Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Down..


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜˜


**__**


"Hei Kania, kamu terlihat senang sekali sih aku ajak ke pameran busana. Kenapa?" tanya Cynthia didalam mobil.


"Ya seneng lah mbak, ini pengalaman pertama buat saya lebih banyak belajar."


"Oh, jadi kamu serius mau jadi desainer hebat demi agar bisa berdiri bersebelahan dengan Kevin?"


"Iya mbak, karena hanya dengan cara itu aku bisa percaya diri menunjukan diriku, karena aku ingin bersama Kevin selamanya."


"Kamu tau gak sih bagaimana keluarga Kevin itu?" tanya Cynthia.


"Keluarga Kevin, maksud mu mamanya?"


"Selain itu. Jadi Perusahaan Apple Group itu didirikan oleh kakeknya Kevin, selama jangka waktu itu pada masa kakeknya mampu membuat Apple Group sukses. Bahkan saat Kevin kecil dia sudah dididik untuk disiplin dan diberikan tanggung jawab untuk memegang perusahaan kelak dan Kevin tidak bisa membantah apapun yang kakek nya ucapkan."


Kakeknya...


"Jadi kalau tujuan mu ingin sukses dan terkenal hanya karena ingin selamanya menjadi pacar Kevin sih gak masalah, tapi apa kamu memang hanya ingin sebatas pacaran? Tidak adakah keinginan mu untuk menjadi nyonya Pratama?"


"Aku hanya memberitahu padamu, jika dengan kamu sukses dan terkenal kamu bisa menjadi bagian dari keluarga Pratama, sepertinya angan dan impian mu terlalu tinggi, sebab Kakek Kevin bukan orang yang melihat kesuksesan tapi beliau lebih melihat status, silsilah, asal usul kita."


"Orang biasa seperti kita dengan sangat mudah di abaikan oleh mereka." Cynthia menjelaskan panjang lebar bahkan sesekali dia diam mengingat masa lalu saat masih menjadi teman sekolah Kevin, bagaimana kakeknya Kevin mengabaikan dirinya.

__ADS_1


"Dan lagi pula gak mungkin kakeknya Kevin tidak mempunyai calon untuk Kevin, dimana pasti dia berasal dari keluarga berada dan memiliki status jelas."


Status jelas, asal usul, bagaimana dengan aku yang yatim piatu bahkan aku tinggal di panti asuhan.


"Maksud mu Kevin memiliki calon istri?"


"Pasti nya lah,"


"Tapi Kevin gak pernah cerita apapun padaku!"


"Ya wajar aja itu sih, kalau gak cerita dia pasti gak mau bikin kamu kepikiran."


Cynthia menatap raut wajah Kania yang dengan cepat berubah, diiringi samar senyum simpul Cynthia.


Kevin... apakah benar...


***


"Huaaaa landak kecil itu kenapa dia tidak mengangkat telepon dariku! Beraninya dia mengabaikan aku..!!" Kevin mulai resah.


"Harusnya aku tidak mengiyakan keinginan nya untuk keluar dari kantor ini, sekarang aku rindu dan tidak bisa melihat wajahnya." menatap ponsel yang tergeletak di meja sambil menundukkan wajahnya ke meja.


Tok..Tok..Tok


"Vin,, dih dia malah tidur. Woiii ayo itu si Brian investor udah datang di ruang rapat." seru Andri begitu membuka pintu.

__ADS_1


"Gue gak semangat bro, Kania dia gk angkat telpon gue coba, gimana gue bisa fokus kerja."


"Astaga, gue pikir ada apa? Udah nanti gue yang coba telpon Kania. Sekarang Lo temuin investor dulu, gak enak mereka udah datang"


"Hemmm iya,, tapi Lo harus telpon Kania setiap sepuluh menit ya, sampai diangkat."


"Bawel iya, nanti abis rapat gue telpon Kania."


"Jangan nanti sekarang lah, klo nanti gue juga bisa."


"Iya iya,, buruan sono, ini berkasnya. Gue coba telpon Kania nih."


"Oke kabarin gue kenapa dia gak angkat telpon gue." Kevin membawa berkas dan keluar ruangan.


Andri mencoba menghubungi Kania, "susah deh klo udah bucin gue juga yang repot."


Dering pertama, kedua, ketiga, tak ada jawaban.


"Jangan salahin gue ya Kania kalau nanti Lo kena amuk Kevin ha-ha-ha" memasukan ponselnya dan melangkah keluar ruangan.


***__***


to be continued ๐Ÿคญ


Wah Cynthia jatuhin mental Kania, down gak ya itu anak๐Ÿ˜‚ bisa ae.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, nya makasih.


__ADS_2