
Happy Reading 😘
***__***
"Kak Ivan apakah tidak berlebihan kakak memberiku cincin sebagus ini?"
"Tentu tidak lah, justru aku yang minta maaf memberikan mu cincin bekas. Aku tidak sempat mempersiapkan cincin berlian untuk mu. Jadi aku harap kamu mau menerima cincin mama ku."
"Tapi kak, ini terlalu bagus. Apakah tidak apa-apa? Aku takut mama kak Ivan di surga sana akan kecewa jika aku yang memakainya."
"Itu tidak mungkin Nia, mama pasti akan senang juga dengan mu dan aku yakin pasti akan menerima mu juga." jawab Ivan sambil memasang kan cincin ke jari Kania.
"Baiklah kak, aku akan menjaga cincin ini dengan baik dan terimakasih." balas Kania sambil memandang cincin yang sudah melingkar di jarinya.
"Oke, ya sudah masuk sana, hati-hati kerja nya."
"Iya kak Ivan juga hati-hati, Byee kak." Kania melangkah memasuki gedung pusat Apple Group pertama kali nya.
Aduh kenapa sakit lagi ya kepalaku, belakangan ini kepala sering sakit sih. Apa karena aku terlalu sibuk dan memforsir untuk bekerja? Haduh lumayan agak terasa kali ini sakit nya. Gak boleh aku harus kuat, masih banyak pekerjaan yang menumpuk di kantor. batin Ivan lalu masuk kedalam mobil dan pergi.
Dari kejauhan seorang wanita terlihat sedang mengintip di dalam mobil, mobil yang mengikuti Ivan sejak Ivan pergi menjemput Kania.
Kak Ivan...
Sementara Kania yang sudah masuk ke dalam kantor menuju resepsionis.
"Pagi mbak, saya Kania?"
"Oiya pagi juga mbak, langsung saja ke ruangan pak Andri aja mbak.!" "Pak satpam tolong antar mbak Kania menemui pak Andri ya!" ucap resepsionis.
__ADS_1
"Baik mbak! Mari mbak saya antar." jawab si satpam.
"Oke baik terimakasih."
Ruang Asisten Direktur
"Silahkan mbak ini ruangan nya, saya permisi."
"Iya makasih pak."
Kania mengetuk dan suara di dalam menyuruh nya masuk. Melangkah masuk.
"Selamat pagi mbak Kania, kita berjumpa lagi." sapa Andri.
"Pagi juga, langsung aja ya pak Andri. Saya ingin bertanya berapa kompensasi atau denda yang harus saya bayar supaya saya bisa keluar dari kantor ini?"
"Hah,,, 250 juta, gak salah ini namanya pemerasan kali!"
"Mana ada pemerasan mbak, semua jelas di kontrak kerja ko. Lagian kan gaji yang mbak Kania dapatkan dari kami juga besar kan?"
250 juta, uang dari mana aku bisa dapat dalam waktu dekat. Gila... Apa aku minta tolong sama kak Ivan ya? Ah, tapi kasian kak Ivan dia juga pasti susah mendapatkan uang sebanyak itu. Gak bisa aku gak boleh membebani kak Ivan, ini masalah ku jadi aku yang harus menyelesaikan nya. Semangat Kania pelan-pelan selangkah demi selangkah aku harus bisa melewati ini semua. Sementara aku ikuti apa mau nya...
"Mbak Kania, malah melamun!"
"Oke,, apa tugas saya disini?"
"Nah gitu dong, ngapain sih resaign?"
"Sudah cepat katakan apa tugas ku di kantor ini?"
__ADS_1
"Gampang aja ko, mbak Kania akan bekerja bersama dengan pak direktur. Untuk pertama ini mbak Kania bisa membersihkan ruangan pak direktur dulu sebelum pak Kevin datang."
"Mari saya antar ke ruangan nya!" Andri berdiri dan berjalan keluar diikuti Kania, ruangan Direktur bersebelahan dengan ruangan asisten nya.
"Silahkan masuk, kalau ada yang kurang jelas bisa panggil saya." kata Andri lalu meninggalkan Kania.
Bersih-bersih doang, oke gampang kita liat aja apa yang akan aku lakukan.
Kania masuk kedalam, memandang sekeliling "Ruangan rapi kaya gini, bersih apa yang mau dibersihkan lagi?" gumamnya.
"Hah... daripada dibersihin lagi dan kerjaan ku sia-sia, mending aku buat berantakan aja deh. Kan kalau ruangannya kotor, berantakan di gila pasti kesal dan marah lalu dia akan memecat ku he-he-he jadi aku bisa bebes dari sini tanpa membayar deh ha-ha-ha.."
"Oke mulai Kania..." ucapnya lagi menyemangati diri sendiri.
Kania menurunkan buku-buku dari rak nya dan membiarkan nya berserakan, menyobek kertas note yang ada di atas meja dan membuangnya ke lantai, menumpahkan isi tempat sampah ke lantai.
"Ha-ha-ha... Selesai. Tinggal kita tunggu aja si gila itu datang dan kesal lalu marah." ucap Kania senang dengan tangan di pinggang.
"Siapa yang mau di buat kesal dan marah oleh mu Kania...?" suara balasan tepat di belakang telinga Kania berbisik.
**__**
to be continued ðŸ¤
Wowww... Ada cewek yang ngintip ha-ha-ha siapa ya???
Astaga Kania bikin ulah lagi, tapi kira-kira Kevin bakal beneran marah apa gak ya???
Baca lagi ah,, eh jangan lupa like nya ya.
__ADS_1