
Happy Reading
****____****
Sementara Kevin yang sudah tiba di bandara Indonesia merogoh saku nya dan mencoba menghubungi Andri.
"Halooo Ndri, gimana Lo udah berhasil menghubungi Kania?"
"Iya Vin, udah. Gua juga udah cerita ko semuanya soal Lo ke Jerman. Lo masih di Jerman kan?"
"Apaan gua udah sampe Indonesia tau, kenapa?!"
"Lah gimana, si Kania mau ke Jerman tau. Dia mau nyusul Lo katanya, dan sekarang dia udah di pesawat."
"Astagaaa...!!!" seru Kevin kaget.
"Kenapa?"
"Gak pa pa, makasih atas infonya. Gua balik lagi deh ke Jerman."
****
Sementara Kania yang juga sudah tiba di Bandara Jerman bersamaan dengan tiba nya pesawat Kevin di Indonesia pun, segera memanggil taksi setelah keluar dari Bandara.
"Aduh,, ko malah deg deg an gini ya? Tenang Kania, kamu harus yakin karena kamu sudah sejauh ini"
Taksi tiba di sebuah rumah besar, mewah dengan arsitektur klasik ditambah halaman luas dan air mancur di tengah halaman.
"Bener gak sih ini rumah nya?" gumamnya sambil kembali membaca kertas ditangan yang berisi alamat yang dia dapat dari Andri.
"Grogiiii sumpah dah." meski ragu Kania tetap menekan bel yang berada di pagar besi tinggi.
"Ini ada bel ada speaker juga? Bisa dipake buat ngomong gak sih?" ucapnya usai menekan bel.
Selamat datang di kediaman keluarga Pratama, sebutkan nama dan asal anda dari mana?
Sebuah suara terdengar dari speaker itu.
"Lah ini gimana cara ngomonya?"
Silahkan anda tekan tombol yang ada disana lalu bicara sambil di tekan.
__ADS_1
"Oooohhh gitu oke."
Kania menekan tombol "Saya Kania, saya ingin bertemu dengan Kevin. Apa dia ada di dalam?"
Oke tunggu sebentar.
"Orang kaya mah emang beda."
Sementara di dalam rumah kediaman Kevin.
"Permisi pak, di luar ada seorang wanita yang bernama Kania dia ingin bertemu dengan Tuan muda Kevin."
"Bagus,, kebetulan dia datang biarkan dia masuk." jawab seorang kakek.
Silahkan masuk. jawab suara di speaker dan pintu pagar terbuka dengan sendirinya.
"Maaf menunggu, selamat datang di kediaman keluarga Pratama saya asisten di rumah ini. Nona diminta masuk kedalam."
"Oh iya gak pa pa. Apa Kevin nya ada?" tanya Kania kikuk.
"Mari ikuti saya" pria itu tak menjawab dan Kania pun diam dan mengikutinya berjalan melewati air mancur terus berjalan melewati lorong yang di tumbuhi tumbuhan berbunga merambat membentuk kubah.
"Silahkan masuk Nona."
Kania masuk kedalam ruang tamu berlantai marmer besar dan berukir mewah, diatas plafon yang tak biasa terdapat lampu kristal. Seorang pria bisa dibilang kakek duduk dengan tangannya memegang tongkat menatan Kania tajam.
"Permisi sebelumnya perkenalkan saya Kania, saya datang ke sini karena ingin bertemu dengan Kevin? apakah Kevin ada?!"
Pria tua itu menatap Kania lekat.
"Kau tau Kevin sudah memiliki tunangan, untuk apa kamu mengejar nya sampai kesini? Daripada membuang-buang waktu lebih banyak lagi. Sebutkan saja berapa yang kamu ingin kan?!"
Kania melongo kaget dan akhirnya tersenyum.
"Maaf sebelumnya dari cara anda bicara bisa saya ambil kesimpulan kalau anda adalah kakek Kevin. Tapi maaf saya sama sekali tidak tergoda apalagi tergiur dengan tawaran anda."
"Saya tau siapa kamu sebenarnya, dan tau bagaimana hubungan mu dengan Kevin. Asal kamu tahu lelaki memiliki pacar diluar berapa pun itu bukan masalah, dan kamu tak ada bedanya dengan pacar Kevin sebelumnya. Jadi dari pada kamu datang tanpa hasil apa-apa, mending kamu sebut berapa yang kamu minta? Perempuan seperti dirimu yang mendekati pria kaya apa lagi kalau bukan karena ingin materi.?!"
"Bagus kalau anda tau siapa saya, saya gak perlu memberikan penjelasan lebar kepada anda, singkat aja dari saya. Kedatangan saya kesini untuk bertemu Kevin bukan ingin mendapatkan sepeserpun uang anda, dan asal anda tahu sekalipun Kevin kaya belum pernah ada dalam kamus saya mendapatkan barang mewah dari Kevin. Jadi kalau anda menyuruh saya menyebutnya nominal huh itu bukan diri saya karena saya bukan pengemis.!"
Kakek Kevin agak sedikit kaget dengan ucapan Kania yang agak berani, ada rasa takjub melihat masih ada wanita yang tak ingin materi.
__ADS_1
"Saya rasa berlama-lama saya disini juga gak ada gunanya, Kevin sepertinya tak ada. Kalau begitu saya permisi dan simpan aja uang anda kalau mau di buang, buanglah ke Panti Asuhan agar kekayaan anda lebih bermanfaat." Kania pun berbalik dan pergi.
"Tuan apa anda baik-baik saja?" tanya asisten.
"Wanita itu cukup menarik juga. Tapi sayang aku masih bermasalah dengan Kevin, kalau saja wanita itu tidak.ada hubungan dengan Kevin ....?" gumam Kakek.
Kania akhirnya tiba di luar gerbang rumah Kevin dengan nafas terengah-engah akibat dia berlari kecil.
"Pintu ama pager jauh banget, bikin capek aja." keluh nya.
Kania berjalan menyusuri trotoar keluar perumahan mewah yang sepi, tanpa menyadari dari arah belakang seorang pria mengikutinya, dan tak lama kemudian membekap nya dengan tisu hingga Kania pingsan.
"Bos,,, saya sudah dapatkan wanita ini?" kata pria.
"Bagus, cepat bawa kesini!" ucap pria di seberang telepon.
***
Malam hari nya
Kevin yang tampak kusut karena harus bolak-balik terlihat sangat lelah dan lemas.
"Tuan muda Kevin anda kembali?"
Kevin mengabaikan dan masuk kedalam rumah.
"Kek,,, tadi Kania kesini kan? Mana dia?"
"Astaga Kevin, kamu masuk gak ada sopan nya."
"Kek jawab..!!"
"Iya tuan muda, tadi nona Kania datang kesini tapi gak lama lalu pergi lagi." jawab asisten.
Kenapa begini Kania, selalu tak bisa jumpa.
Seketika Kevin pun ambruk pingsan.
****____****
to be continued 😂
__ADS_1