Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Kerja di Butik


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


"Aku janji mbak, aku akan patuh dan mengikuti semua arahan yang diberikan mbak Cynthia." timpal Kania.


Hah... Kania disini? dia mau kerja disini? hemmm... tapi sepertinya menarik juga...


"Oke baiklah," dengan senyum misterius.


"Serius mbak?"


"Iya serius, mulai besok kamu bisa datang kesini untuk bekerja dan belajar." jawab Cynthia.


"Terimakasih mbak."


"Besok kamu bisa datang kesini agak pagian ya sekitar jam 7 lah."


"Baik."


"Dan untuk kamu Kevin, aku beritahu padamu sekalipun Kania ini pacarmu jangan pernah mencampuri pekerjaan ku, biarkan Kania melakukan tugasnya disini sama seperti yang lain."


"Okey!"


**


Keesokan harinya...


Kania sudah tiba pukul enam, lebih cepat satu jam dari waktu yang di minta. Butik masih tutup dia berinisiatif untuk mencari sarapan terlebih dahulu. Dia berjalan mencari kedai bubur ayam yang tak jauh dari butik supaya bisa sambil melihat jika butik sudah buka.


Setengah jam kemudian ada seorang karyawan yang datang membuka kunci rolling door butik, Kania yang sudah selesai sarapan dengan cepat berjalan ke butik.


"Selamat pagi mbak.. saya bantu ya." ucap Kania.


Wanita bertubuh gemuk itu mendongak "Oh mbak yang kemarin datang ya, mulai kerja hari ini ya?"


"Iya mbak hari ini saya sudah siap bekerja." jawab Kania sambil ikut menarik rolling door keatas.


Mereka pun masuk kedalam, bau pengap segera berganti dengan udara segar dari luar.


"Duduk dulu aja mbak, sambil nunggu mbak Cynthia. Saya mau kebelakang ngecek bahan."


"Oh iya mbak,"

__ADS_1


Satu persatu karyawan sudah mulai berdatangan hingga mulai jam kerja mereka sudah mulai sibuk dengan bagiannya masing-masing. Suasana hiruk pikuk didalam butik begitu terasa, berbagai suara terdengar riuh didalam.


"San, kain merah kemaren kamu taro mana?"


"Ci, renda nya masih ada kan?"


"Itu gambar desain mbak Cynthia yang kemaren taro di meja ku ya!"


"Coba cek stok manik-manik masih lengkap gak, sekalian Payet nya juga di cek ya?"


Kania yang duduk memperhatikan melihat orang-orang begitu bersemangat. Kania mengeluarkan kertas dan pensil dari dalam tasnya dan mulai menggambar. Hingga tak sadar seseorang berdiri di dekatnya.


"Ehemm.."


"Eh mbak Cynthia, sudah datang? dari tadi mbak?" tanya Kania sambil menggulung kertas dan memasukkan nya kedalam tas.


"Baru sih. Kamu bisa lihat kan bagaimana ramai nya disini meskipun jumlah karyawan tak seberapa tapi suara yang dihasilkan sangat ramai. Disini kamu harus siap mental dan mau kerja team. Kamu juga harus cepat hafal dan ingat semua barang, bahan, kain, dan lainnya."


"Iya mbak."


"Meskipun kamu pacar Kevin, aku gak perduli. Selama kamu disini kamu harus bersedia mengikuti semua aturan dan arahan dari saya atau dari senior yang lain. Kalau kamu gak suka dan gak nyaman kamu bisa berhenti."


"Saya akan berusaha mbak."


Kania mengikuti Cynthia berjalan ke tengah ruangan.


"Perhatian semuanya,, saya mau memperkenalkan karyawan baru namanya Kania, mulai hari ini dia akan bekerja bersama kita. Tolong kalian membantunya dengan baik."


"Oke mbak,"


"Siap mbak"


"Kalau gitu saya tinggal dulu. Lanjutkan kerjaan kalian." Cynthia berbalik berjalan menuju ruangannya.


Kania sendiri mulai mengikuti alur pekerjaan barunya, mengambil kain dari gudang, membawa box payet, dan lainnya dengan semangat.


"Kapan aku bisa memamerkan desain baju buatan ku ya??" gumam Kania ketika melihat gaun terpajang di manekin.


Hari hampir mendekati siang, Cynthia keluar dari ruangan nya mencari seseorang. "Ci... si Andy kemana?"


"Dia lagi di gudang mbak? Mau dipanggil?"


"Lagi sibuk ya dia?"

__ADS_1


"Tadi sih aku liat iya lagi repot dia, kenapa mbak?"


"Aku mau ke pameran busana,ya udah gk pa pa, kamu lanjut aja lagi."


Ke pameran busana pergi dengan siapa ya?


Cynthia celingak celinguk mencari yang bisa menemani nya, dan matanya tertuju pada Kania yang sedang mondar-mandir membawa box.


"Kania..!"


Kania menoleh "Iya mbak."


"Kamu ikut saya mau gak?"


"Kemana mbak?"


"Ikut saya ke pameran busana sekarang"


"Mau mbak mau"


"Ya udah ayok." berjalan keluar butik menuju mobilnya, Kania mengekor di belakangnya.


Didalam mobil...


"Eh Kania, kamu kenapa kepikiran buat kerja di tempat saya sih?"


"Saya ingin berdiri dengan kaki saya sendiri mbak."


"Ya kan kamu sekolah tata busana, kamu juga lumayan pinter desain nya. Kenapa gak minta Kevin bikinin kamu butik aja dan kamu kelola?"


"Waduh, itu bukan saya banget mbak. Justru karena Kevin, saya gak mau bergantung sama dia. Kevin itu laki-laki hebat dan saya pun harus sama hebatnya dengan dia supaya saya pede bersanding dengan nya."


"Hemmm boleh juga pemikiran kamu."


"Saya bukan tipe perempuan yang mengandalkan kekuatan pria mbak, saya masih mampu saya punya keahlian. Saya juga bisa dengan usaha."


"Ya.. bagus sih perempuan mandiri itu penting. Tapi aku sarankan kamu juga harus berhati-hati jangan sampai tekad mu jadi bumerang untuk dirimu sendiri."


Bumerang...


Kania menatap bingung Cynthia.


***___***

__ADS_1


to be continued 🤭


__ADS_2