Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Takut vs Happy


__ADS_3

Happy Reading 😘


**___**


"Eh, perasaan tadi ada yang buka pintu deh, tapi gak ah. Halu aja kali ya." Kania menoleh ke pintu yang masih tertutup.


"Si gila itu udah berangkat kerja apa belum sih? Aku laper ada makanan apa ya di dapur. Untung hari ini gak ada jam kuliah, jadi santai sebelum berangkat kerja."


Kania membuka pintu kamar melangkah keluar berjalan ke dapur dan membuka kulkas.


"Wowww berapa hari aku disini baru kali ini aku liat isi kulkas nya si gila. Isi nya banyak banget lengkap lagi, hemmm bikin roti isi sama susu aja kali ya. Banyak bahan makanan mentah tapi gak pernah dimasak, kapan-kapan aku coba masak deh."


Kania memilih mengambil sekotak susu cair dan menuangnya ke gelas lalu mengoles roti tawar dengan selai strawberry dan melahapnya. Sambil menunggu waktu Kania berbaring di sofa dan menonton tv.


***


Sementara di Kantor Apple Group.


"Vin, ini dokumen yang kamu minta kemarin di telepon sudah aku cek sih, tapi kalau kamu mau cek lagi silahkan dan jangan lupa di tandatangani."


"Oh iya oke Thankyou."


"Muka Lo kenapa sih, ngeri gue liatnya bentar-bentar senyum liat dokumen emang ada yang lucu apa isi dokumen nya?"


"Kepo amat sih Lo, gue lagi happy."


"Tumben happy, ohhh jangan-jangan Lo berhasil ya melahap landak cantik itu?"


"Apa Lo bilang landak cantik?!"


"Kan Lo manggil dia landak kan?"


"Iya tapi gue gak suka Lo nambahin pake kata cantik ya!"


"Ha-ha-ha cemburu ya, Kania emang cantik tau cuma belum di poles aja."


"Stop mikirin soal Kania ya, udah bosen ya hidup di bumi?!"


"Ya elah segitu sensi nya, oke oke gue kabur aja lah serem kalau Lo udah keluar sungut nya."


"Ya udah sana pergi, ngapain masih disini!"


"Iya jangan lupa makan siang dokumen nya gue ambil."


"Syuhhh..syuhhh..!"


Andri menggelengkan kepalanya dan keluar dari ruang kerja Kevin.


**__**


"Astaga jam berapa nih?" Kania panik mencari jam dinding, ternyata dia ketiduran di sofa dengan tv yang menyala.

__ADS_1


"Ah sykurlah masih ada waktu. Mandi terus berangkat kerja ah."


**__**


Mini market...


"Siang kak Yuli., kak Wati mana? belum datang dia?" sapa Kania ketika sudah tiba.


"Siang Kania, belum paling bentar lagi."


Kania siap untuk bersih-bersih rak dan menyapu lantai.


"Kan, ku makan siang dulu ya. Kamu udah makan siang Lom? mau nitip beli makan sekalian gak?"


"Boleh kak, nasi Padang aja. Makasih kak!"


"Oke seperti biasa kan."


Dijawab dengan anggukan kepala Kania. Tak lama kemudian Wati muncul dan mereka mulai bekerja.


"Kak Wati udah makan siang?"


"Udah tadi sebelum berangkat, kamu kalau mau makan siang, gih sana makan siang dulu aja."


"Iya, aku makan siang dulu ya kak, soalnya gak enak kalau nasi padang makanya nanti."


"Oke"


"Kania kamu kenapa sih makan sambil ngelamun?"


"Hah,, gak ada apa-apa kak, siapa yang ngelamun."


"Kalau ada apa-apa cerita ya."


"Iya kak."


Masa iya aku cerita soal Kevin yang ingin memakanku nanti malam.


Setelah makan siang Yuli berpamitan untuk pulang karena shif kerjanya yang sudah habis. Kali ini Kania yang bertugas merapikan barang sedangkan Wati yang bertugas menjaga meja kasir.


Waktu terus berlalu dari siang berganti sore hingga mendekati malam dengan customer yang datang silih berganti, sampai ada dua anak sekolah datang sambil bercerita. Kania bisa mendengar percakapan mereka karena kebetulan Kania sedang berdiri didekat mereka.


"Kakak mu jadi pergi ke Bali untuk honeymoon?"


"Iya jadi mereka liburan ke Bali, dan kakakku agak takut sih katanya."


"Takut kenapa mereka kan sudah menikah,? Tidur di kamar yang sama, tidur di kasur yang sama berdua, wah.."


"Bukan soal itu, kakakku kayanya masih takut deh sama pengalaman baru yang akan dia dapatkan di Bali nanti hi-hi-hi"


"Ha-ha-ha kakak mu lucu ya, sudah nikah masih takut."

__ADS_1


"Gak tau biarin aja lah, aku udah nih belanjanya kamu udah apa belum?"


"Udah yuk bayar."


Kania mendadak pusing setelah mendengar obrolan ringan anak sekolah tadi.


Sekamar berdua, Seranjang berdua, Lalu...


Wati yang memperhatikan Kania yang mendadak pucat. Dia berjalan mendekati Kania.


"Kan, kamu gak pa pa? Jam kerja kita sudah habis nih, beres-beres dan pulang yuk."


"Ah,, kak Wati iya aku gak pa pa. Wah gak terasa ya cepet juga waktu berjalan." ucap Kania lesu.


"Kita pulang dan kamu bisa istirahat."


Belum sempat Kania menjawab suara ponselnya berdering dari saku baju kerja nya.


Si gila...


"Ya ada apa?"


"Kamu sudah selesai kan kerja nya, cepat pulang aku juga akan pulang lebih cepat."


"Ya bawel" dengan muka yang memanas Kania menutup telepon.


"Kania, siapa yang telepon ko muka mu jadi merah? telepon dari pacarmu ya?"


"Hah pacar!! bukan kak, ayo kita ganti baju dan pulang." Kania mendorong Wati menuju pantry.


***


"Ndri, gue balik duluan ya?"


"Mau ngapain sih tumben masih siang gini udah buru-buru pulang?"


"Ha-ha-ha kan gue udah bilang gue lagi happy, jadi gue mau ketemu sama si landak itu."


"Terserah Lo aja lah."


"Gue titip kantor, jangan ada yang mengganggu gue malam ini, meeting makan malam hari ini batalin aja."


"Hemmm yaaaaa...pak Direktur!"


Kevin melangkah keluar kantor dengan wajah bahagia pulang menuju rumah.


***__***


to be continued 🤣🤣🤣


Sabar ya masih menggantung ceritanya😁 tunggu besok ya🤭.

__ADS_1


Minta Like nya makasih.


__ADS_2