
Happy Reading
****____****
"Kenapa kita harus makan di daerah sini sih?" tanya Kania
"Ya kan ini perkantoran jadi wajar dong kalau banyak yang jual makanan disini, kenapa?"
"Abis makan kita langsung pulang ya."
"Kamu pulang sendiri gak pa pa kan, aku ada perlu sebentar mau belanja."
"Oh oke gak pa pa. Tapi maaf ya aku gak bisa nemenin."
"Gak pa pa, kamu istirahat aja."
Mereka berjalan menuju kedai bubur ayam.
"Mang, mau bubur ayam nya 2 ya, yang 1 jangan pakai kacang yang satu jangan pakai daun bawang." ucap Ayu.
"Minum nya teh hangat aja 2." katanya Ayu lagi.
Tak berapa lama 2 mangkuk bubur pun tersaji di atas meja, dan mereka pun menyantap dengan nikmat.
Sejam kemudian...
"Kamu gak pa pa kan balik ke apartemen sendiri?"
"Iya bisa ko, maaf aku gak bantuin bawa belanjaan ya."
Setelah Kania pergi, Ayu pun segera berjalan menuju ke sebuah gedung tinggi.
"Permisi mbak, saya mau bertemu dengan direktur disini." ucap Ayu
"Mbak nya sudah buat janji kah dengan pak direktur?"
"Janji? Gak saya gak bikin janji, tapi saya kesini karena terpaksa ada hal penting yang harus saya sampaikan."
"Berati mbak nya gak bisa bertemu dengan pak Kevin."
Ayu diam karena mendengar suara heboh dari arah pintu masuk.
__ADS_1
"Eh lihat itu kan tunangan nya pak direktur, cantik ya!"
"Iya yah cantik, elegan, cocok banget sama pak direktur."
"Nah kalau sama yang ini baru cocok,"
Ayu pun ikut berbalik badan dan melihat Kevin yang sedang berjalan bersama tunangannya.
"Stoppp...!!!!" tanpa pikir panjang Ayu menghadang dan berdiri di depan Kevin menghalangi jalannya.
"Siapa sih, kamu kenal sama perempuan ini kak Kevin?" tanya Liza
"Gak, gak kenal."
"Terserah mau kenal apa gak, gua gak peduli yang jelas gua ada disini karena ada hal penting yang mau gua sampaikan tentang dia" ucap Ayu langsung.
Kevin seketika menatap Ayu tajam. "Silahkan ikut saya ke ruangan." ucap nya lalu berjalan mendahului Liza diikuti Ayu dibelakangnya.
Liza menatap aneh ke arah Kevin yang tiba-tiba mengijinkan wanita tak dikenal masuk ke ruangan nya.
"Tentang diaaa... dia siapa??" batin Liza
"Hah,,, gak emang siapa dia?"
"Dih, Liza itu tanya eh malah nanya lagi."
"Iya gak tau."
"Beneran gak tau apa pura-pura gak tau?"
"Beneran."
"Ayo kita ikutin ke sana juga!"
"Eeeeee gak boleh, Liza disini dulu ya sama kak Andri."
"Kenapa, Liza harus tau apa yang mereka bicarakan, Liza ini tunangan nya kak Kevin loh."
"Iya tapi baru tunangan kan. Kalau Liza terlalu ikut campur segala persoalan Kevin, Kevin bisa jadi marah loh. Liza mau kena marah Kevin?"
"Ya gak lah."
__ADS_1
"Ya udah kita ke kantin kantor aja yuk."
Didalam ruangan kerja Kevin.
"Kamu Ayu kan, teman Kania?" ucap Kevin.
"Kamu tahu aku? Kania pernah cerita soal aku juga?"
"Tidak Kania tidak pernah bicara hal lain kecuali masalah aku dan dia. Tapi aku tau siapa saja teman Kania dan dia hanya memiliki kamu. Jadi apa dia di tempat mu sekarang?"
"Benar-benar pria yang hebat. Dia tau segala sesuatu tentang Kania. Pantas saja Kania begitu tak bisa lepas."
"Ya dia ada di tempatku. Bagus karena kamu sudah tau siapa aku, aku langsung saja ke pokok intinya. Aku datang kesini hanya ingin bertanya satu hal padamu! Sebenarnya kamu mencintai Kania apa hanya mau main-main saja dengan dia?"
"Aku bahkan sudah melamar nya apa itu tidak cukup membuktikan bahwa aku mencintai nya!"
"Sekarang coba kamu pikir, dan coba lah untuk berada di posisi Kania. Pernah gak kamu mengajak nya berkenalan dengan keluarga mu? pernah gak kamu ajak dia bertemu keluarga mu?" tanya Ayu.
"Kania itu berbeda dengan kekasih mu sebelumnya, dia terlalu naif dan juga lugu. Mungkin dulu kekasih mu tak mempersoalkan apakah keluarga mu setuju apa tidak, apakah kamu kenalkan atau tidak. Tapi Kania berbeda, dia butuh pengakuan keluarga, dia ingin dianggap oleh keluarga dia ingin diterima keluarga mu." kata Ayu lagi.
"Apa kamu lupa, Kania itu sebatang kara. pengakuan keluarga terhadap dirinya sangat berarti buatnya. Bukan hanya keputusan
sepihak dari mu yang ingin melamarnya. Jangan terlalu egois pak Kevin. Buat Kania meski kamu sudah melamar nya itu saja tidak cukup, dia ingin memiliki keluarga yang mau dan bisa menerima dirinya."
"Cobalah untuk mengerti posisinya, jangan karena kamu sudah mencintai nya bahkan sudah melamar nya itu cukup, Tidak. Apalagi sekarang Kania harus melihat kenyataan bahwa orangtua mu memilihkan seseorang untuk dijadikan tunangan mu. Pernah gak kamu berfikir bagaimana perasaan Kania? Itu karena kamu gak ngenalin Kania ke keluarga mu."
"Aku ingat kan padamu, mumpung masih ada kesempatan dan belum terlambat soal pertunangan. Kalau memang kamu benar mencintai Kania lakukan yang seharusnya Kania ingin kan. Tapi jika kamu ragu pergi lah dan tinggalkan. Aku tidak rela sahabat ku menderita batin karena ketidak jelasan mu!!"
Kevin hanya diam mendengar semua perkataan Ayu.
"Malah diam, ngerti gak sih yang aku bilang?"
"Kania,,, jadi ini yang kamu mau. Maafkan aku yang terlalu egois dan angkuh untuk membawa mu kepada keluarga ku."
***____****
to be continued 😂
Maap ya guyyyssss up nya lama 😂, padahal beberapa episode lagi akan tamat 🤣
Thanks buat supportnya.
__ADS_1