
Happy Reading π
**__**
"Kania, aku memang orang yang sering bermain dengan banyak wanita, tapi baru kali ini aku jujur dengan perasaan ku terhadap wanita."
Dengan tiba-tiba Kania memeluk Kevin.
"Apakah ini artinya kamu akhirnya menerima perasaan ku?!" tanya Kevin
Kania melepaskan pelukan Kevin.
"Dengar kan aku baik-baik ya Vin, aku hanya bicara sekali dan tidak akan mengatakan nya lagi."
"Apa yang mau kamu katakan?"
"Akuuu.. Aku.. Aku sangat membenci mu!" seru Kania.
Kevin bengong "kamu membenci ku?"
"Kebalikan nya bodoh."
"Ha-ha-ha dasar Kania kamu pintar menggunakan kata-kata ya. Aku suka dengan Anonim dari ungkapan hati mu barusan. Mulai sekarang setiap hari kamu harus bilang padaku kalau kamu sangat mencintai ku. Oke!!"
"Gak mau,, ngapain aku kan bilang aku hanya bicara sekali aja."
"Kamu tau kan apa hukumannya kalau tidak patuh?"
__ADS_1
"Kamu akan menghukum ku, menghukum bagaimana, dengan apa?"
"Seperti ini hukumannya." Seketika Kevin mencium bibir Kania lembut.
Aku tidak bisa merasakan yang lain, yang aku rasakan hanya kelembutan dan kehangatan bibirnya yang menyentuh bibirku. Ciumannya seakan mampu terlepas dari semua masalah yang menghimpit ku.
"Waaaahhh kak Kania dan om Kevin berciuman!" beberapa anak muncul dengan tiba-tiba dan berseru keras.
"He-he-he iya karena sekarang kak Kania adalah pacar kak Kevin!" jawab Kevin di tutup dengan wajah memerah Kania.
"Kalian pacaran,,, horeeee sebentar lagi akan ada pernikahan ya, akhirnya kita bakalan dapet banyak kue dan permen setiap kak Kania dan om Kevin datang." seru anak lain sambil berlari masuk.
"Eeeehhh bukan pernikahan, masih belum memikirkan pernikahan." seru Kania
"Hei,, panggil aku kak Kevin jangan Om!!"
"Sudahlah namanya juga anak-anak."
"Ha-ha-ha.."
"Terimakasih Nia, kamu akhirnya mau menerima ku sebagai kekasih mu."
"Iya karena sepertinya jauh apapun aku menghindar, kita akan selalu tertarik satu sama lain."
"Aku akan berusaha berubah menjadi lelaki yang baik dan tidak playboy lagi."
"Semoga saja."
__ADS_1
"Aku serius, aku akan melindungi dan menjaga mu"
Membohongi perasaan ku terus menerus juga tidak baik, meskipun aku harus mengkhianati kak Ivan. Tapi mungkin dengan begini kak Ivan bisa melepaskan dan melupakan aku. Akan lebih baik jika kak Ivan bersama Asti, wanita yg tulus mencintai nya.
"Lah dia malah bengong." mencolek pipi Kania.
"Oooohh gak pa pa. Kedalam yuk."
"Eh kemana cincin mu?"
"Ada di tas ku, akan ku kembalikan jika bertemu dengan kak Ivan."
"Apakah kamu sudah yakin?"
"Iya. Aku tau siapa yang aku butuhkan. Aku juga tau apa yang kak Ivan butuhkan."
"Baguslah kalau begitu, jadi aku tidak perlu repot-repot menyuruh mu mengembalikan cincin itu."
"Ayo masuk, Bu Alfi mungkin sudah menunggu kita." ajak Kania.
Kevin pun mengaitkan jemari nya ke jari Kania, mereka berjalan bergandengan, masuk kedalam.
**___**
to be continued π€
Astaga kenapa mood suka angot-angotan gini ya, kadang nulis kadang malesπ. Yah diusahakan up lah, butuh like aja dari kalian.
__ADS_1
Semoga aku bisa dengan segera menyelesaikan cerita ini, tapi pasti lama banget dehπ€ secara aku lagi demen banget baca komik π€£π
Ya pokoknya di usahakan update ya. Makasih dukungan dan support kalian padaku. Thanks you π π