
Happy Reading 😘
***__***
"Kak Ivan...!!!" ucap nya kaget.
Kevin melepaskan pelukannya dan menoleh kearah Ivan yang diam mematung.
Ya ampun sejak kapan kak Ivan berdiri disana. Semoga kak Ivan tidak mendengar apapun tadi, semoga tidak salah paham.
Reflek Kevin kembali merangkul pundak Kania.
"Apa-apaan sih kamu. Sudah ku bilang sana pergi, dan berhenti memelukku.!" seru Kania mendorong dada Kevin.
"Kania, perlu kamu ketahui aku tidak akan menyerah. Melepaskan mu sekarang tapi aku akan mendapatkan mu kembali."
"Kamu ..."
Baguslah kalau Ivan melihat kami berpelukan, biar dia tau kalau dia memiliki aku sebagai saingan nya.
Ivan berjalan mendekat "Tolong anda jauhi pacar saya, dan jangan mengganggu mu.!" ucapnya.
Cihhh... apa dia bilang pacarnya, huh silahkan kamu anggap Kania pacar mu, tapi aku akan merebutnya dari mu. Kania milikku dan akan kembali padaku.
"Terimakasih sudah mengantar ku, silahkan pak Kevin bisa pulang." ucap Kania.
__ADS_1
"Ayo Nia aku antar kamu sampai ke pintu kamarnya mu!" ucap Ivan.
Kevin menatap diam melihat dua orang berjalan meninggalkan nya. Lalu mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang.
Kania merasa canggung berjalan di samping Ivan setelah tertangkap basah dalam pelukan Kevin, meskipun dia sama sekali tidak membalas pelukan itu.
Apa yang harus aku katakan pada kak Ivan, aku takut kak Ivan salah paham.
"Nah Kania, silahkan kamu masuk kedalam dan istirahat lah. Aku pamit." ucap Ivan.
"Kak Ivan..."
Ivan menengok "kenapa?"
"Sudah gak usah di pikirkan, aku gak ada masalah ko. Aku sama sekali gak salah paham. Aku tau bagaimana hati mu." jawab Ivan sambil menepuk lembut kepala Kania.
"Kak Ivan, beneran gak marah?!"
"Justru aku yang minta maaf, belakangan ini aku agak sibuk jadi tidak bisa menjemputmu. Tapi aku akan usahakan untuk menjemput mu lagi, supaya kamu gak perlu diantar oleh cowok itu lagi."
Kania diam.
"Sudah masuk dan istirahat, besok malam aku akan mengajak mu makan malam. Semoga kamu ada waktu ya?"
"Iya kak, aku bisa. Sekali lagi maaf ya kak."
__ADS_1
"Iya, aku selalu memaafkan mu. Sampai besok ya."
"Baiklah aku masuk ya kak." ucap Kania akhirnya membuka pintu dan masuk kedalam kamar nya.
Dibalik pintu kamar Kania bersandar dalam kebimbangan. Sementara di luar kamar Ivan pun memegang pintu Kania dalam diam.
Maafkan aku Nia, maafkan keegoisan ku. Meskipun aku tau di hatimu ada laki-laki itu aku tetap saja menahan mu tetap disisi ku. Keinginan ku untuk memiliki mu jauh lebih besar dan aku mengekang hati mu untuk memilih dia.
Tak perlu jawaban untuk menjawab pertanyaan karena aku sudah tau apa jawaban nya, tapi maafkan aku jika aku masih belum siap melepaskan mu. Keegoisan ku jauh lebih besar untuk memiliki mu.
Ivan termenung diluar pintu kamar Kania dengan lesu dan lelah.
**__**
to be continued ðŸ¤
Ivann... author gak bisa berkata-kata lagi dah sama kamu yang cinta sama Kania begitu besar.
Kania... dilema yang melanda mu saat ini pasti juga membuat mu bingung, sabar ya Kania pasti author kasih jalan 😂
Kevin... kalau cinta tuh yang bener jangan main-main, giliran udah jadi pacar orang aja mau di rebut, untung janur kuning belum melengkung.🙈
Lanjut lagi yukkk....
Jangan lupa like jempolnya ya.
__ADS_1