
Happy Reading
***___***
Kania reflex mendengar berita yang ada di iklan dan langsung berlari pergi.
"Kaniaaaaa....!!" panggil Brian tanpa jawaban karena Kania terus berlari.
"Kaniaaaa tunggguuu.!!! Kenapa kamu langsung berlari begitu mendengar berita itu? Apa kamu dan Kevin berhubungan?"
Kania pun berhenti dan berbalik badan "Intinya dia sudah memiliki tunangan dan sekarang tunangan nya datang ke kantor, bahkan Kevin pun mengusir ku pergi dari kantor.!" ucapnya.
"Apaaaa!!! Gila si Kevin, dia menyia-nyiakan kamu dan membiarkan mu pergi."
"Yah kira-kira seperti itu."
"Kamu tenang Kania, aku yakin Kevin akan menyesal karena telah berbuat seperti itu kepada wanita baik gak neko-neko seperti mu."
"Entahlah."
"Aku serius Kania, kamu itu memang perempuan yang baik, cantik, sabar, dan mandiri. Bahkan aku dari jaman kuliah sudah memperhatikan dirimu, kamu nya aja yang gak sadar."
"Maksud kak Brian?"
Brian semakin mendekat dan berdiri di hadapan Kania dan memegang kedua tangan Kania.
"Aku bilang aku sudah lama memperhatikan dirimu Kania!" ucap Brian lagi dan semakin dekat.
Belum sempat mencium Kania suara motor dari kejauhan terdengar dan berhenti dengan rem yang berdencit.
__ADS_1
"KANIAAAAA....!!!!" teriak pria diatas motor setelah helm di buka.
Kania dan Brian bersamaan menoleh, Kevin turun dengan muka merah menahan amarah.
"Apa-apaan kamu hah,,, langsung pindah ke pria lain yaa?!!!" tanya nya marah.
"Heh,,, jangan kasar bisa gak sih? Lagian bukannya Lo udah punya tunangan, mending urus aja tunangan Lo dan jangan ganggu Kania lagi!" jawab Brian maju.
Buuuggghhh
"Siapa Lo, ikut campur urusan gua. Kania itu pacar gua.!!" jawab Kevin setelah memukul Brian hingga ujung bibirnya berdarah.
"Ayo pulang sekarang!!!" ucap Kevin lagi sambil menarik tangan Kania agar naik ke atas motor.
"Woiiiii jangan kasar sama cewek,,, banciiiii!!!" teriak Brian ketika motor pergi dengan kecepatan tinggi.
****
Kevin dengan kasar membuka pintu dan mendorong Kania masuk hingga dia terdorong ke tembok dan mengurungnya dengan kedua tangannya.
"Jadi begitu ya, pergi dari ku dan mencari pria lain?!"
"Apa itu memang sudah kebiasaan mu Hah,, mencari pelampiasan lain?!"
Kania masih diam tak menjawab dan menunduk sedih.
"Jawab kenapa malah diam! Apa emang kamu mau diperlakukan seperti ini tadi!" Kevin pun mencium bibir Kania dengan kasar lalu turun ke leher dan mengecup nya jauh dari kata lembut.
Kania hanya diam menahan sakit dan sedih dengan menggigit bibirnya.
__ADS_1
"Kenapa Kania tidak menolak atau melawan? Apakah dia memang menginginkan nya?"
Kevin melepaskan pelukan dan kecupannya kemudian memandang wajah Kania yang diam dan sedih.
"Sudah?" tanya Kania
Sebelum Kevin menjawab, tangan Kania telah meraih kepala Kevin agar mendekat dan mencium bibir dengan lembut.
"Mencium itu seperti ini." ucap Kania tak lama lalu melepaskan.
Kevin pun membalas ciuman Kania dan membawa nya ke kamar, berciuman dalam dan semakin panas hingga akhirnya pakaian mereka pun berserakan di lantai dan mereka tertutup selimut.
Dalam tatapan mata yang memiliki arti mereka pun saling memacu keringat hingga mencapai kepuasan masing-masing.
"Aku sadar siapa aku, hanya seorang yatim piatu yang membutuhkan seorang untuk ku jadikan tempat bersandar. Tapi sampai akhirnya pun aku memang tidak cocok dengan mu, tak ada ruang untuk ku disisimu. Jadi biarkan aku menikmatinya sekali lagi, dan mungkin untuk yang terakhir kalinya."
Kevin semakin memacu dengan cepat diatas Kania yang hanya mengerang pelan sambil sesekali menggigit bibirnya.
"Akan ku kembalikan keadaan seperti semula, dimana aku yang bukan siapa-siapa menjadi bukan siapa-siapa."
Pelepasan pertama yang melelahkan hingga Kevin pun terkulai dengan keringat di sisi Kania tak lama pun terlelap.
Kania pun pelan-pelan bangun dan pergi ke kamar mandi, lima belas menit kemudian keluar dengan kimono putih memandang wajah pulas Kevin.
"Kita bertemu dari sebuah gambar bibir dan akan berpisah dengan cara yang sama."
Kania mengambil lipstik nya dan menulis di cermin rias, lalu mengangkat kopernya keluar kamar.
"Selamat tinggal Kevin."
__ADS_1
***___***
to be continued 😂