
Happy Reading
***___***
"Untung Liza anak pintar, gak mau tuh dianter kk Andri ke villa ha-ha-ha dan Liza nunggu di kantor aja sembunyi, wekkk!" ucap Liza msih dengan memeluk Kevin dan menjulurkan lidahnya kearah Andri.
"Bukan pinter tapi nakal, hampir aja mau di laporin ke polisi ada bocah kecil hilang!" jawab Andri.
"Iiiihhhh kak Andri, apaan sih masa segala mau dilapor ke polisi!"
"Ya habis kamu gak jelas, bilang mau ke villa tau nya gak kesana bikin orang panik aja, gimana kalau mami sama kakek nya Kevin tau bisa berabe urusannya."
"Iya maaf kan Liza cuma mau ngasih kejutan aja."
"Au ah...!"
Kania yang hanya diam dan menunduk sedih melihat Liza begitu santainya bicara sambil memeluk Kevin, untung Kevin tipe pria yang peka.
" Lepas Liza, ini kantor bukan rumah jadi jangan bertingkah aneh-aneh" hardik Kevin.
"Gak mau,,, Liza kangen kakak, emang kak Kevin gak kangen ya sama Liza. Udah lama kita gak ketemu tapi kak Kevin malah marah-marah."
__ADS_1
Kevin mendorong Liza paksa karena melihat wajah sedih Kania.
"Aku bilang aku tidak suka kamu selalu bergelayutan di lengan ku seperti ini, paham gak sih!" bentak nya lagi sambil mendorong dan berbalik badan.
"Aaawwww sakit kak,,, kakak menyakiti aku!" jawab nya sedih dan menangis.
"Aku jauh-jauh datang kesini untuk menemui kakak, bahkan aku belum sempat istirahat tapi kakak malah kasar seperti ini padaku, apa salah ku?" semakin terisak dan memegang ujung jas Kevin.
"Sudah-sudah jangan menangis, gimana kalau kamu ikut aku ke ruangan ku, aku punya coklat!" ajak Andri.
"Aku kesini ingin bertemu kak Kevin, bukan untuk makan coklat lagian aku sudah besar gak butuh coklat." jawab Liza ketus.
"Ya sudah kalau gak mau,"
"Benar kah begitu sekertaris Nia?" Liza mendadak kembali ceria.
Apa sekertaris ?? Dia menyebutkan dirinya sekertaris?!
"Iya benar, keliatan ko dari wajahnya sangat mengkhawatirkan mu."
Bagaimana bisa kamu bicara sesantai itu Kania, dan malah mengenalkan dirimu sebagai sekertaris ku! Apakah kamu sama sekali tidak ada rasa cemburu, melihat Liza yang manja kepadaku?
__ADS_1
Kevin berbalik badan dan melihat Liza berlari menghampiri Kania.
"Makasih ya sekertaris Nia, kamu sudah memberiku ketenangan."
Kania hanya tersenyum samar, lalu kembali membuang muka tak berani menatap wajah Kevin yang sedang memandangnya tajam.
Kenapa kamu malah membuang muka, apa kamu tidak berani menatapku? Lalu apa kamu ingin memperlihatkan bahwa kamu bukan siapa-siapa? Kenapa harus diam Kania? Tunjukan, sebenarnya kamu itu cinta gak sih sama aku? apakah kedekatan kita ini hanya sebatas ketergantungan mu saja padaku? Kenapa kamu selalu tidak pernah menunjukan rasa cemburu mu?
"Ehmmm sekretaris Nia,,,!!" panggil Kevin.
Kania seketika menengok kearah Kevin kaget.
Kamu memanggil ku sekertaris juga? Apa secara gak langsung kamu mau menjelaskan bagaimana sebenarnya hubungan kita? Yang hanya bos dan bawahan.
Baiklah.
***___***
to be continued 😂
Ya elaaahhhh mulai lagi deh saling mancing, bakalan kisut dah ini mah hadeuhhhh gimana caranya ngebenerin lagi cobaaaa....
__ADS_1
Baiklah,,, ku ikuti mau mu Kania Kevin,,,
Jangan lupa di like ya, makasih.