
Happy Reading 😘
**__**
"Akhirnya aku selalu berhasil menemukan mu Kania." ucap Kevin.
Kania menatap tubuh tinggi di depannya, air mata kembali menetes.
"Hei kenapa malah menangis? kamu terharu ya dengan ke gigihan ku? Gak masalah."
"Siapa juga yang menangis untuk mu. Buang buang waktu aja."
"Masih aja mengelak. Ayo masuk udara nya semakin dingin."
Kevin menarik tangan Kania agar masuk kedalam mobilnya karena Kania sempat enggan.
"Bagaimana kalau kita makan malam dulu, jadi kamu sampai rumah bisa langsung tidur istirahat."
"Gak usah, aku hanya ingin pulang, Aku tidak ingin makan."
"Kamu kenapa, ada apa, apa ada masalah?"
"Aku gak pa pa ko. Biasa aja gak usah sok perhatian deh."
"Aku memang perhatian sama kamu."
__ADS_1
Kania diam hanya memandang kearah luar kaca mobil.
Kamu lain dari biasanya, kamu kenapa Kania? Hari ini terlihat lebih murung.
"Bener nih kamu gak mau cerita? Kemana perginya landak kecil yang bawel itu ya?" ucap Kevin.
"Siapa landak kecil?" tanya Kania akhirnya fokus nya teralihkan.
"Kamu gak tau siapa landak kecil apa sudah lupa dengan panggilan itu?"
"Maksud kamu landak kecil itu aku? Kamu memberikan aku panggilan aneh itu?"
"Bagus kan, kamu kan emang cocok dengan landak kecil. Tajam berduri, sama banget dengan mu yang suka ceplas-ceplos kalau sedang marah."
"Terserah lah, tolong antarkan aku pulang." jawabnya lesu tak bersemangat untuk berdebat.
Mobil tetap berjalan dalam keheningan malam hingga berhenti di depan kost an Kania.
"Makasih ya, sudah mau mengantar ku." ucapnya pelan dan membuka pintu.
Dengan cepat Kevin pun keluar berlari "Kania tunggu..!" serunya bersamaan dengan pelukan dari belakang.
"Heiiii kebiasaan nih, selalu main peluk peluk sembarangan." seru Kania.
"Kania kamu harus ingat kamu masih punya aku, kamu bisa berbagi kesedihan mu dengan ku. Kamu bisa menghubungi ku kapan mu jika kamu butuh. Aku akan datang." bisik ditelinga Kania.
__ADS_1
Memejamkan mata sejenak dan menghela napas.
"Aku hanya ingin mengingatkan kamu, kalau kamu gak sendirian."
"Sudah lepaskan aku, aku lelah aku ingin tidur. Terimakasih." jawab Kania berusaha melepaskan pelukan Kevin dan berjalan meninggalkan nya.
Kevin masih menatap Kania sampai masuk kedalam kamar lalu pergi. Kania yang sudah menutup pintu kembali merasakan getaran di dada nya.
Aku tau kemana hati ku memilih, dan aku pun sadar bahwa itu gak akan mungkin terwujud, dengan kasta yang berbeda. Aku gak akan pernah mengakui meskipun getaran itu selalu ada jika bersama mu. Biarkan lah ini menjadi rahasia yang aku simpan sendiri entah sampai kapan.
Kania berjalan ke kasurnya, melemparkan ponselnya dan menjatuhkan dirinya keatas kasur dengan perasaan yang bercampur.
Tangan nya meraih kembali ponsel menekan tombol power hingga ponsel itu padam.
Aku ingin menenangkan pikiran, hati, dan diri ku sendiri saja. Tolong jangan ganggu aku sebentar aja.
Meletakkan kembali ponselnya dan memejamkan mata.
**__**
to be continued ðŸ¤
Apa yang akan di lakukan Kania ya?? Apakah dia akan melepaskan Ivan untuk Asti atau tetap mempertahankan nya??
Ivan apakah dia akan mencoba menjelaskan pada Kania siapa Asti atau kah memilih diam?? Ada rahasia apa yang disembunyikan Ivan. Sehingga dia memilih menemani Asti dan tidak mengejar Kania ketika di rumah sakit??
__ADS_1
Intinya mau dibawa kemana hubungan kita 😂😂😂 berasa nyanyi ya 🙈🙈 nyanyi aja lah gak pa pa juga ko.
Jangan lupa like, nya makasih