
Happy Reading 😘
**__**
"Ha-ha-ha... Selesai. Tinggal kita tunggu aja si gila itu datang dan kesal lalu marah." ucap Kania senang dengan tangan di pinggang.
"Siapa yang mau di buat kesal dan marah oleh mu Kania...?" suara balasan tepat di belakang telinga Kania berbisik.
"Aaaaaa... astaga sejak kapan kamu ada dibelakang ku?"
"Kenapa memangnya, kamu udah kangen ya?"
"Kamu hantu ya, datang gak kedengeran suaranya. Lagian siapa yang kangen sama kamu? Aku idih gak lah yaaa!!"
"Gak mau ngaku ya?" Kevin mendekati wajah Kania.
"Eeeittt eit..eit.. jangan dekat-dekat!!" seru Kania tangan nya diacungkan.
Kevin melihat sesuatu di jari Kania, ditariknya tangan itu dan di pegang erat.
"Cincin siapa ini, jangan bilang kalau laki-laki yang bernama Ivan itu yang memberi mu cincin ini?!"
"Apaan sih sakit tau, lepasin tangan ku!"
"Copot cincin itu, aku melarang mu memakainya, kamu tidak boleh menerima barang apapun dari cowok lain.!"
Kania menarik tangan nya, "Gak usah ngaco kamu. Dengar baik-baik ya ini cincin tunangan ku dengan kak Ivan, dan aku sebentar lagi akan menikah dengan kak Ivan. Jadi aku harap kamu jangan lagi mengusikku!" jelas Kania.
"Aku gak percaya kamu akan menikah dengan nya, aku tau kamu itu gak cinta kan sama dia?!"
__ADS_1
"Jangan sok tau, aku cinta sama kak Ivan."
"Gak mungkin, aku tau Kania, aku bisa merasakan kalau kamu mencintai aku."
"Jangan kepedean..!"
"Aku yakin kamu juga cinta sama aku, hanya saja kamu gak mau mengakuinya kan? Kamu takut dan membentengi diri mu, karena status kita yang berbeda. Status yang membuat kamu takut untuk mengakui, status dimana kamu orang biasa dan aku orang yang lebih diatas kamu, iya kan??"
"Gak.. Salah.. jangan sok tau." Kania melangkah keluar ruangan.
"Kania tunggu..!!" seru Kevin.
Kania berlari keluar dan menutup pintu, berlari terus menuju lift dan membawa nya ke bawah lobby.
Gak..Gak.. Aku harus bisa memantabkan hatiku untuk kak Ivan.
Cari makan siang aja deh, biarin aja belum waktunya jam makan siang. Udara didalam bikin aku susah napas.
Kania terus berjalan "Disini dimana warung nasi ya? Aduh mana baru pertama kali ke sini. Jalan aja deh dulu, nanti juga ketemu yang penting aku bebas dulu beberapa menit dari si gila itu." gumamnya.
Tak sadar jika Kania diikuti oleh seseorang di belakang yang berjalan agak lebih cepat dan menepuk pundaknya.
"Mbak Kania?" sapa seseorang dibelakang.
Kania menoleh "Eh.. siapa ya ko kenal dengan saya?"
"Maaf mbak, apa mbak ada waktu saya ingin bicara sebentar!"
"Kamu siapa, saya gak kenal kamu? Mau bicara soal apa?"
__ADS_1
"Nama saya Asti, saya ingin bicara sama mbak Kania tentang kak Ivan."
"Kak Ivan...?!"
"Iya mbak, apa bisa kita bicara sebentar?"
"Okelah, tapi mau bicara dimana saya gak tau disini tempat enak buat ngobrol?"
"Ada cafe kecil Mbak diujung sana, kita kesana aja saya yang traktir mbak."
"Oke,!"
*Siapa sih nih cewek, aku baru liat. Ko dia bisa kenal sama kak Ivan? Apa saudara nya kak Ivan? Tapi ngapain juga saudara kak Ivan nyariin aku, bukan nyariin kak Ivan?
Dan aneh nya kenapa dia bisa tau aku kerja disini*?
***___***
to be continued 🤭
Maap ya lanjut nya baru bisa Up jam segini, abis tadi lagi tanggung baru dpt separo bab.
Aduh Asti siapa yaaa???
Jangan-jangan ....
Like nya dong 🤣
Lope you 🍅
__ADS_1