
Bismillah Happy Reading π
**__**
"Karena gue baik nih sama kalian berdua yang sepertinya susah untuk bertanya dan susah untuk menjelaskan. Gue akan cerita seperti apa hubungan gue sama Kania sebenarnya.!" ucap Kevin santai.
Astaga, Kevin akan nekat aku harus menghentikan nya.
Brraakkkk...!!!
Kania berdiri setelah menggebrak meja dengan marah.
"Apa mau mu hah, kamu ingin bicara berdua dengan ku? Ayo kita bicara!!" ucap Kania
"Ha-ha-ha sekarang kamu baru ingin bicara berdua dengan ku ya? sayang sekali semua sudah terlambat!" jawab Kevin.
Ivan yang masih diam, akhirnya ikut berdiri dan merangkul bahu Kania.
__ADS_1
"Pak Kevin saya tidak peduli dan tidak ingin tahu ada masalah apa sebelumnya antara Anda dengan Kania. Tapi mulai sekarang tolong jangan ganggu Kania, karena dia adalah pacar saya!" ucap Ivan seketika.
Hah pacar,,,
Kania menatap wajah serius Ivan.
"Ha-ha-ha Lo bilang apa barusan Pacar? Hei Lo tau gak cewek yang Lo sebut sebagai pacar ini dulunya itu pernah jadi cewek bayaran gue selama sebulan tau ha-ha-ha!!"
"Dia menjual badannya ke gue selama sebulan. Kasian amat sih Lo bro dapet sisa ha-ha-ha.. Apa Lo masih mau jadi pacar nya??" sindir Kevin.
Habislah sudah... Maaf kan aku kak Ivan, itulah sebabnya aku selalu menolak dirimu karena aku sangat tidak pantas untukmu. Dan mungkin memang harus seperti ini kakak harus mengetahui nya, karena aku sama sekali berat dan takut untuk jujur. Aku ikhlas apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku juga sadar diri aku hanya bekas pakai, meskipun sejujurnya aku memiliki alasan untuk itu.
"Oooohhhh jadi cewek kampung ini cewek bayaran kamu Vin, ko mau sih kamu berhubungan sama dia? Idih gak banget deh, udah kampungan norak lagi." sindir wanita disebelah Kevin.
"Iya aku memang norak, kampungan, dan gak secantik anda yang seorang artis. Tapi asal anda tau saya tidak pernah mengemis harta apalagi cinta kepada laki-laki brengsek yang ada disebelah anda." Kania akhirnya memberanikan diri untuk bersuara setelah sesaat tadi bibirnya kelu.
"Oiya satu lagi, apa yang dibilang pak Kevin itu semua benar hanya saja alasan saya melakukan tidak beliau jelaskan, karena apa karena disitulah letak kesalahan pak Kevin." kata Kania lagi.
__ADS_1
"Kalau anda merasa dengan membongkar aib saya itu membuat anda senang dan puas maka tertawalah, karena saya sama sekali tidak pernah perduli dengan apapun soal Anda. Saya permisi!!"
Kevin kaget dengan ucapan lantang dan santai Kania yang memberikan kesan bahwa dia sama sekali tak terganggu dengan apa uang barusan dia ucapkan. Malah sekarang Kevin yang merasa bersalah.
Kania berbalik badan melangkah pergi namun langkah nya terhenti karena tangannya di tahan oleh Ivan.
"Kamu mau pergi,,, ayo aku akan menemani mu. Kita pergi dari sini sama-sama!" ucap Ivan lembut dengan tatapan kasih.
Kak Ivan... masih bisa sebaik ini.
***__***
to be continued π€
Nah kan Kevin, jangan bilang kamu nyesel ya udah bikin Kania kecewa.
Author mau dong kenalan sama babang Ivan,,, masih ada gak sih cowok se baik diaππ€ Kalau ada yang buang mau mulung ah π.
__ADS_1
Makasih sudah membaca karya receh saya π€£ Like nya jangan lupa.