
Happy Reading
****___****
Dalam perjalanan Kevin menuju makam dimana dia akan menemui Kania dan berjanji didepan makam ibu Kania.
"Kania sabar ya,, setengah jam lagi aku akan sampai." gumamnya didalam mobil.
"Ini jalanan kenapa macet sih, tumben amat!" serunya agak kesal.
"Harusnya setengah jam lagi aku sampai, semoga Kania masih disana dan menungguku."
Tak lama kemudian...
Bunyi musik dari hape di saku jas bergetar, mengambil dan melihat panggilan suara dari Andri.
"Andri, ngapain lagi dia telpon?"
"Apaan lagi?" tanya Kevin ketika sudah menggeser tombol hijau.
"Vin,,gawat ada berita buruk!" seru Andri terdengar panik.
"Berita buruk apaan?"
"Kakek lu, kakek tiba-tiba drop!"
"Hah..!! yang bener jangan bercanda."
"Ini gua baru aja dapat telpon dari team nya papa nya Liza ngabarin kalau kakek mendadak drop, dan lu sama Liza di suruh ke Jerman sekarang juga."
"Ah gila,,, yang bener aja!"
Kenapa bisa kebetulan gini sih?
Ini beneran apa hanya akal-akalan aja sih?
"Vin,,, pokoknya Lo balik sekarang, dan gua udah siapin tiket pesawat ke Jerman buat Lo m Liza.!"
Entahlah mau ini beneran atau hanya iseng, sebaiknya gua kesana dulu sekalian anterin Liza balik, dan liat keadaan disana. Baru setelah itu gua akan bawa Kania ke Jerman dan ngenalin dia ke mama dan kakek.
__ADS_1
"Iya iya gua balik." lalu menutup sambungan telepon nya dengan Andri
Kevin kembali mencoba menghubungi Kania, beberapa kali di telpon tapi nomor Kania selalu berada diluar jangkauan.
"Kania kamu dimana sih? masih di makam apa dimana? Ya ampun aku hanya mau bilang soal ini." dengan kesal dia memasukkan kembali hape nya ke saku jas.
Kania maaf aku belum bisa menepati janjiku.
Kevin pun memutar balik mobilnya begitu mendapatkan putaran pertama, menuju kantor. Setengah jam akhirnya mobil mendarat di area parkir kantor yang sudah di tunggu Andri dan Liza.
"Ayo Vin, udah gak ada waktu."
Kevin menatap wajah Liza yang menunduk diam.
"Oke." jawab Kevin singkat.
Andri menyipit mobil Kevin, dengan Kevin duduk disampingnya dan Liza di bangku belakang masih diam.
"Kalau sampai berita ini gak bener, Lo tau kan Ndri gimana marah nya gua!" ucap Kevin sambil melirik ke kaca melihat ekspresi Liza.
Liza agak sedikit bergerak takut tapi masih diam menunduk.
"Ya udah Lo buktiin aja dulu, masalah nya ini team dari papa nya Liza yang ngasih kabar, dan gak mungkin dong kalau mereka bikin ini jadi bercanda, kalau mami lu ya oke lah gua masih bisa paham dia iseng karena kangen sama anaknya. Tapi ini kan..?" jawab Andri.
Berjalan masuk kedalam dengan Andri yang masih disamping Liza.
"Liza, maaf ya kak Andri gak bisa ikut ke Jerman, karena harus menjaga perusahaan Kevin di sini. kak Andri yakin Liza anak baik," ucap Andri menatap Liza yang selalu diam.
"kak Andri..?"
"Ya kenapa?"
"Ehhmmm ituu..?"
"Apa"
"Heiii buruan jalan kaya keong, udah mau bording nih." teriak Kevin yang memang sudah berjalan didepan.
"Kenapa Liza?" tanya Andri
__ADS_1
"Gak pa pa kak."
Sebenarnya masalah ini hanyalah akal-akalan papa Liza, maaf ya Liza gak bisa mencegah papa.
"Ya udah sana, kamu masuk sama Kevin. hati-hati"
Liza mengangguk.
Andri pun menatap Liza yang berjalan menyusul Kevin yang berjalan didepannya.
****___****
Di makam
"Astaga pantes aja nih hape dari tadi diam aja, tau nya gak ada signal." gumam Kania begitu dia mengeluarkan hape.
"Kenapa?"
"Hape gak ada signal!"
"Oiya hape ku juga, mana udah siang juga lagi. Kamu masih mau nunggu orang?" tanya Ayu.
Si bodoh itu kemana lagi? Ditunggu bukannya datang, bener-bener pengen kehilangan Kania kali ya. batin Ayu gemas.
"Bu, sepertinya dia gak akan datang deh, udah siang juga."
Kevin kamu beneran gak ingat janji mu, ucapanmu yang bilang akan datang ke makam ibu, pada akhirnya kamu pun melupakannya.
"Kita balik aja lah Yu, udah siang." ajak Kania
"Kamu yakin?"
"Ya mau nunggu apa lagi, dia gak akan datang."
"Ya udahlah, mungkin dia lagi ada urusan yang lebih penting."
Ayu merangkul Kania berdiri dan berjalan meninggalkan makam.
*****____*****
__ADS_1
to be continued 😂
Kasian ya Kania,,,