Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Kenyataan


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Sampai di dalam ruang dapur. Bu Alfi terpana melihat kedua tangan yang saling bergandengan masuk.


"Kalian berdua...?" seru Bu Alfi yang duduk di meja makan.


Mereka berjalan menghampiri dan ikuta duduk bersama.


"He-he-he bagaimana menurut Bu Alfi, apakah kita cocok?" tanya Kevin.


Kania hanya diam dan tersenyum malu.


"Ibu senang akhirnya kalian bisa bersama, Ibu tenang melihat mu Nia, akhirnya menemukan orang yang bisa menjaga mu sekarang. Ibu suka khawatir jika mengingat kamu yang selalu sendiri di luar. Tapi setelah ibu lihat sekarang ibu merasa lega."


"Kami baru memulai nya Bu." jawab Kania.


"Ya gak pa pa semua memang harus di mulai jika ingin mengenal lebih dalam. Pastinya ibu senang nak Kevin bisa menjaga mu kedepannya."


"Aamiin Bu, saya akan berusaha agar bisa menjaga Kania." jawab Kevin


"Oiya nak Kevin, jangan lupa mencintai seseorang itu harus dengan hati ikhlas dan tanpa pamrih. Apalagi nak Kevin sudah tau siapa dan bagaimana asal usul Kania. Jangan sampai nak Kevih hanya menuruti ego semata untuk mendapatkan Kania."


"Awalnya mungkin iya Bu, tapi semakin kesini saya semakin yakin dengan pilihan hati saya."


"Kania, pesan ibu semoga kamu tetap jadi pribadi yang sopan dan santun, berusahalah dengan kaki mu sendiri jika masih mampu. Meskipun sekarang ada nak Kevin, ibu berharap kamu jangan menggantungkan hidup dan dirimu padanya. Berjuanglah semampu mu Kania, apapun hasilnya jika itu hasil mu sendiri insyallah akan langgeng dan berkah."


"Iya Bu, aku bukan tipe wanita yang seperti itu. Aku anti memohon apalagi mengemis dari seseorang selagi aku mampu berjalan. Apapun itu aku akan berusaha sekuat tenaga ku untuk dapat hidup." jawab Kania


"Tapi setelah kamu menikah dengan ku, aku melarang mu untuk bekerja Kania, kamu paham kan?!" ucap Kevin.


Tiba-tiba seorang anak laki-laki kecil mengintip dari balik pintu.

__ADS_1


"Halo tampan, kenapa sembunyi sini!" ucap Kania yang tak sengaja melihat.


"Kak Kania benar akan menikah?" tanya anak kecil itu tetap di tempatnya tak mendekat.


"Hei bukan siapa yang mau menikah? Kakak hanya menjalin hubungan saja. Lagian emang nya kamu tau apa itu menikah?" tanya Kania.


Bocah laki-laki kecil itu menggeleng "Aku hanya dengar dari anak yang lain saja, memang menikah itu seperti apa kak?" bocah itu balik bertanya.


"Menikah itu sesuatu yang rumit, belum saat nya kamu tau apa arti menikah."


"Kak Kania kalau nanti om itu jahatin kakak, kakak harus bilang padaku, karena nanti ketika aku dewasa aku tidak akan melepaskan om itu. Aku akan membalasnya untuk kak Kania." seru bocah laki-laki dan berlari pergi.


"Ya ampun Nia, bahkan aku pun harus bersaing dengan bocah kecil untuk mendapatkan mu ya.." ledek Kevin.


"Ha-ha-ha sudahlah namanya juga anak-anak."


Obrolan masih terus berlanjut...


3Hari Kemudian Rumah Sakit...


"Kak Ivan,," Asti segera berlari memeluk Ivan.


"Asti, kamu kenapa tidak istirahat?"


"Aku gak bisa tidur kak, kak Ivan dari mana aja sih. Beli kopi lama amat!" jawab nya merajuk.


"Antri kantin nya. Asti sudah makan malam?"


"Belum mau di suapin kakak!"


"Asti dengar ya, kakak akan berusaha selalu ada disamping mu. Kakak akan berusaha menjaga mu. Tapi kamu juga harus janji kamu akan melakukan hal pribadi untuk dirimu sendiri tanpa menunggu kakak. Kamu juga harus bisa mandiri, belajar dengan baik, kemudian bekerja dengan sungguh-sungguh mengelola bisnis papa mu ini. Kelak kamu yang akan mewarisi perusahaan papa mu. Jadi kamu harus bisa memahami nya"


"Kenapa kakak bicara seperti itu? apakah kakak mau meninggalkan aku lagi? Aku ikhlas ko jika kak Ivan tidak bisa mencintai aku, karena aku tahu kepada siapa cinta kak Ivan, asalkan kak Ivan tidak meninggalkan aku buat ku sudah cukup."

__ADS_1


"Iya kakak akan menemani mu selama yang kakak bisa. Tapi sebagai gantinya kakak minta kamu juga harus ikutin apa yang kakak bilang tadi mengerti!"


"Oke kak, aku janji akan belajar dengan baik, dan akan berusaha mandiri."


"Ya sudah sekarang kamu makan setelah itu minum obatnya dan tidur. Biasakan makan sendiri, kakak akan menemani mu disofa sana."


"Oke kak!"


Ivan berjalan ke sofa, dari kejauhan memperhatikan Asti yang mulai menyendok sesuap demi sesuap makanan nya. Bayangan Ivan melayang ketika dia di telepon dokter bahwa hasil tes CT scan sudah keluar.


Flashback


"Baik dok saya akan keruangan dokter!"


"Pak Ivan ini hasil tes kemarin, sudah keluar. Silahkan di buka."


Ivan membuka kertas dan dengan cepat matanya menangkap satu kata yang sangat dia takutkan.


Hasil Diagnosa CT Scan


Nama : Ivan Gunawan


Usia : 27 tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa anda mengidap Tumor Otak.


Flashback off


Saat ini Ivan hanya bisa memejamkan matanya sambil memegangi surat yang sangat ia takuti.


**__**

__ADS_1


to be continued 🤭


__ADS_2