya!" ucap waiters itu ramah.


Membuka buku menu dan memilih beberapa macam makanan setengah ringan setengah berat juga. Begitu waiters pergi Kania menatap dekor cafe itu bagian dalam.


"Harusnya nama cafenya cantik jangan manis ya? soalnya banyak bunga dimana-mana, kalau mau nama manis banyakin gambar atau properti permen ya gak sih?" komen Kania.


"Ha-ha-ha bisa aja kamu sampai segitunya."


"Tapi overall cafe ini imut sih, kesan cantik dan manis nya emang dapet."


"Seperti nya kamu suka ya?"

__ADS_1


"Semoga menu yang disajikan semakin menambah nilai plus ya."


"Ya kita liat aja."


Tak lama kemudian waiters datang membawa nampan dan meletakkan diatas meja mereka.


"Silahkan dinikmati, jika ada yang kurang bisa beritahu saya, terimakasih."


Setelan beberapa menit mencicipi hidangan yang mereka pesan, Kania yang paling semangat karena mendadak rasa lapar menyerang perutnya begitu dia melihat pesanan yang datang.


"Gimana rasanya ada nilai plusnya gak?" tanya Kevin.


"Kalau dari penampakan menu saat dihidangkan beneran bikin aku laper deh. Begitu aku makan rasanya delicious enak banget. Apa karena ini efek aku laper kali ya?"


"Gak juga emang enak ko makanannya juga. Ya udah nikmatilah sampai kenyang, abis itu kita mampir ke butik nya Cynthia."


Kania mengangguk tak bisa menjawab karena mulutnya penuh makanan.


***


Butik Cynthia


"Permisi Bu Cynthia ada pak Kevin di depan ingin bertemu ibu." ucap salah seorang karyawan Cynthia.


Hah Kevin kesini tumben.


"Oh iya suruh tunggu aku akan kesana."


Cynthia merapihkan rambutnya juga pakaian nya, tak lupa melihat riasan wajahnya di tambah sedikit lipstik disana dan terakhir minyak wangi yang bersarang di lehernya. Melangkah keluar dengan anggun dan senyum di bibir yang langsung lenyap ketika melihat seseorang disebelah Kevin.


Kevin gak datang sendiri.


"Hai,, ada apa? sory ya lama nunggu!" ucap Cynthia basa basi tak mood.


"Ini loh, Kania maksa minta ketemu kamu katanya mau bicara sesuatu." jawab Kevin.


"Iya mbak Cynthia, saya pribadi ingin mengucapkan terimakasih karena mba sudah merawat dan repot-repot menggantikan pakaian saya, sekali lagi terimakasih mbak." ucap Kania.


"Ooh itu,, gak masalah ko. Namanya orang kan harus saling bantu lagian Kevin ini kan teman ku, jadi apapun yang dia minta kalau aku bisa ya aku bantu."


"Rasanya nama mbak Cynthia gak asing deh, apakah mbak pernah memberikan sumbangan ke Panti Asuhan Cinta Kasih.?"


**__**

__ADS_1


to be continued 🤭


__ADS_2